Terasering Jatiluwih Tabanan, Wisata Alami yang Menyejukkan Mata

Terasering Jatiluwih Tabanan

Instagram photo by S Pradipta

dengan undak-undak sawah tertata sangat indah dan rapi bak lukisan alam. Hijaunya tanaman padi juga merupakan nilai lebih sehingga wisatawan yang datang senantiasa terkesima oleh keindahan alam yang tercipta. Berkat pemandangan inilah, Jatiluwih banyak dikunjungi oleh para wisatawan, baik asing ataupun lokal.

Terasering Jatiluwih Tabanan 1 Terasering Jatiluwih Tabanan, Wisata Alami yang Menyejukkan Mata

Instagram photo by พริก ชิษณุพงค์ อินทร์แก้ว

Bahkan keindahan yang dimiliki oleh terasering Jatiluwih Tabanan ini tak kalah dengan terasering Tegalalang di Ubud. Jika di Tegalalang luas sawahnya hanya sekitar beberapa hektar saja, namun di Jatiluwih lahan persawahan membentang luas hingga mencapai ratusan hektar. Sampai sejauh mata memandang yang nampak hanya hamparan persawahan luas yang menghijau.

baca juga: Wisata ala Pedesaaan di Terasering Sawah Tegalalang Ubud

Terasering Jatiluwih Tabanan 2 1024x849 Terasering Jatiluwih Tabanan, Wisata Alami yang Menyejukkan Mata

Instagram photo by @trilingualtraveler

Masyarakat desa Jatiluwih yang bermata pencaharian sebagai petani masih menggunakan cara tradisional dalam mengerjakan lahan pertaniannya. Bahkan sistem irigasi (Subak) masih dipergunakan untuk mengairi sawah-sawah mereka. Bahkan karena sistem pertanian yang menggunakan konsep filosofi Tri Hita Karana

Filosofi tentang keseimbangan antara manusia dengan sesama manusia, manusia dengan lingkungan alam, serta manusia dengan Tuhan Sang Pencipta.  Hal inilah yang membuat Jatiluwih ditetapkan oleh UNESCO sejak 29 Juni 2012 sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD).

Terasering Jatiluwih Tabanan 3 1024x1024 Terasering Jatiluwih Tabanan, Wisata Alami yang Menyejukkan Mata

Instagram photo by Peter Szinek

baca juga: Bukit Jambul Karangasem, Pemandangan Hijau Menyejukkan Mata di Bali

Wisatawan yang datang ke Jatiluwih lebih banyak ingin mengetahui cara bercocok tanam padi di sawah-sawah ini. Aktifitas bercocok tanam para petani di sini menjadi daya tarik utama dan suatu hal yang menarik untuk diketahui oleh para wisatawan.

Kegiatan petani di sawah mereka masih menggunakan alat-alat dan cara-cara tradisional seperti mencangkul, nampadin (membersihkan pematang-pematang sawah), ngelampit (membajak lahan sawah), melasah (meratakan tanah sawah), nandur (menanam padi), dan lainnya.

Terasering Jatiluwih Tabanan 4 1024x1024 Terasering Jatiluwih Tabanan, Wisata Alami yang Menyejukkan Mata

Instagram photo by S Pradipta

Wisatawan yang datang ke Jatiluwih lebih banyak ingin mengetahui cara bercocok tanam padi di sawah-sawah ini. Aktifitas bercocok tanam para petani di sini menjadi daya tarik utama dan suatu hal yang menarik untuk diketahui oleh para wisatawan.

baca juga: Liburan Romantis dan Seru di Ladang Bunga Marigold Bali

Kegiatan petani di sawah mereka masih menggunakan alat-alat dan cara-cara tradisional seperti mencangkul, nampadin (membersihkan pematang-pematang sawah), ngelampit (membajak lahan sawah), melasah (meratakan tanah sawah), nandur (menanam padi), dan lainnya.

Obyek wisata terasering Jatiluwih ini dapat ditempuh dalam sekitar 1,5 jam perjalanan dari kota Denpasar. Dengan menempuh jarak sekitar 50 kilometer perjalanan. Sudah terdapat berbagai fasilitas penunjang pariwisata diantaranya area parkir yang memadai, gazebo sebagai tempat untuk beristirahat, toilet, beberapa penginapan maupun restoran-restoran.

Waktu Terbaik Berkunjung ke Terasering Jatiluwih Tabanan

Waktu terbaik untuk mengunjungi Jatiluwih adalah pagi sekitar pukul 08.00 hingga sore hari sekitar pukul 17.00. Pada jam-jam tersebut aktivitas pertanian banyak dijumpai. Karena tingginya  curah hujan di kawasan Jatiluwih sehingga sangat direkomendasikan agar para wisatawan selalu menyiapkan payung ataupun jas hujan sebelum mengunjungi Jatiluwih. Atau bahkan disarankan agar pengunjung memantau terlebih dahulu prakiraan cuaca sehari sebelumnya.

Antara Februari sampai April adalah waktu terbaik untuk berkunjung karena pada bulan tersebut tanaman padi tumbuh tinggi, hijau dan menguning. Pada bulan Juni sampai Juli (sasih Sada), tanaman padi siap dipanen dan aktifitas memanen akan banyak dijumpai.

Lokasi Terasering Jatiluwih Tabanan

Desa Jatiluwih terletak di wilayah Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.