Pura Tirta Empul Tampak Siring dan Keunikan Tradisi Melukat

Pura Tirta Empul Tampak Siring di Bali

Pura Tirta Empul Tampak Siring di Bali via nowbali

Ada tradisi yang unik dan menarik yang bisa dijumpai saat berkunjung ke di Bali. Setiap harinya, akan ada banyak wisatawan yang berbondong-bondong datang ke pura ini. Tak hanya wisatawan domestik, tapi juga wisatawan asing. Selanjutnya, mereka akan antre terjun ke sebuah kolam air yang ada di bagian dalam pura.

Pura Tirta Empul Tampak Siring ini terbagi menjadi tiga bagian, yakni Jaba Pura, Jaba Tengah dan yang terakhir adalah Jeroan. Di bagian Jaba Tengah, terdapat sebuah kolam yang mempunyai sebanyak kurang lebih 33 pancuran. Dan di sinilah biasanya para wisatawan antre untuk melakukan aktivitas penyucian yang oleh masyarakat Bali disebut dengan nama melukat.

Pura Tirta Empul Tampak Siring di Bali 1024x682 Pura Tirta Empul Tampak Siring dan Keunikan Tradisi Melukat

Pura Tirta Empul Tampak Siring di Bali via nowbali

Pancuran yang ada di Pura Tirta Empul Tampak Siring pun mempunyai nama masing-masing. Nama pancuran di tempat ini antara lain adalah 14 pancuran yang disebut dengan Pancuran Tirtha Pembersihan, 2 Pancuran Tirta Pelebur Kutukan dan Sumpah serta 6 pancuran Tirtha Penyakit Berat dan Tirtha Upakara. Dan sesuai dengan namanya, masing-masing pancuran di Pura Tirta Empul ini memiliki fungsi dan manfaatnya tersendiri.

baca juga: Pura Luhur Uluwatu, Pura Cantik dengan Pemandangan Laut yang Indah

Namun untuk ikut serta dalam upacara melukat, wisatawan harus mengikuti aturan yang ditetapkan pihak pura. Termasuk di antaranya adalah penggunaan kain kamen yang diikatkan pada bagian pinggang. Oleh masyarakat Hindu Bali, kamen merupakan salah satu sarana wajib pada saat melaksanakan upacara persembahyangan yang dilaksanakan di dalam pura.

Wisatawan tengah melakukan aktivtas melukat di Pura Tirta Empul Tampak Siring 1024x678 Pura Tirta Empul Tampak Siring dan Keunikan Tradisi Melukat

Wisatawan tengah melakukan aktivtas melukat di Pura Tirta Empul Tampak Siring via Balinatatour

Tak hanya bisa menyaksikan keberadaan kolam yang biasa digunakan untuk aktivitas melukat, Pura Tirta Empul ini juga mempunyai desain arsitektur unik. Terlebih bangunan pura ini sudah berdiri sangat tua. Menurut catatan sejarah, bangunan pura ini didirikan pada tahun 962 Masehi pada masa Pemerintahan Dinaswi Warmadewa.

baca juga: Pura Tanah Lot Bali, Destinasi Wisata Paling Indah di Pulau Dewata

Manfaat dan Tata Cara Melukat di Tirta Empul

Aktivitas melukat di Pura Tirta Empul Tampak Siring dipercaya mempunyai banyak manfaat oleh masyarakat Hindu Bali. Berbagai jenis penyakit bisa disembuhkan dengan cara melukat di tempat ini. Mulai dari penyakit ringan seperti sakit gigi hingga penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat tanah air seperti rematik dan asam urat. Tak hanya itu, melukat di sini juga dipercaya bisa enteng jodoh dan dapat melancarkan rezeki lho!

Pura Tirta Empul Tampak Siring 1024x683 Pura Tirta Empul Tampak Siring dan Keunikan Tradisi Melukat

Pancuran air tempat yang biasa digunakan untuk aktivitas melukat di Pura Tirta Empul Tampak Siring via balihellotravel

baca: Pura Ulun Danu Bratan, Perpaduan Wisata Religi dengan Pemandangan Indah Mengagumkan

Dalam aktivitas melukat, para traveler juga harus mengikuti tata cara yang berlaku. Termasuk di antaranya adalah meletakkan canang di atas pancuran yang ingin digunakan untuk melukat. Tak hanya itu, Anda juga diharuskan untuk menyampaikan doa serta permohonan yang diinginkan pada aktivitas melikat tersebut. Tak lupa, mereka yang melakukan aktivitas melikat di sini juga akan menangkupkan kedua tangan sebagai salah satu proses ritual.

Harga Tiket Masuk Pura Tirta Empul Tampak Siring

Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat ini akan dikenakan tarif masuk sebesar Rp30.000,00 per orang. Tempat ini buka dari pukul 08.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA. Selain bisa memasuki area Pura Tirta Empul, para pengunjung juga bisa melihat keberadaan Istana Tampak Siring yang lokasinya bersebelahan. Sayangnya, Istana Tampak Siring tidak dibuka untuk umum. Jadi, para pengunjung hanya bisa menyaksikan keberadaan istana presiden ini dari luar bangunan.