Taman Nasional Bali Barat, Lebih Dekat dengan Burung Jalak Bali di Sini

taman nasional bali barat

Burung jalak Bali yang merupakan hewan endemik Pulau Bali di Taman Nasional Bali Barat via Penabiru

layak untuk dijadikan pilihan saat berlibur ke Bali bersama dengan keluarga. Di tempat ini, wisatawan akan diajak untuk menengok lebih dekat kehidupan burung Jalak Bali yang dikenal sebagai burung endemik sekaligus burung langka yang ada di Pulau Dewata.

taman nasional bali barat 1 1024x680 Taman Nasional Bali Barat, Lebih Dekat dengan Burung Jalak Bali di Sini

Burung jalak Bali yang merupakan hewan endemik Pulau Bali di Taman Nasional Bali Barat via Penabiru

Keberadaan Taman Nasional Bali Barat ini sudah berlangsung sejak lama, tepatnya pada tanggal 24 Maret 1911. Pada saat itu, keberadaan taman nasional yang satu ini dirintis oleh ahli biologi dari Jerman yang bernama Dr. Baron Stressman. Dalam kunjungannya itu, Baron ternyata menjumpai keberadaan burung Jalak Bali yang merupakan hewan endemik Pulau Dewata.

Sejak itu, keberadaan tempat ini sebagai lokasi konservasi hewan langka pun berkembang pesat. Bahkan Pemerintah Indonesia telah berusaha untuk memerluas area taman nasional. Saat ini, Taman Nasional Bali Barat mencakup area seluas 190 kilometer persegi, termasuk di antaranya adalah 158 kilometer persegi yang berupa daratan.

taman nasional bali barat 2 1024x670 Taman Nasional Bali Barat, Lebih Dekat dengan Burung Jalak Bali di Sini

Area hutan bakau di Taman Nasional Bali Barat via Wikipedia

Hewan langka yang tinggal di kawasan Taman Nasional Bali Barat bukan hanya burung Jalak Bali. Ada pula deretan hewan langka lain yang ada di taman nasional ini. MUlai dari kera hitam, kera abu-abu, kijang, kucing liar, banteng Jawa, kancil, ataupun berbagai hewan langka lain yang berasal dari Indonesia. Tak ketinggalan, di sini juga terdapat keberadaan flora langka seperti pohon cendana, sono keling, sawo kecik, dan bayur.

baca juga: Pantai Bingin, Kesunyiannya Tak Mampu Sembunyikan Keindahannya

Taman Nasional Bali Barat ini terbagi menjadi tiga zona yang mempunyai fungsi masing-masing. Mulai dari zona inti yang digunakan untuk lokasi penelitian, zona rimba yang bisa dimasuki oleh para wisatawan dan merupakan zona penunjang untuk zona inti, serta yang terakhir adalah zona pemanfaatan intensif, yang khusus ditujukan untuk aktivitas wisata.

Para wisatawan pun akan bisa dengan bebas mengeksplorasi wilayah-wilayah yang termasuk dalam zona pemanfaatan intensif. Di antaranya adalah Prapat Agung, Bakungan, Pulau Menjangan, Klatakan, serta Teluk Prima. Berbagai aktivitas pun bisa dilakukan wisatawan. Mulai dari aktivitas pengamatan burung, snorkeling, trekking, ataupun diving.

baca juga: Bali Safari and Marine Park, Tempat Liburan Keluarga yang Seru

Taman Nasional Bali Barat ini juga terdiri dari berbagai jenis habitat. Para wisatawan yang doyan berkunjung ke wisata alam bakal benar-benar terpuaskan ketika berkunjung ke tempat ini. Terlebih di sini, wisatawan bisa menyaksikan hamparan sabana yang luas disertai dengan sisa-sisa gunung api. Tak lupa, di sini juga terdapat Gunung Patas yang merupakan titik tertinggi di kawasan taman nasional.

Tiket Masuk Taman Nasional Bali Barat

Para wisatawan bisa berkunjung dan menikmati segala fasilitas yang ada di taman nasional ini dengan tiket masuk yang cukup murah lho. Untuk para wisatawan lokal, dikenakan tarif masuk sebesar Rp20.000,00 per orang. Sementara untuk wisatawan asing, terdapat tiket masuk sebesar Rp25.000,00 per orang.

Khusus untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Menjangan, harus menyewa perahu sebagai sarana penyeberangan. Harga sewa perahu seharga Rp250.000,00 per empat jam. Sementara untuk tempat menginap, bisa memilih di kawasan Pelabuhan Gilimanuk ataupun di sekitar Labuhan Lalang.

Lokasi Taman Nasional Bali Barat

Untuk masuk ke area taman nasional, terdapat dua pintu masuk yang bisa dilalui. Pintu masuk pertama terletak di Gilimanuk yang menjadi pintu gerbang Pulau Bali dari Pulau Jawa. Sementara pintu masuk lainnya ada di Singaraja.