Berbagai Jenis dan Fungsi Pura Swagina di Bali


Bali terkenal dengan keindahan alam, juga adat budayanya yang menarik. Selain itu, sebagai tempat beribadah umat Hindu, pura juga memiliki keunikan dan keindahan tersendiri yang menarik bagi wisatawan yang berkunjung di Bali. Pura Swagina adalah salah satu pura yang menarik untuk dipahami fungsi dan jenisnya.

Jenis-Jenis Pura Swagina

pura swagina » Berbagai Jenis dan Fungsi Pura Swagina di Bali
Sumber: hindualukta.blogspot.com

Arti swagina bahasa Bali adalah pekerjaan atau mata pencaharian. Orang dengan mata pencaharian tertentu akan mendatangi pura yang sesuai untuk melakukan ibadah. Agar lebih jelas, di bawah ini akan dibahas beberapa jenis pura fungsional khusus untuk mata pencaharian ini.

1. Pura Untuk Nelayan (Pura Pabean)

Pura Pabean ini merupakan pura yang didirikan untuk beribadah bagi masyarakat dengan mata pencaharian sebagai nelayan dan pencari ikan di laut. Pura ini merupakan suatu bentuk penghormatan dan rasa syukur yang diberikan oleh umat Hindu atas penghidupan yang berasal dari laut.

Pura Pabean di Pulaki, Buleleng, dahulunya merupakan tempat persinggahan para pelaut yang melintas di perairan Bali. Lokasinya berseberangan dengan pura Agung Pulaki dan berada di pesisir pantai. Pura Pabean ini memiliki pemandangan yang asri dan indah. Dari pura, tampak ombak di tepian pantai yang datang beriringan.

Karena lokasi tempat berdirinya Pura Pabean di Buleleng ini merupakan tempat singgah para pelaut dari berbagai wilayah, tak heran jika tampak adanya akulturasi budaya di dalamnya. Pengaruh budaya cina, bugis, dan melayu, tapak memperkaya bentuk ornamen-ornamen yang ada di pura.

2. Pura Untuk Petani

Tidak hanya nelayan, masyarakat Bali juga ada yang memiliki mata pencaharian sebagai petani. Kegiatan mengolah tanah, merawat tanaman yang diharapkan hasilnya, membuat kelompok masyarakat ini memiliki keterkaitan erat dengan air. Unsur alam satu ini dianggap sebagai sumber penghidupan mereka.

Untuk itulah, dibangun pura pemujaan bagi umat dengan mata pencaharian petani, umumnya berada dekat dengan sumber air. Pura jenis ini sering dikenal dengan beberapa sebutan Ulun Danu, Ulun Siwi, bedugul, Masceti, dan Subak. Fungsi pura ini adalah untuk tempat ibadah masyarakat petani agar selalu diberi limpahan berkah dan kemakmuran dari hasil bertani.

Terdapat empat pura yang berada di danau-danau di Bali. Di antaranya adalah danau Beratan, uyan, Tamblingan dan Batur. Sebagai sumber air yang dapat menghidupi dan menyuburkan daerah sekitarnya, dibangunlah pura yang disebut Ulun Danu di daerah tersebut. Jadi, ada pura Ulun Danu Batur, Ulun Danu Beratan, dan lainnya.

3. Pura Untuk Pedagang

Berikutnya adalah Pura Melanting. Fungsi Pura Swagina yang satu ini adalah sebagai tempat beribadah bagi umat Hindu yang memiliki mata pencaharian sebagai pedagang atau orang dengan ikatan kekaryaan. Pura ini ditujukan untuk menghormati Bhatari Melanting sebagai pelindung perputaran perekonomian.

Di Buleleng, Bali, juga ada pura Melanting ini. Letaknya berada di tengah hutan dengan pemandangan yang sangat indah. Itulah sebabnya banyak wisatawan yang datang mengunjunginya. Meskipun harus menyusuri jalanan hutan dan melewati pemukiman penduduk, sesampainya di pura, pengunjung disuguhi suasana menyegarkan dan pemandangan indah.

Bali Memiliki Beragam Jenis Pura

Setiap pura yang dibangun di Bali memiliki karakteristik dan fungsinya masing-masing. Ada pura Kahyangan jagat, yang merupakan tempat untuk memuja Tuhan. Ada juga Pura Kahyangan Tiga yang menjadi tempat memuja ketiga Dewa, yaitu Dewa Brahma, Dewa Siwa, dan Dewa Wisnu.

Baca Juga: Jenis-Jenis Pura di Bali Berserta Fungsinya

Kemudian, ada juga pura untuk orang-orang yang memiliki mata pencaharian tertentu, atau biasa disebut Swagina. Pura ini memiliki fungsi khusus sebagai tempat pemujaan sebagai rasa syukur dan pengharapan atas berkah dari penghidupan yang diperoleh. Pura ini biasanya terletak di tempat-tempat yang menjadi pusat mata pencaharian. Misalnya, laut atau sumber mata air.

Selanjutnya ada jenis Pura Kawitan. Ini merupakan pura yang dibangun dengan didasarkan pada sebuah garis keturunan. Pura ini memiliki fungsi untuk melakukan pemujaan pada Dewa Atma Siddha Dewata. Dapat dikatakan pura ini merupakan wujud penghormatan masyarakat terhadap leluhur. 

Dilihat dari perbedaan fungsinya, memang wajar jika beragam pura yang ada di Bali sangat banyak. Masing-masing pura memiliki peruntukannya sendiri. Selain itu, sejarah saat membangunnya pun membuat setiap pura yang ada memiliki karakteristik yang membuatnya unik. 

Selain itu, masyarakat Bali yang luwes juga terbuka untuk terjadinya akulturasi budaya. Percampuran kebudayaan berbeda inilah yang membuat arsitektur pura menjadi lebih kompleks dan tampak unik. Hal ini semakin memperkaya khasanah budaya yang ada di Bali.

Itulah tadi pengertian, jenis-jenis dan fungsi Pura Swagina yang ada di Bali. Tatanan kehidupan masyarakat Hindu di Bali yang sangat religius membuat tempat ibadah ini terjaga dengan baik. dari sekian banyak jenis dan jumlah yang ada, tak heran jika Bali juga memiliki julukan sebagai Pulau Seribu Pura.


Like it? Share with your friends!

Jarot Triguritno
Jarot is a content writer at Kintamani. He keeps on pursuing opportunities to engage with more people through articles about travel

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *