Berkunjung ke Desa Adat Penglipuran Bali, Desa Terbaik Sedunia

Desa Adat Penglipuran Bali

Suasana asri di Desa Adat Penglipuran Bali Instagram photo by TJ Bali

Bali tak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, namun juga wisata budayanya sangat kental. Bahkan ada satu desa di Bali yang masih sangat menjaga falsafah kehidupan adat yang harus dilestarikan yakni .

Di Desa Penglipuran ini semua tradisi dari leluhur masih dijaga dan wajib dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sebagai perwujudan upaya melestarikan budaya yang dilakukan oleh masyarakat Pulau Bali yang dikenal sebagai umat Hindu yang religius.

Desa Adat Penglipuran Bali 1 1024x576 Berkunjung ke Desa Adat Penglipuran Bali, Desa Terbaik Sedunia

Suasana asri di Desa Adat Penglipuran Bali Instagram photo by TJ Bali

Pada awalnya Desa Adat Penglipuran hanya sebagai desa biasa layaknya desa-desa di Bali lainnya yang mempertahankan kekayaan budaya leluhur. Namun ketika datang mahasiswa UDAYANA untuk KKN pada tahun 1990, mereka membangun taman-taman kecil yang cantik serta penataan lingkungan.

baca juga: Pura Alas Jagasari, Pura Kuno di Tampaksiring Bali

Hingga pada akhirnya tahun 1991-1992 ada beberapa wisatawan yang datang mengunjungi desa. Dan akhirnya pada tahun 1993 sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati No.115 tanggal 29 April 1993 maka ditetapkanlah sebagai Desa Wisata Penglipuran.

Desa Adat Penglipuran Bali 2 Berkunjung ke Desa Adat Penglipuran Bali, Desa Terbaik Sedunia

Suasana saat tengah perayaan acara keagamaan di Desa Adat Penglipuran Bali Instagram photo by @sofaviar

Siapa sangka, Desa Adat Penglipuran ini pernah dinobatkan sebagai salah satu desa terbaik di dunia selain Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India. Desa ini sangat bersih, tak terlihat sampah berserakan. Kondisi ini dapat terbentuk karena tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan yang sudah ditanamkan sejak zaman nenek moyang dahulu.

baca juga: Pantai Kelan Tuban, Pantai dengan Suasana Sunset Pesawat Terbang yang Keren Loh!

Bahkan kendaraan bermotor tak boleh memasuki wilayah desa. Kendaraan bermotor bisa diletakkan di garasi namun melalui jalur yang berbeda. Anda juga tidak diperbolehkan merokok sembarangan. Jika ingin merokok harus dilakukan di tempat yang sudah disediakan.

Desa Adat Penglipuran Bali 3 Berkunjung ke Desa Adat Penglipuran Bali, Desa Terbaik Sedunia

Suasana desa yang bersih dan terjaga Instagram photo by @bieeobie

Nama Desa Penglipuran berasal dari kata pengeling dan pura yang artinya mengingat tempat suci (para leluhur). Pada awalnya masyarakat desa berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani. Mereka bermigrasi ke Desa Kubu Bayung (sekarang menjadi desa Penglipuran) dan akhirnya menetap dengan senantiasa menjaga keluhuran falsafah budaya mereka.

baca juga: Wisata Pemandian Air Panas Banjar, Sumber Air Panas Berusia Ratusan Tahun di Bali

Di setiap rumah mempunyai sebuah pintu gerbang disebut Angkul-angkul. Semua rumah di desa ini seragam tetapi tidak sama, hampir mirip bahkan. Untuk ukuran rumahnya sama persis. Tercatat ada 985 jiwa dalam 234 kepala keluarga yang tersebar pada 76 pekarangan, yang terbagi rata di setiap sisi dari luas total 112 hektar.

Waktu Terbaik Berkunjung ke Desa Adat Penglipuran Bali

Desa yang berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut ini dapat dikunjungi setiap harinya. Namun waktu terbaik untuk datang adalah ketika menjelang Hari Raya Galungan atau setelah Hari Raya Galungan.

Di hari itu Anda dapat melihat barisan penjor (pohon bambu panjang yang ujungnya dihias dan ditancapkan di depan rumah) yang menghiasi setiap rumah desa Penglipuran ini. Anda pun dapat menyaksikan gadis-gadis Bali berpakaian adat Bali dan membawa banten (persembahan) untuk menuju ke pura.

Lokasi Desa Adat Penglipuran Bali

Desa Adat Penglipuran terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Dari Denpasar berjarak sekitar 45 kilometer, dekat dengan Kintamani atau Gunung Batur.