Pura Maduwe Karang Kubutambahan, Pura dengan Patung dan Relief Unik di Bali

Pura Maduwe Karang Kubutambahan

by Christian Spatt

Liburan ke Bali tak lengkap tanpa mengunjungi pura-pura suci di sana. Salahnya yang harus ada dalam daftar kunjungan adalah . Pura yang dibangun pada sekitar abad ke-19 Masehi ini sangat terkenal di kalangan masyarakat lokal dan orang asing bahkan sejak sebelum terjadinya Perang Dunia II.

Pura Maduwe Karang Kubutambahan 2 819x1024 Pura Maduwe Karang Kubutambahan, Pura dengan Patung dan Relief Unik di Bali

by Christian Spatt

Nama Maduwe Karang diambil dari Bahasa Bali yang artinya “memiliki lahan”. Sehingga dapat diartikan bahwa Pura Maduwe Karang Kubutambahan adalah sebuah pura yang dibangun pada sebuah lahan yang luas yang berfungsi sebagai tempat berdoa untuk memohon kesuburan pada tanaman-tanaman di tegalan agar tumbuh dengan baik. Lokasi pura ini memang terletak di sebuah areal yang banyak didominasi tegalan atau kebun.

baca juga: Pura Sada Kapal, Wisata Religi Pura Bersejarah di Mengwi

Struktur Bangunan Pura Maduwe Karang Kubutambahan

Pura Maduwe Karang Kubutambahan memiliki teknik arsitektur serta tata letak yang sangat khas. Gaya seni yang dituangkan dalam setiap sudut pura sangat mencerminkan ciri khas seni dari masyarakat Bali Utara (Kabupaten Buleleng). Bahkan patung-patung serta ornamen-ornamen yang ada berbeda dengan pura-pura lain. Bangunan Pura Maduwe Karang ini jika dilihat dari kejauhan, mulai dari susunan batuan padas terbawah hingga di puncak padmasana tampak terlihat seperti bangunan piramida.

Pura Maduwe Karang Kubutambahan 3 1024x1024 Pura Maduwe Karang Kubutambahan, Pura dengan Patung dan Relief Unik di Bali

by LAuruS Myth

Bangunan Pura Maduwe Karang dibagi menjadi 3 tingkatan yakni Jaba Pura yang berada di luar lingkungan pura (Jabaan), Jaba Tengah, serta Jeroan (bagian dalam pura yang paling disucikan). Terdapat 2 buah tangga yang terbuat dari batu berupa tanjakan menuju Jaba Pura. Tepat di depannya dihiasi patung-patung dari batuan padas yang berjumlah 34 patung (berupa patung tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana).

Di antara patung-patung tersebut terdapat patung Kumbakarna yang terlihat sedang berkelahi dengan kera-kera yang dipimpin oleh Sugriwa. Di bagian lain terdapat juga pahatan seorang penunggang kuda terbang dan Astimuka. Tokoh tersebut dilukiskan sama persis dengan Sang Hyang Gana atau Dewa Ganesha (dewa yang bermuka gajah).

Pura Maduwe Karang Kubutambahan 1 Pura Maduwe Karang Kubutambahan, Pura dengan Patung dan Relief Unik di Bali

by Thomas Joyce

baca juga: Pura Goa Giri Putri Nusa Penida, Pura Unik yang Berada di Dalam Gua

Ada sebuah ukiran menarik yang terletak di dinding sebelah utara Pura Maduwe Karang, yakni ukiran seorang Belanda yang sedang menaiki sepeda. Dari sejarah yang ada bahwa pengendara tersebut adalah W.O.J. Nieuwenkamp (seorang pelukis Belanda yang terkenal). Beliau diketahui berkeliling Bali dengan mengendarai sepeda di tahun 1900-an dan melukis di semua tempat yang pernah ia singgahi. Setelah mengalami perbaikan akibat gempa yang pernah terjadi, roda sepeda kemudian diganti dengan berbentuk bunga teratai.

Karena merupakan tempat suci, setiap pengunjung wajib menjaga kesopanan dengan memakai pakaian adat bali atau setidaknya memakai kamen yang dipakaikan di pinggang. Wisatawan yang mayoritas datang ke tempat wisata ini adalah para wisatawan mancanegara. Mereka tertarik dengan tempat ini karena keunikan patung serta relief yang ada di Pura Maduwe Karang Kubutambahan ini.

Pura Maduwe Karang Kubutambahan 4 1024x1024 Pura Maduwe Karang Kubutambahan, Pura dengan Patung dan Relief Unik di Bali

by Sandy Perruzza

baca juga: Hutan Bambu Penglipuran Bangli, Tempat Wisata Instagramable di Bali

Lokasi Pura Maduwe Karang Kubutambahan

Secara administrasi masuk ke wilayah Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, sekitar 12 kilometer sebelah timur Kota Singaraja. Atau berjarak sekitar 1 kilometer dari pertigaan Kubutambahan, Kintamani dan Singaraja. Pura ini dibangun oleh para imigran lokal yang berasal dari Desa Bulian (Desa Bali Kuno) yang melakukan imigrasi ke Desa Kubutambahan.