Wisata Pemakaman Trunyan Kintamani, Bali

trunyan kintamani bali 1024x480 » Wisata Pemakaman Trunyan Kintamani, Bali

trunyan kintamani bali » Wisata Pemakaman Trunyan Kintamani, Bali

Saat mendengar tentang wisata , tentu Anda akan membayangkan hal-hal yang menyeramkan karena memang sangatlah identik dengan kematian atau bahkan hantu. Walaupun begitu, sebenarnya wisata juga tidak melulu berkaitan dengan hanya hal-hal tersebut saja. Hal ini bisa Anda buktikan dengan mencoba salah satu wisata yang ada di wilayah , yang memang sudah terkenal di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara.

Secara umum, bisa dijelaskan bahwa Desa Trunyan sudah lama dikenal dengan tradisi pemakamannya yang cukup berbeda dengan wilayah lain, termasuk juga Ngaben, yang sebenarnya juga sangatlah terkenal di Bali. Di Trunyan, jenazah biasanya hanya diletakkan begitu saja di area pemakaman tanpa dikubur terlebih dahulu. Karena hal itu, sangatlah wajar jika disekitar area pemakaman banyak ditemukan jenazah, bahkan yang sudah menjadi tulang-belulang. Uniknya, area pemakaman tersebut tidaklah dipenuhi dengan aroma yang tidak sedap. Menurut cerita lokal, salah satu alasannya adalah karena ditengah pemakaman ini sendiri tumbuh pohon Taru Menyan yang cukup besar dan mempunyai aroma khas menyan yang bisa menghilangkan semua aroma tidak sedap di area tersebut.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, wisata yang dilakukan di area pemakaman di Desa Trunyan mungkin memang terasa sedikit menyeramkan terutama bagi kaum awam. Akan tetapi, pilihan wisata yang satu ini juga sangatlah kental akan unsur budaya lokal masyarakat Trunyan itu sendiri. Karena itulah ini juga dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata di sana guna memperkenalkan dan juga melestarikan warisan leluhur. Karena hal itulah, berwisata di wilayah Trunyan sebenarnya juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena sembari berwisata untuk mengenal lebih jauh mengenai salah satu budaya lokal di Trunyan kita juga harus menghormati budaya tersebut. Karena alasan itulah biasanya berwisata ke Trunyan juga ditawarkan dalam bentuk paket wisata dimana jasa guide juga sangatlah dibutuhkan.

Wilayah pemakaman Trunyan juga tidak bisa dijangkau dengan mudah. Anda perlu menaiki perahu untuk menyebrangi Danau Batur menuju ke Trunyan.Jarak tempuh penyebrangan itu sendiri adalah sekitar 45 menit dan tentunya hanya bisa ditempuh saat cuaca sedang baik. Karena itulah, petualangan wisata ini sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak awal bahkan saat Anda belum sampai ke area pemakaman itu sendiri. Untuk bisa menikmati wisata yang sarat akan unsur budaya lokal ini sendiri, kocek yang harus Anda keluarkan tidaklah terlalu banyak karena kisarannya masih berada di bawah Rp. 200.000. selain itu, sebenarnya paket wisata ini tidak hanya akan menghantarkan Anda untuk mengenal cara pemakaman jenazah khas Trunyan saja, tetapi juga mengajak Anda untuk mengenal penduduk dekat dan budaya serta kebiasaannya. Anda juga bisa mengunjungi salah satu pura yang terletak di tengah desa sebagai salah satu tempat ibadat masyarakat lokal.