Pura Batu Meringgit, Wujud Keharmonisan Pemeluk Agama Hindu dan Budha

Pura Batu Meringgit

via tezzasthaiinfo

menjadi tempat wisata budaya yang menarik di Pulau Dewata Bali. Di pura suci agama Hindu ini, Anda akan diajak menyaksikan secara langsung bangunan yang megah serta indah. Kemegahannya tersebut pun banyak menarik perhatian wisatawan domestik ataupun mancanegara.

Umumnya, bangunan pura dipakai sebagai tempat pemujaan dan persembahyangan oleh umat Hindu saja. Namun di Pura Batu Meringgit Anda akan menemui hal berbeda, yaitu dalam satu areal pura juga terdapat tempat peribadatan pemeluk Budha. Dua bangunan peribadatan inilah yang menjadi keunikan ketika berada di kawasan Pura Batu Meringgit.

Pura Batu Meringgit 2 1024x753 Pura Batu Meringgit, Wujud Keharmonisan Pemeluk Agama Hindu dan Budha

by iGede!ॐ

baca juga: Pura Gunung Kawi Sebatu Gianyar, Pura Bersejarah dengan Nuansa Hijau

Bisa dikatakan bahwa Pura Batu Meringgit adalah bukti keharmonisan antar agama yang terjalin erat di Bali antara agama Hindu dan Budha. Ini tercermin dari arsitektur bangunan pura dan kelenteng sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Sejarah Pura Batu Meringgit

Sejarah mencatat bahwa Pura Batu Meringgit terletak di Bukit Waru Meringgit. Pura ini dibangun pada masa perjalanan Ida Rsi Madura pada sekitar abad ke 11-12 Masehi (tahun 1201 Masehi atau 1123 Saka). Bangunan peribadatan ini ditujukan untuk memuja kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa.

baca juga: Tradisi Megibung Karangasem, Wajah Keunikan Budaya Tradisional Bali

Sedangkan bangunan kelenteng Budha dibangun oleh Shri Jaya Kasunu yang merupakan keturunan Jaya Pangus. Pendirian kelenteng Budha ini bertujuan untuk menghormati Jaya Pangus yang menikah dengan seorang perempuan China.

Pura Batu Meringgit 1 1024x659 Pura Batu Meringgit, Wujud Keharmonisan Pemeluk Agama Hindu dan Budha

via tezzasthaiinfo

Sejak 25 Januari 1999, lokasi ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya sebagai kekayaan budaya Bali. Oleh karenanya harus senantiasa dilestarikan dan dijaga keaslian dan keberadaaanya. Tidak hanya oleh masyarakat Bali, tapi juga seluruh warga Indonesia. Apalagi, mereka yang datang ke tempat ini berasal dari berbagai penjuru tanah air dan mancanegara.

Pura Batu Meringgit terletak di ketinggian 1250 mdpl, pantaslah jika memiliki hawa yang sejuk dan dingin. Nuansa pegunungan sangat kental terasa di area Pura Batu Meringgit ini. Suasananya yang damai, nyaman, dan diiringi suara kicauan burung membuat jiwa yang awalnya penat dan stress akan menjadi sejuk dan tenang kembali.

Cara Menuju Lokasi Pura Batu Meringgit

Pura Batu Meringgit masuk dalam wilayah Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Bisa diakses dengan menggunakan roda empat maupun roda dua. Jika berangkat dari Denpasar dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan. Dari Bandara Ngurah Rai, Anda ambil jalan menuju ke Sunset Road, lalu melewati Jalan Raya Kerobokan menuju ke Jalan Raya Kapal. Sampai di Jalan Raya Kapal, pilih jalan menuju Jalan Raya Mengwi.

baca juga: Kafe Gardin Bistro, Tempat Makan Unik dengan Desain ala Negeri Dongeng

Lanjutkan perjalanan hingga sampai Kecamatan Mengwi, dan pilih jalan ke utara menuju jalan provinsi yang menghubungkan Denpasar-Singaraja. Sekira 38 km, Anda akan menemukan pertigaan yang terdapat patung jagung ditengahnya. Anda lurus saja dan akan masuk ke Jalan Kebun Raya Bedugul. Sekira 500 meter kemudian ada objek wisata Kebun Raya Eka Karya dan didalamnya Pura Batu Meringgit berada.

Setelah berkunjung ke pura tempat pemeluk agama Hindu dan wihara yang menjadi tempat beribadah pemeluk Budha untuk menikmati keindahan dan kemegahan bangunannya, Anda  bisa melanjutkan wisata dengan menikmati kuliner di rumah-rumah makan yang tersedia di dekat objek wisata ini.