Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh, Pura Unik yang Terpahat di Atas Tebing di Bali

Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh

via Youtube

Keberadaan pura atau tempat pertapaan memang begitu mudah dijumpai di Bali. Anda bisa menemukannya di area yang ramai dikunjungi penduduk ataupun berada di wilayah yang terpencil. Pura yang berada di area terpencil, menawarkan daya tarik tersendiri karena bentuknya yang unik serta keindahan alam di sekitarnya. Salah satu contoh pura dengan kondisi seperti ini adalah Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh.

Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh merupakan sebuah candi yang ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari Belanda bernama Krijsman. Beliau memperkirakan bahwa candi ini merupakan bangunan peninggalan dari abad ke 12 Masehi. Penemuan candi ini pun berlangsung secara unik. Apalagi, bangunan candi ini secara langsung dipahat pada dinding tebing.

Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh 2 1024x576 » Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh, Pura Unik yang Terpahat di Atas Tebing di Bali

via Youtube

Awalnya, masyarakat menyangka kalau pahatan yang ada di dinding tebing tersebut merupakan sebuah pintu gerbang atau gapura. Namun, siapa sangka kalau penelitian lebih lanjut yang dilakukan oleh Krijsman mengungkapkan hal lain. Dia menjumpai bahwa terdapat tangga yang bisa dipakai untuk menuju ke bagian atas candi. Di situ, dia pun menemukan keberadaan candi secara komplet di beberapa cerukan.

baca juga: Air Terjun Goa Rang Reng Gianyar, Wisata Alam Indah Terbaru di Bali

Desain Unik Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh

Candi ini sebenarnya memiliki desain yang unik. Proses pembuatan yang dilakukan secara langsung dengan pemahatan pada tebing, mengingatkan pada keberadaan Pura Gunung Kawi. Sayangnya, Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh terlihat sebagai bangunan pura yang masih setengah jadi. Bahkan, beberapa bagian dari candi ini kini sudah berupa reruntuhan. Gapura menjadi salah satu bagian yang kini menjadi reruntuhan.

Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh 1 » Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh, Pura Unik yang Terpahat di Atas Tebing di Bali

via Anything Bali

Dengan kondisi penemuan seperti itu, para peneliti memperkirakan kalau proses pengerjaan candi ini mengalami gangguan. Gangguan yang terjadi kemungkinan besar adalah gempa bumi. Dengan situasi seperti itu, mau tidak mau proses pengerjaannya kemudian dihentikan secara total.

baca juga: Candi Gunung Kawi Tampaksiring, Candi Megah Penuh Nilai Sejarah di Gianyar

Meski begitu, Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh ini memiliki beberapa keunikan lewat tujuh ceruk serta 3 lingga yang ditemukan oleh para peneliti. Lingga yang ada di candi ini merupakan lingga yang menggambarkan sosok trimurti dalam agama Hindu, yakni Dewa Siwa, Wisnu, serta Brahma. Sementara itu, ceruk menjadi lokasi bagi para pengunjung yang ingin melakukan pertapaan sebagai sarana pendekatan diri kepada Sang Hyang Widhi.

Cara Menuju Lokasi Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh

Candi ini terletak di Desa Bedulu yang berada di wilayah Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Untuk menjangkau candi ini, Anda bakal menemukan pemandangan indah yang sangat memukau. Di tengah perjalanan, pemandangan berupa hamparan sawah yang berundak menjadi sajian utama yang begitu menyegarkan. Apalagi, ditambah dengan semilir angin yang dingin dan sejuk.

baca juga: Pura Puseh Batuan Gianyar, Wisata Religi di Pura Tertua Bali

Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh 3 » Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh, Pura Unik yang Terpahat di Atas Tebing di Bali

via Tribunnews

Tidak hanya itu, Anda juga akan menjumpai area yang masih alami dan hijau di sekitar Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh. Akses utama menuju candi bisa dilakukan dengan menaiki anak tangga. Jangan takut terpeleset, karena anak tangga yang ada di sini sudah dibangun sehingga menjadi anak tangga permanen.

Bagi Anda yang tertarik meyaksikan keunikan Candi Tebing Tegallinggah di Blahbatuh ini, bisa menuju ke sini dengan mudah. Jarak antara lokasi candi dengan Kota Denpasar tidak terlalu jauh, kurang lebih sekitar 24 km yang dapat dijangkau dengan perjalanan berkendara sekitar 40 menit.