Wisata Budaya Menyaksikan Kemegahan Pura Luhur Lempuyangan Bali

Pura Luhur Lempuyangan Bali

Pintu Gerbang Pura Luhur Lempuyangan Bali via

 adalah sebuah lokasi wisata religi dan merupakan kawasan sakral bagi umat Hindu di Pulau Dewata. Berlokasi di Desa Tista, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Pura Luhur Lempuyangan yang berada di puncak bukit Bisbis ini, difungsikan sebagai tempat suci untuk memuliakan dan memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam perwujudannya sebagai stana Hyang Gni atau Dewa Isawara.

Sebelum para wisatawan berkunjung ke pura suci ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Karena lokasinya berada di atas gunung, ketahanan fisik perlu dipersiapkan terlebih dahulu agar Anda kuat untuk menaiki sekitar 1750 anak tangga untuk mencapai Pura Luhur Lempuyangan.

Pura Luhur Lempuyangan Bali 2 1024x684 Wisata Budaya Menyaksikan Kemegahan Pura Luhur Lempuyangan Bali

Pintu Gerbang Pura Luhur Lempuyangan Bali via topindonesiaholidays

Pantangan Selama Berkunjung ke Pura Luhur Lempuyangan Bali

Dan ada beberapa pantangan yang harus pengunjung patuhi seperti tidak boleh berkata kasar dalam perjalanan menuju lokasi, orang cuntaka atau orang berduka (seperti keluarga meninggal), wanita yang sedang haid, menyusui, anak kecil yang gigi susunya belum tanggal sebaiknya tidak diajak mengunjungi pura, serta tidak boleh membawa atau makan daging babi di lokasi.

baca juga: Istana Tampak Siring, Destinasi Wisata Sejarah Eksotis di Bali

Karena lokasi Pura Luhur Lempuyangan sangat suci, masyarakat Hindu yang hendak bersembahyang juga harus tulus ikhlas dalam berdoa dan konon kata “lelah” pantang diucapkan di sini. Sementara bagi para wisatawan, pura ini juga menjadi tantangan tersendiri. Terutama karena untuk menuju ke sana, wisatawan diharuskan untuk menaiki ribuan anak tangga.

Pura Luhur Lempuyangan Bali 1 1024x685 Wisata Budaya Menyaksikan Kemegahan Pura Luhur Lempuyangan Bali

Kemegahan Pura Luhur Lempuyangan Bali via siddhartha-bali

Pura Luhur Lempuyangan berasal dari kata lempuyang yang berarti lampu, sinar dan hyang untuk menyebut Ida Shang Hyang Widhi. Dari kata tersebut sehingga lempuyang memiliki makna sinar suci Ida Shang Hyang Widhi yang bersinar terang.

baca juga: Pura Luhur Batukaru, Pura Suci Masyarakat Hindu Bali

Di Pura Luhur Lempuyangan terdapat sebuah Stana Dewa atau pelinggih yang dinamakan Tirta Pingit. Tirta Pingit ini adalah air suci yang berasal dari tiga buah rumpun bambu. Jika pemedek (umat Hindu) ingin mendapatkan tirta atau air suci ini maka para pemangku (orang suci) akan memotong batang bambu dari rumpun itu.

Kemudian dari batang bambu tersebut akan keluar air. Air yang keluar  itulah yang dinamakan Tirta Pingit. Pelinggih Tirta Pingit ini terletak diantara rerumpunan bambu yang tumbuh di puncak pada lokasi Pura Luhur Lempuyangan.

Lokasi Pura Luhur Lempuyangan Bali

Dari kota Denpasar, lokasi Pura Luhur Lempuyangan dapat dicapai melalui kawasan wisata Candi Dasa melewati kota Amlapura (ibukota Kabupaten Karangasem) ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dengan mobil. Alternatif jalur lainnya adalah melewati Kecamatan Selat Karangasem, melalui kota Semarapura dengan mengambil jalur yang ke arah jalan ke Besakih.

baca juga: Pura Goa Gajah Ubud, Pura Tertua dengan Desain Arsitektur yang Mengagumkan

Lokasi Pura Luhur Lempuyangan memiliki keunikan tersendiri yakni keindahan alam yang masih murni, terutama kawasan hutannya. Kondisinya tidak terjamah sehingga daerah lembah serta pesisir Bali sebelah timur terlihat sangat menakjubkan. Pohon-pohon tropis yang tumbuh sangat subur dan lebat.

Tak heran bilamana dikatakan sebagai paru-paru Pulau Dewata. Riuhnya kicauan burung di alam bebas, dan banyaknya kera-kera liar yang tampak bergelantungan, suguhan alam tersebut menjadi hiburan yang menyenangkan selama dalam perjalanan. Dijamin, berkunjung ke pura indah yang satu ini tidak bakal bosan. Bahkan tidak jarang wisatawan yang memilih untuk datang ke sini berulang kali.