Hutan Bambu Penglipuran Bangli, Tempat Wisata Instagramable di Bali

Hutan Bambu Penglipuran Bangli

by Yogie

Jalan-jalan ke Bali sempatkan untuk mampir ke . Lokasi hutan yang penuh dengan deretan tanaman bambu ini memang berada di wilayah Desa Adat Penglipuran. Desa yang terkenal akan kekentalan budaya adat Bali ini memang sebagian wilayahnya berupa rimbunan hutan bambu.

Hutan Bambu Penglipuran Bangli 4 820x1024 Hutan Bambu Penglipuran Bangli, Tempat Wisata Instagramable di Bali

by Yogie

Hutan bambu yang berada di Desa Penglipuran ini memiliki luas lahan sekitar 75 hektar. Selain sebagai tanaman yang berguna untuk kegiatan masyarakat Desa Penglipuran sehari-hari, pohon-pohon bambu ini ternyata juga penopang dalam kegiatan pariwisata.

Hutan Bambu Penglipuran Bangli 3 1024x1024 Hutan Bambu Penglipuran Bangli, Tempat Wisata Instagramable di Bali

by @fahrulllllll

baca juga: Serunya Pengalaman Naik Gajah di Taro Elephant Safari Park Ubud

Tanaman bambu di desa ini memang sudah dikembangkan dan dipelihara oleh masyarakat desa sejak turun temurun. Pantaslah jika hutan bambu di areal ini sangat rimbun sehingga memberikan rasa rindang dan sejuk.

Sejak awal Pemerintah Kabupaten Bangli mengembangkan Desa Adat Penglipuran sebagai desa wisata, Hutan Bambu Penglipuran Bangli juga mendapat tempat spesial. Terbukti dengan dibangunnya jalan yang memecah hutan sebagai akses jalan menuju desa tetangga. Jalan yang sudah diaspal mulus juga menjadikan kenyamanan bagi wisatawan yang datang.

Hutan Bambu Penglipuran Bangli 2 1024x653 Hutan Bambu Penglipuran Bangli, Tempat Wisata Instagramable di Bali

by @doplang_jaya

Pengunjung yang datang kebanyakan ingin mengambil foto terbaik mereka ketika di sana. Jalan yang memecah kerimbunan hutan laksana jalan panjang yang sangat indah bak lukisan.

Karena memang diperuntukkan untuk kegiatan pariwisata, jalan yang dipenuhi oleh daun bambu kering ini sering dibersihkan sehingga tidak mengganggu wisatawan yang datang berkunjung. Berada di bawah tanaman bambu ini terasa segar disertai angin yang berhembus sepoi-sepoi.

Jalan yang berada di tengah hutan bambu ini merupakan jalan penghubung Desa Penglipuran dengan desa tetangga, maka adakalanya motor atau mobil juga berlalu lalang. Namun tak begitu banyak kendaraan yang melewati jalan ini sehingga tidak begitu mengganggu konsentrasi pengunjung untuk mendapatkan keindahan alami Hutan Bambu Penglipuran.

baca juga: Menelusuri Wisata Budaya Bali di Desa Adat Tenganan Pegringsingan

Pohon-pohon bambu ini memiliki nilai sakral bagi masyarakat Penglipuran karena merupakan peninggalan turun temurun dari nenek moyang. Tak boleh seorangpun secara sembarangan menebang pohon bambu di sini. Bahkan ada hari-hari tertentu saja, masyarakat boleh menebang pohon. Itupun harus tebang pilih dan tidak boleh sembarangan.

Hutan Bambu Penglipuran Bangli 1 881x1024 Hutan Bambu Penglipuran Bangli, Tempat Wisata Instagramable di Bali

by @shinbernard

Masyarakat Bali sangat memegang teguh landasan Tri Hitakarana. Landasan ini mengajarkan untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan sesama, dengan lingkungan alam serta dengan Sang Maha Pencipta. Oleh karenanya peraturan mengenai perlindungan terhadap pohon bambu di sini sangat ketat. Selain menjaga kelestarian alam juga merupakan bentuk bakti dan hormat kepada ajaran yang mereka pegang teguh.

baca juga: Air Terjun Tembok Barak Sambangan, Destinasi Wisata Alam Terbaru di Buleleng

Lokasi Hutan Bambu Penglipuran Bangli

Desa Adat Penglipuran berada di wilayah Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Sedangkan lokasi Hutan Bambu Penglipuran berada tepat di bagian paling atas dari wilayah Desa Adat Penglipuran. Tepat di depan pura, tengoklah sedikit ke arah selatan dan timur maka ada penunjuk lokasi bertuliskan “Bamboo Forest 50 m”.

Rute Menuju Hutan Bambu Penglipuran Bangli

Jika Anda berangkat dari Denpasar dapat ditempuh dalam jarak 50 kilometer atau sekitar 1 jam perjalanan. Harga tiket masuknya beragam mulai dari Rp 15.000/orang dewasa wisatawan domestik, Rp 10.000/anak-anak wisatawan domestik, Rp 30.000/orang dewasa wisatawan asing, Rp 25.000/anak-anak wisatawan asing serta parkir kendaraan sebesar Rp 5.000.