Candi Kalibukbuk Buleleng, Cagar Budaya Bukti Sejarah Perkembangan Agama Budha di Bali

Candi Kalibukbuk Buleleng

via Kemdikbud

Pulau Bali memang mempunyai julukan sebagai pulau seribu pura dan menjadi pulau dengan mayoritas penduduk beragama Hindu. Namun, pulau ini juga menjadi domisili umat beragama lainnya sejak dulu, termasuk umat Budha. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan sejarah yang bisa ditemukan di Bali, salah satunya adalah Candi Kalibukbuk Buleleng.

Candi Kalibukbuk Buleleng 1 » Candi Kalibukbuk Buleleng, Cagar Budaya Bukti Sejarah Perkembangan Agama Budha di Bali

via Kemdikbud

Candi Kalibukbuk Buleleng merupakan candi yang secara khusus dulunya ditujukan sebagai tempat ibadah umat Budha di Bali Utara. Struktur candi Budha ini terbuat dari batu bata yang dibuat dari tanah liat. Kompleks bangunan candi secara keseluruhan berdiri di area seluas 12 are. Saat ini, bangunan candi pun terlihat begitu asri dan tertata.

Masyarakat setempat memfungsikan bangunan candi sebagai tempat ibadah. Oleh karena itu, para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini, berkesempatan untuk bisa berpapasan secara langsung dengan pengunjung yang berniat untuk sembahyang. Menariknya lagi, mereka yang melangsungkan ibadah di sini bukan hanya umat Budha, tetapi juga umat Hindu Bali.

Sejarah Penemuan Candi Kalibukbuk Buleleng

Penemuan Candi Kalibukbuk Buleleng terbilang masih baru. Awal mulanya terjadi pada tahun 1991 saat pengelola Hotel Angsoka melakukan penggalian tanah untuk pembuatan kolam. Tak disangka, mereka ternyata menemukan keberadaan beberapa stupika. Dari penemuan ini, para pekerja mendapatkan sebanyak 80 stupika, 3 relief, serta 18 materai yang kesemuanya tersimpan di Balai Arkeologi Denpasar.

baca juga: Brahmavihara-Arama Buleleng, Wihara Terbesar di Seantero Pulau Bali

Selanjutnya, pada 1994 seorang warga yang bernama I Nengah Mawa menemukan adanya benda aneh di sumur tua miliknya yang mengalami longsor. Dia kemudian melaporkan penemuan itu kepada dinas terkait. Dari pelaporan tersebut, Balai Arkeologi Denpasar kemudian melakukan penggalian secara masif. Proses penggalian membutuhkan waktu yang sangat lama, berkisar antara tahun 1994 sampai tahun 2006.

Candi Kalibukbuk Buleleng 2 » Candi Kalibukbuk Buleleng, Cagar Budaya Bukti Sejarah Perkembangan Agama Budha di Bali

via Situs Budaya

Dari hasil penggalian itu, para petugas mendapati bentuk keseluruhan dari Candi Kalibukbuk Buleleng. Bangunan ini mereka temukan dalam kondisi tertimbun di kedalaman sekitar 1,5 meter di bawah tanah. Kompleks candi ini terdiri dari 3 bangunan. Candi utama punya fondasi yang berbentuk segi delapan berada di bagian tengah dengan dua candi perwara di sampingnya.

baca juga: Kolam Renang Alami Air Sanih, Pilihan Tempat Berendam yang Cantik di Tepi Pantai Lovina

Dalam penggalian ini, para peneliti tak hanya berhasil melihat bentuk candi secara menyeluruh. Mereka juga menemukan berbagai artefak bersejarah, berupa pecahan gerabah, relief, materai, serta stupika. Dari penemuan ini, para peneliti memperkirakan bahwa candi Budha ini dibangun sekitar abad ke 9 Masehi.

Lokasi Candi Kalibukbuk Buleleng

Candi ini berlokasi di kawasan wisata yang terkenal di Buleleng, yakni Pantai Lovina. Secara detail, Candi Kalibukbuk Buleleng berada di Banjar Kalibukbuk yang ada di Desa Kalibukbung di Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Karena lokasinya yang sangat strategis itu, Anda dapat menyempatkan waktu untuk singgah ke tempat ini saat berencana untuk menyaksikan lumba-lumba liar di perairan Pantai Lovina Buleleng.

baca juga: ‘Berburu’ Lumba-Lumba Liar di Pantai Lovina Bali

Wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat wisata bersejarah di Buleleng ini juga begitu gampang. Anda tidak akan dikenakan tiket masuk ketika berada di area candi. Hanya saja, Anda harus memastikan untuk menjaga etika dan kesopanan selama berada di area ini. Apalagi, ketika ada pengunjung, baik yang beragama Hindu ataupun Budha yang tengah melakukan persembahyangan. Dengan begitu, mereka tidak akan terganggu oleh Anda.