Menelusuri Wisata Budaya Bali di Desa Adat Tenganan Pegringsingan

Desa Adat Tenganan Pegringsingan

by Sentana Putra

Masyarakat Bali  dikenal masih menjunjung tinggi adat dan budaya peninggalan nenek moyang. Salah satunya adalah , yang merupakan salah satu desa berkategori Bali Aga. Di desa ini, para pengunjung akan mendapati warisan budaya leluhur yang masih dilestarikan oleh masyarakatnya.

Dari segi penggunaan bahasa sehari-hari, terdapat keunikan yakni memakai bahasa Bali yang halus madia dan setiap logatnya diakhiri dengan “a” bila bertemu dengan tamu yang berkunjung ke desa. Dari logat dan pengucapan, bahasa yang digunakan terkesan unik dan berbeda. Ada pula bahasa khas yang digunakan sebagai panggilan untuk laki-laki dan perempuan. Untuk laki-laki memiliki panggilan “Cong”, sedangkan untuk perempuan memiliki panggilan “Nyi”.

Desa Adat Tenganan Pegringsingan 2 1024x768 Menelusuri Wisata Budaya Bali di Desa Adat Tenganan Pegringsingan

by Lucky Risa Prilya Halfi

baca juga: Rumah Bambu Pengalon, Tempat Foto Instagramable Abis di Karangasem

Untuk bentuk bangunan baik untuk bangunan adat maupun tempat tinggal masyarakat, memiliki perbedaan dan keunikan yang tidak ditemui di wilayah Bali manapun. Setiap bangunan adat memiliki tempat dan fungsi yang berbeda-beda, baik untuk kegiatan adat masyarakat maupun sebagai hunian keluarga.

Desa Adat Tenganan Pegringsingan 3 1024x1024 Menelusuri Wisata Budaya Bali di Desa Adat Tenganan Pegringsingan

by Azam Hussien

Bale-bale tersebut dibangun berjejer mulai dari arah selatan hingga utara. Paling selatan adalah Bale Agung, kemudian disusul Bale Kulkul di sebelah utara. Dilanjutkan Bale Jineng Petemu Kelod, Bale Petemu Kelod, Bale Gambang, Bale Banjar. Kemudian Bale Jineng Nungnungan, Bale Jineng Petemu Tengah, Bale Petemu Tengah, Bale Glebeg. Lalu Bale Jineng Petemu Kaje,  Bale Petemu Kaje, Wantilan, Balai Lantang, Bale Ayung. Yang berada di paling utara adalah Bale Banjar.

Kain Gringsing, Keunikan Tersendiri Desa Adat Tenganan Pegringsingan

Mayoritas penduduk Desa Adat Tenganan Pegringsingan bermata pencaharian sebagai petani. Namun ada juga sebagian penduduk merupakan pengrajin. Kerajinan yang dibuat oleh penduduk diantaranya ukir-ukiran, anyaman bambu, lukisan di atas daun lontar dan kain tenun.

Desa Adat Tenganan Pegringsingan 4 1024x685 Menelusuri Wisata Budaya Bali di Desa Adat Tenganan Pegringsingan

by Puteri Bali Official

Kain tenun yang dihasilkan oleh penduduk Desa Tenganan dikenal dengan nama Kain Gringsing. Kain tenun khas masyarakat Desa Tenganan ini sangat terkenal bahkan sudah mendunia. Teknik pengerjaannya menggunakan teknik dobel ikat, yang diketahui sebagai teknik tenun satu-satunya di Indonesia.

baca juga: Air Terjun Tembok Barak Sambangan, Destinasi Wisata Alam Terbaru di Buleleng

Setiap tahunnya di bulan Juli digelar perang pandan (tradisi mageret pandan). Tradisi ini sangat unik yakni sepasang pemuda desa saling memukul dengan menggunakan duri yang ada di daun pandan. Daun-daun pandan berduri ini dipukulkan di atas punggung mereka hingga terluka dan berdarah.

Desa Adat Tenganan Pegringsingan 5 1024x1024 Menelusuri Wisata Budaya Bali di Desa Adat Tenganan Pegringsingan

by Maulino Abbi P.

Setelah perang selesei diadakan, luka-luka yang ada segera diobati dengan obat tradisional dari bahan umbi-umbian. Tradisi ini dilakukan untuk melatih fisik dan mental warga Desa Tenganan. Ketika tradisi ini berlangsung, banyak wisatawan yang datang menyaksikan bahkan fotografer datang untuk meliput.

Desa Adat Tenganan Pegringsingan 1 1024x1024 Menelusuri Wisata Budaya Bali di Desa Adat Tenganan Pegringsingan

by Sentana Putra

baca juga: Bukit Belong Gunaksa, Bukit Keren dengan Pemandangan Alam Hijau Klungkung

Desa Adat Tenganan Pegringsingan Bali merupakan salah satu contoh desa yang masih mempertahankan adat istiadat dan budaya leluhur. Bukan hanya sebagai destinasi wisata namun juga sebagai sarana edukasi bagi setiap pengunjung akan keberadaan budaya yang harus senantiasa dijaga dan dilestarikan.

Lokasi Desa Adat Tenganan Pegringsingan

Desa Adat Tenganan Pegringsingan masuk dalam wilayah Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Jaraknya sekitar 70 km dari Bandara Ngurah Rai Bali. Desa wisata dan budaya ini disetiap penjuru desanya masih sangat kental dengan adat budaya leluhur. Mulai dari bahasa sehari-hari yang digunakan hingga tata letak serta bentuk bangunan tiap rumah penduduk.