Pura Blanjong Sanur, Wisata Sejarah di Sela Keindahan Pantai Pulau Dewata Bali

Pura Blanjong sanur

via http://thetravelerguide.com/

Sanur tidak hanya terkenal dengan keindahan pantainya. Di sini, ada pula yang menarik perhatian para wisatawan. Keberadaan pura ini pun menjadi bukti sejarah perjalanan budaya masyarakat Bali dari zaman dulu hingga sekarang.

Blanjong merupakan sebuah daerah yang berada di Desa Intaran, Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Di daerah Blanjong ini terdapat sebuah situs budaya yang terkenal yakni Prasasti Pilar (pada akhirnya dikenal sebagai Prasasti Blanjong). Prasasti Blanjong berada pada lingkungan Pura Blanjong sanur.

Pura Blanjong sanur 3 Pura Blanjong Sanur, Wisata Sejarah di Sela Keindahan Pantai Pulau Dewata Bali

via http://unmondeencouleurs.piwigo.com

Selain Prasasti Blanjong, di areal Pura Blanjong Sanur juga ditemukan arca-arca peninggalan pemerintahan Sri Kesari Warmadewa. Di kalangan para ahli purbakala, situs Blanjong sangat berkaitan erat dengan ekspansi Sri Kesari Warmadewa ke Gurun dan Suwal (situs Blanjong) yang dulu merupakan sebuah kawasan pelabuhan.

baca juga:Taman Kota Lumintang Denpasar, Sajikan Keindahan Air Mancur Menari yang Memesona

Asal Nama Pura Blanjong Sanur

Nama Blanjong berasal dari kata “Belahan” yang berarti pecahan dan “Ngenjung” yang berarti kapal nelayan (istilah dalam Bahasa Bali Alus). Konon berawal ketika terdapat sebuah pecahan kapal Belanda yang terdampar di pesisir Sanur (tepatnya kini di wilayah pesisir Blanjong). Dari peristiwa inilah nama Blanjong disematkan.

Pura Blanjong sanur 2 Pura Blanjong Sanur, Wisata Sejarah di Sela Keindahan Pantai Pulau Dewata Bali

via http://thetravelerguide.com/

Prasasti Blanjong berupa sebuah tugu kemenangan berbentuk silinder. Tugu ini merupakan tonggak kemenangan Sri Kesari Warmadewa ketika memimpin Bali. Prasasti Blanjong memakai Bahasa Bali Kuno ditulis dengan huruf Pra–Negari dan Bahasa Sansekerta yang ditulis dengan menggunakan huruf Kawi.

baca juga: Restoran Swept Away, Kuliner Romantis dengan Pemandangan Sungai Ayung Ubud

Bukti Peninggalan Sejarah di Pura Blanjong Sanur

Dalam Prasasti Blanjong tersebut tertulis “Pada tahun 835 çaka Bulan Phalguna, seorang raja yang mempunyai kekuasaan di seluruh penjuru dunia beristana di Keraton Sanghadwala, bernama Çri Kesari telah mengalahkan musuh-musuhnya di Gurun dan di Swal. Inilah yang harus diketahui sampai kemudian hari”.

Dari tulisan pada prasasti tersebut diketahui bahwa Prasasti Blanjong dikukuhkan pada tahun 835 Saka atau tahun 913 Masehi. Prasasti Blanjong memiliki tinggi 177 cm dengan diameter 62 cm serta pada bagian atas berbentuk bunga lotus. Dalam pemeliharaannya sempat mengalami beberapa kali pemugaran. Hingga pada akhirnya Prasasti Blanjong disimpan dan ditempatkan pada sebuah lemari kaca.

baca juga: Sasa Ristorante Italiano, Suguhan Makanan Italia di Pantai Double Six Seminyak

Pura Blanjong sanur 1 Pura Blanjong Sanur, Wisata Sejarah di Sela Keindahan Pantai Pulau Dewata Bali

via infoobjek

Selain Prasasti Blanjong, di areal Pura Blanjong juga dapat Anda temukan sejumlah arca. Arca yang paling populer adalah Arca Ganesha, arca lainnya banyak yang sudah rusak dan tidak dalam keadaan utuh.

Ditemukan pula arca perwujudan yang menggambarkan seorang dewi yang berdiri tegak. Arca ini tidak disimpan di areal Pura Blanjong Sanur namun sudah dipindahkan ke Museum Bali. Arca yang memiliki wajah berbentuk oval, mengenakan mahkota yang bertingkat, dilengkapi perhiasan serta kedua tangannya berada di depan perut dengan memegang kuncup bunga ini diduga perwujudan dari permasuri Sri Kesari Warmadewa.

Terdapat juga arca binatang yang menggambarkan dua ekor lembu. Arca ini dalam keadaan tertelungkup dengan kaki depan dilipat ke belakang dan kaki belakang dilipat ke depan. Selain arca-arca ditemukan pula sebuah fragmen kaki arca, 2 buah sandaran arca, serta sebuah lingga dan artefak-artefak yang lain.

Mengunjungi situs Blanjong beserta pura sucinya bisa menjadi perjalanan wisata untuk mengetahui situs budaya Bali yang harus dilestarikan.