Istana Tampak Siring, Destinasi Wisata Sejarah Eksotis di Bali

istana-tampak-siring-1

Bagi kamu yang berkunjung di pulau dewata, tidak ada salahnya berkunjung ke tempat bersejarah. Selain dikenal karena keindahan alamnya, Pulau Bali juga menyuguhkan wisata bersejarah. Salah satunya yang kerap dikunjungi adalah .

Istana Tampa Siring ini menjadi salah satu peninggalan bersejarah dari presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Selain itu, Istana Tampak Siring hingga kini juga masih difungsikan sebagai lokasi berlangsungnya acara-acara kenegaraan. Bahkan tidak jarang tempat ini juga dijadikan sebagai lokasi rapat presiden bersama para menterinya.

Istana Tampak Siring 1 1024x768 Istana Tampak Siring, Destinasi Wisata Sejarah Eksotis di Bali

Istana Tampak Siring Bali via Rbelltour

Sejarah Istana Tampak Siring

Istana yang dibangun setelah Indonesia merdeka ini diprakarsai oleh Ir. Soekarno. Beliau menginginkan tempat yang sejuk dan damai untuk peristirahatan yang cocok bagi kepala negara beserta keluarganya dan juga untuk tamu-tamu negara. Maka di Tampaksiring-lah tempat yang cocok untuk bangunan istana.

Arsiteknya adalah R. M. Soedarsono, kemudian istana ini pun dibangun dengan beberapa tahap. Pertama kali dibangun pada tahun 1957 sampai akhirnya selesai pada tahun 1963. Dengan total empat gedung, yaitu wisma negara, wisma bima, wisma yudhistira dan wisma negara. Istana Tampaksiring ini dibangun di atas ketinggian 700 m dari permukaan laut.

Istana Tampak Siring 2 1024x576 Istana Tampak Siring, Destinasi Wisata Sejarah Eksotis di Bali

Area di sekitar Istana Tampak Siring Bali via lampungtraveller

Memasuki gerbang istana, kamu akan disambut dengan rusa-rusa yang jinak dan bisa diberi makan. Cukup ambil dedaunan yang tersedia di istana, lalu memanggil rusa, maka dengan sendirinya rusa itu datang. Maju lagi kita akan menemukan aula besar.

Tak jauh dari aula besar, terdapat wisma merdeka yang memiliki luas 1200 meter sebagai kamar tidur Ir. Soekarno, keluarga tamu-tamu negara dan juga tempat kerja orang nomor satu di Indonesia itu. Masuk lagi ada wisma negara, di antara kedua wisma itu terdapat jembatan persahabatan yang mengantarkan kita pada kamar tidur Ir. Soekarno.

Istana Tampak Siring 3 1024x576 Istana Tampak Siring, Destinasi Wisata Sejarah Eksotis di Bali

Jembatan Persahabatan di Kompleks Istana Tampak Siring Bali via Lampung Traveller

Di wisma negara inilah tempat presiden menjamu tamunya. Ada lagi wisma yudhistira yang digunakan untuk rombongan tamu presiden. Untuk wisma bima sendiri biasanya digunakan menginap pengawal-pengawal presiden.

Misteri  Istana Tampak Siring

Menurut cerita kamar Ir. Soekarno ini sering dibersihkan setiap pagi dikarenakan selalu berantakan di pagi hari seperti habis dipakai. Padahal, kamar itu tidak dipakai oleh siapa pun. Lain halnya dengan patung anak kecil yang sedang mencabut duri di salah satu kakinya. Kabarnya, kaki yang diangkat oleh patung tersebut sering berpindah kaki namun dengan gaya yang sama, dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

Legenda Istana Tampak Siring

Istana Tampak Siring sebenarnya gabungan dari dua kata bahasa Bali, yakni tampak yang artinya telapak dan siring artinya miring. Konon, menurut legenda yang di tulis di daun lontar usana Bali dan dipercayai di sana, tampaksiring merupakan tapak kaki seorang raja bernama Mayadenawa. Mayadenawa adalah raja yang pandai nan sakti.

Sayangnya, Mayadenawa adalah raja yang bersifat angkara murka. Menganggap dirinya seorang dewa dan menyuruh rakyatnya untuk menyembahnya seperti dewa. Batara Indra pun marah dan mengirim bala tentaranya untuk mengejar Mayadenawa.

Mayadenawa lari ke hutan dengan memiringkan telapak kakinya untuk bermaksud mengelabui pengejarnya. Ia berharap bala tentara Batara Indra tak dapat mengenali tapak kakinya. Sayangnya, para pengejarnya itu mampu menangkapnya.

Sebelumnya dengan sisa kesaktiannya, ia berhasil menciptakan mata air beracun untuk membunuh pengejar ketika meminum mata air tersebut. Untuk itu, Batara Indra menciptakan mata air penawar racun yang bernama Tirtal Empu yang berarti air suci. Kawasan hutan tersebut kemudian disebut dengan Tampak Siring.