Desa Batubulan Gianyar, Dari Ukiran Khas Tradisional Hingga Tari Barong Bali Ada di Tempat Ini

Desa Batubulan Gianyar

via http://asiawisata.com

Jalan-jalan ke Bali tak lengkap tanpa berkunjung ke . Karena selain lokasinya yang strategis, Desa Batubulan memiliki keindahan tersendiri. Desa Batubulan terkenal akan pusat kesenian patung dan ukiran. Seni ukir ini bahkan sudah sangat kondang di kalangan wisatawan asing maupun domestik.

Tak hanya menyuguhkan cantiknya ukiran dan pahatan patung, Desa Batubulan juga selalu menjamu para tamunya dengan berbagai pertunjukkan tari khas Bali. Seperti, Tari Barong, Tari Kecak bahkan Tari Legong.

Desa Batubulan Gianyar 1 1024x768 Desa Batubulan Gianyar, Dari Ukiran Khas Tradisional Hingga Tari Barong Bali Ada di Tempat Ini

via http://asiawisata.com

Pertunjukan Tari di Desa Batubulan Gianyar

Sajian tarian khas Bali ini dipentaskan setiap hari. Jika Tari Legong dan Tari Barong dipentaskan pada pagi hari, Tari Kecak dipentaskan pada malam hari. Tari Legong dipentaskan pada awal sebagai pembuka pementasan kemudian disusul dengan Tari Barong dan diakhiri dengan Tari Keris. Pementasan ini dimulai pada pukul 09.30-10.30 WITA setiap harinya.

Untuk Tari Kecak, pementasan dimulai pada pukul 18.00-19.00 WITA. Dalam Tari Kecak tidak menggunakan musik gamelan. Namun hanya melalui suara yang keluar dari mulut para penari. Nada yang dikeluarkan berbeda-beda dan diatur sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan unik dalam alunan musiknya.

Desa Batubulan Gianyar 2 1024x685 Desa Batubulan Gianyar, Dari Ukiran Khas Tradisional Hingga Tari Barong Bali Ada di Tempat Ini

via http://bali.panduanwisata.id

baga juga: Hotel Tjampuhan and Spa, Hotel Mewah dengan Suasana Klasik dan Legendaris di Ubud

Sejarah Desa Batubulan Gianyar

Desa Batubulan bermula dari sebuah cerita seorang Dewa Agung Kalesan. Ia adalah anak angkat dari Raja Badung. Setelah dewasa, Dewa Agung Kalesan diberi kemurahan oleh Raja Badung untuk mendirikan istana sendiri di tengah hutan. Akhirnya ia bersama pengikutnya menuju hutan yang berada di kawasan timur Kerajaan Badung.

Tatkala sampai di perbatasan hutan, Dewa Agung Kalesan menyaksikan sebuah batu yang bercahaya laksana bulan. Pada akhirnya Dewa Agung Kalesan mendirikan istana di tempat tersebut dan dinamakan Batubulan.

baca juga: Pura Taman Mumbul Sangeh, Pura Tempat Melukat dengan Arsitektur yang Unik

Kelihaian penduduk Desa Batubulan dalam mengukir serta memahat patung adalah warisan sejak turun temurun. Tak heran jika di sepanjang jalan Desa Batubulan banyak ditemui berbagai galeri atau toko kesenian. Anda bisa melihat dan memilih koleksi patung-patung atau karya seni untuk dibeli sebagai pajangan di rumah yang artistik.

Dengan luas sekitar 6.422 km2, Desa Batubulan secara administrasi masuk dalam wilayah Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Desa Batubulan juga terbagi dalam tiga desa adat yaitu Desa Adat Tegaltamu, Desa Adat Jero Kuta, dan Desa Adat Dlod Tukat.

baca juga: Menyaksikan Kemegahan Patung Budha Tidur Vihara Dharma Giri di Tabanan

Tiap desa adat tersebut terbagi lagi dalam beberapa banjar yang berfungsi untuk mengelola kegiatan pertanian. Selain mengelola pertanian, beberapa banjar difungsikan sebagai penyaji dalam kegiatan kesenian. Seperti Banjar Tegehe (di Desa Adat Dlod Tukat) dan Banjar Denjalan (di Desa Adat Jero Kuta) yang menyuguhkan tarian khas Bali seperti Tari Kecak, Tari Barong serta Tari Legong.

Cara Menuju Lokasi Desa Batubulan Gianyar

Desa Batubulan berada pada jalur strategis antara Denpasar dan Kota Gianyar. Jika Anda ingin menuju Kintamani, Anda pasti melewati jalur Desa Batubulan. Oleh karenanya, Desa Batubulan selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan yang ingin lebih mengetahui keindahan seni yang dimiliki oleh desa ini.

Untuk masuk wilayah desa, tidak dikenakan biaya. Namun jika Anda ingin menyaksikan pertunjukkan tari, biasanya jadwal serta tarif yang dikenakan sudah diatur oleh biro-biro perjalanan yang menyediakan jadwal ke Desa Batubulan.