Uniknya Tradisi Makepung, Lomba Naik Kerbau di Jembrana

Tradisi Makepung

by Darojat FC

Jika di Madura terkenal akan tradisi Karapan Sapi, maka di Bali ada tradisi yang sama yang bernama . Berbeda dengan Karapan Sapi di Madura, hewan yang digunakan dalam Makepung adalah kerbau.

Dalam Bahasa Indonesia, tradisi Makepung bermakna berkejar-kejaran. Tradisi ini sudah lama melekat di masyarakat Bali sebagai lomba pacu kerbau. Pada awalnya hanya berupa kegiatan iseng para petani di sela-sela kegiatan membajak sawah. Ketika itu, kerbau dipacu dengan diikatkan pada sebuah gerobak yang dikendarai oleh seorang joki.

Tradisi Makepung 1 Uniknya Tradisi Makepung, Lomba Naik Kerbau di Jembrana

by Andy Rahman

Lama kelamaan, Makepung ini semakin banyak diminati orang. Terbukti banyaknya penonton yang datang ketika permainan ini dilakukan. Sehingga hingga saat ini tradisi Makepung dianggap sebagai sebuah atraksi budaya yang menarik dan harus dilestarikan.

baca juga: Menikmati Pesona Wisata Alam Bukit Campuhan Ubud yang Mengagumkan

Untuk semakin melestarikan tradisi Makepung, Pemerintah setempat secara khusus membuat agenda tahunan berkaitan dengan Makepung. Bahkan Bupati Cup dan Jembrana Cup telah menjadi agenda tahunan yang selalu diselenggarakan.

Dalam Makepung, terdapat dua kelompok yang berbeda. Kelompok Ijogading Barat berbendera hijau, sedangkan kelompok Ijogading Timur berbendera merah. Pembagian kelompok ini berdasarkan aliran Sungai Ijogading yang membelah ibu kota Kabupaten Jembrana.

Tradisi Makepung 2 Uniknya Tradisi Makepung, Lomba Naik Kerbau di Jembrana

by Bram Paulussen

Penentuan pemenang pada tradisi Makepung tak selazim perlombaan pada umumnya. Biasanya pemenang ditentukan oleh siapa yang tercepat mencapai garis finish. Namun tidak demikian dengan Makepung. Pemenang ditentukan oleh seberapa lebar jarak yang dapat dibuat oleh peserta yang bertanding.

baca juga: Menyaksikan Keindahan Bunga Anggrek di Bali Orchid Garden

Biasanya jarak yang ditentukan adalah 10 meter. Jika peserta di depan dapat memperlebar jarak lebih dari 10 meter dengan peserta di belakang, maka peserta yang di depan tersebut adalah pemenangnya.

Lomba Balap Kerbau dalam Tradisi Makepung

Sebaliknya jika peserta yang di belakang dapat mempersempit jarak kurang dari 10 meter dengan peserta yang di depan, maka peserta yang di belakang menjadi pemenang. Itulah uniknya Makepung dalam penentuan pemenang perlombaan. Jalur yang ditempuh berupa tanah yang berbentuk huruf “U” dengan panjang 1-2 kilometer.

Peserta Makepung juga harus “berdandan” baik itu joki pengendara, gerobak penarik ataupun kerbaunya. Mereka harus dihias dengan berwarna warni riasan. Mulai dari cat warna-warni pada gerobak, penutup kepala pada kerbau, hingga bendera yang berwarna merah atau hijau (tanda kelompok).

Tradisi Makepung 3 1024x1024 Uniknya Tradisi Makepung, Lomba Naik Kerbau di Jembrana

by HINDU-BALI 1995

Kerbau yang dipilih untuk Makepung juga bukan sembarang kerbau. Kerbau pacuan merupakan kerbau terbaik. Sebelum mengikuti pacuan, kerbau di beri makanan serta ramuan-ramuan khusus. Ini dimaksudkan agar kerbau memiliki stamina ekstra sehingga bisa kuat dalam pertandingan. Bahkan sebelum kompetisi dimulai, pemilik kerbau melakukan ritual-ritual khusus.

Sayangnya untuk memacu kerbau agar berlari cepat, sang joki menyabetkan sebuah tongkat kayu yang diberi paku-paku kecil ke tubuh kerbau. Sehingga kerbau akan tampak berdarah-darah ketika perlombaan selesei. Meskipun demikian, pemilik meyakinkan bahwa luka-luka pada kerbau tersebut bisa cepat sembuh dengan obat tradisional yang mereka oleskan pada tubuh kerbau.

Tradisi Makepung 4 Uniknya Tradisi Makepung, Lomba Naik Kerbau di Jembrana

by Darojat FC

Walaupun ada kekerasan terhadap binatang, namun karena Makepung sudah merupakan tradisi turun menurun yang harus dilestarikan sehingga harus tetap dijaga. Diharapkan ke depan pihak penyelenggara memberikan peraturan yang mengatur tentang hal ini, karena tradisi Makepung bukan hanya ditonton wisatawan asing namun juga anak-anak.

Waktu Perhelatan Tradisi Makepung di Jembrana

Makepung biasa dihelat pada bulan April, Mei, atau Juni dan dapat Anda temui di Kabupaten Jembrana Bali. Tradisi ini gratis bagi siapapun yang ingin melihat sambil melestarikan tradisi budaya leluhur.