Keren! Bunga Pucuk Bang Terpilih Jadi Maskot Bangli


Pucuk-pucuk merah di sela hijau dan coklat tangkai yang menopangnya, membuat pucuk bang indah dan memesona. Tanaman dengan nama latin Syzygium oleana sp ini memang indah dan mudah perawatannya. Sehingga banyak ditanam sebagai tanaman peneduh sekaligus tanaman hias di berbagai sudut taman atau jalan. 

Menariknya lagi, baru-baru ini tanaman pucuk bang dijadikan maskot di daerah Bangli, Bali. Tentu saja, pengakuan ini bukan semata-mata karena tanaman dengan daun oval berujung lancip ini indah. Akan tetapi, ada nilai-nilai historical dan juga manfaatnya yang luar biasa. Sehingga penobatannya sebagai maskot dilakukan.

Fakta Menarik Pucuk Bang

bunga pucuk bang

Seperti disinggung di atas, mengenai penetapan maskot Bangli untuk tanaman yang masuk genus Syzygium ini. Sejarahnya sendiri sangat panjang, karena sejak tahun 1990 sudah digaungkan. Namun, di tahun 2021 ini kembali diangkat untuk disetujui di level pemerintahan yang lebih tinggi lagi. Dari sekian banyak fakta menarik yang ada, berikut ini ulasan singkatnya.

1. Kemampuan Regenerasi

Jika kebanyakan tanaman dominan menggunakan salah satu cara regenerasi, yaitu vegetatif atau generatif. Maka tanaman cantik dengan pucuk-pucuk merona merah ini, mampu menggunakan keduanya. Sehingga, proses perbanyakan lebih cepat untuk keperluan ekonomi maupun kepentingan lainnya. 

Cara perkembangan secara vegetatif banyak macam. Mulai dari stek batang, stek pucuk, sambung atau enten, okulasi dan cangkok. Untuk jenis tunas akan belum pernah dilaporkan, namun untuk proses ala tanaman berkambium, sudah dicoba dan berhasil. Jika tertarik untuk mengembangkan secara generatif, bisa menunggu hingga berbunga dan berbiji sebelum akhirnya disemaikan. 

Layaknya kelompok Syzygium, bentuk morfologi bunga tanaman pucuk bang ini pun mirip jambu-jambu-an tersebut. Aromanya yang khas dan menarik perhatian, sangat sesuai untuk tata kota yang indah. Buahnya pun berukuran mungil, jadi aman jika rontok dan mengenai pengguna jalan jika digunakan untuk peneduh. Bentuknya bulat pipih berwarna merah, dengan cekungan di bagian tengah sangat estetik untuk jadi bahan fotografi. 

2. Kaya Manfaat

Sudah bukan rahasia lagi jika tanaman dengan sistem perakaran kuat ini memiliki banyak manfaat. Misalnya saja, untuk mencegah erosi. Hal ini dikarenakan struktur akarnya yang kompleks dan kuat, mampu menahan tanah dari gerusan air. Belum lagi kemampuannya dalam menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida, sangat bagus untuk peneduh jalan. 

Kerennya lagi, di dalam tanaman merah cantik ini, terdapat kandungan minyak atsiri dan antioksidan. Jadi menyuling daun-daun kering dan perbungannya, akan menghasilkan aroma unik yang menenangkan. Sedangkan antioksidan sendiri mampu menangkal radikal bebas jika dikonsumsi menjadi seduhan air panas. 

Tidak cukup itu saja, warna merah yang muncul di pucuknya. Menandakan bahwa tanaman pucuk bang ini memiliki warna alami yang cantik. Sehingga, bisa dimanfaatkan untuk pewarna alami. Apalagi mau bereksperimen seni shibori, tentu menarik jika menggunakan pewarna alami ini.  Bahkan, warna yang dihasilkannya aman untuk pewarna makanan. Terbayangkan bagaimana serunya jika mengeksplorasi tanaman keren ini?

3. Perawatannya yang Sederhana

Khawatir mati dan sulit merawatnya? Jangan khawatir dengan tanaman pucuk merah ini. Karena jenis tanaman ini bisa mudah beradaptasi mulai darah dataran tinggi hingga pesisir laut. Perawatan pun tidaklah rumit. Cukup pangkas secara berkala agar pucuk-pucuk merahnya yang merona malu-malu tampak dominan. Penyiraman pun normal saja, karena tanaman ini mampu menyimpan air dengan baik di bagian akarnya. 

Dalam beberapa laporan, tanaman ini bisa tumbuh hingga lima sampai enam meter jika ternutrisi dengan baik. Saat kemarau pun akan menggugurkan sedikit daun-daunnya dan kembali merona saat musim hujan datang dengan pucuk-pucuk menggemaskannya. Pemupukan tidak diperlukan jika kondisi nutrisi tanah masih baik. Namun jika di dalam pot, lakukan penggantian media minimal satu tahun sekali dan pemupukan empat bulan sekali demi menjaga kesehatannya. 

4. Sebagai Maskot Bangli

Nggak heran juga kalau tanaman ini menjadi maskot. Karena di daerah Bangli, hampir setiap sudut ada tanaman pucuk merah yang berdiri dengan menawan. Di jalan-jalan, taman, halaman rumah bahkan pekarangan. Warna merahnya yang ranum dan memesona menjadikan Bupati Ida Bagus Gede Agung Ladip pada tahun 1990 sudah menggaungkannya hingga di tahun 2000an. 

Puncaknya, pada Maret 2021 ini, pemerintah sudah menurunkan SK resmi terkait penggunaan tanaman pucuk merah ini untuk dipakai saat memasuki pura. Jadi simbol unik masyarakat Bangli yang sudah akrab dengan tanaman beraroma khas ini. Jadi, kalau berkunjung ke Pura Bangli, jangan lupa dengan tanaman merah merona ini ya. Sebab sudah diresmikan menjadi maskot.

Demikianlah ulasan mengenai pucuk bang yang kaya manfaat dan kini sudah ditetapkan menjadi maskot Bangli. Penampakannya yang cantik dan elegan, mudah perawatan, manfaatnya banyak dan luar biasa, tentu menjadi pertimbangan masyarakat Bangli untuk menjadikannya sebagai maskot. Belum lagi nilai-nilai filosofis yang dibawanya, tentu menambah kuat alasan untuk pengesahannya jadi maskot. 


Like it? Share with your friends!

Jarot Triguritno
Jarot is a content writer at Kintamani. He keeps on pursuing opportunities to engage with more people through articles about travel