Panduan Liburan ke Bali

19 September 2018
Pura Dalem Jagaraga Singaraja

Pura Dalem Jagaraga Singaraja, Pura Unik dengan Relief Kehidupan Rakyat Bali di Zaman Kolonial

Pura Dalem Jagaraga Singaraja bukanlah pura biasa yang ada di Bali. Pura ini merupakan saksi dari perjuangan rakyat Bali dalam melawan para penjajah. Hal yang menarik […]
19 September 2018
Teluk Banyuwedang Buleleng

Teluk Banyuwedang Buleleng, Surga Wisata dengan Keindahan Alam Memesona di Bali Barat

Keindahan alam Pulau Bali tak hanya bisa dijumpai di Denpasar ataupun Kuta. Buleleng juga menawarkan keindahan yang tak kalah cantiknya. Salah satu bukti keindahan tersebut adalah […]
19 September 2018
Tugu Bhuwana Kerta Buleleng

Tugu Bhuwana Kerta Buleleng, Monumen Bersejarah Bukti Perjuangan Rakyat Bali Melawan Penjajah

Kalau pergi ke Buleleng, Anda perlu menyempatkan waktu singgah ke Tugu Bhuwana Kerta Buleleng. Tugu yang satu ini dikenal memiliki peran penting dalam perjuangan rakyat Bali […]
17 September 2018
Jukut Undis Buleleng

Jukut Undis Buleleng, Kuliner Khas Bali yang Unik dengan Bahan Utama Kacang Hitam

Berburu kuliner khas Bali memang tak ada habisnya. Jukut undis Buleleng menjadi satu dari sekian banyak makanan khas Bali yang bisa Anda cicipi selagi di Pulau […]
15 September 2018
Goa Garba Gianyar

Goa Garba Gianyar, Peninggalan Bersejarah di Bali yang Berusia Lebih dari 800 Tahun

Peninggalan sejarah zaman terdahulu banyak tersebar di berbagai penjuru tanah air, termasuk Bali. Keberadaan Goa Garba Gianyar merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah penting yang dimiliki […]
15 September 2018
Standing Stones Restaurant Gianyar

Standing Stones Restaurant Gianyar, Hadirkan Suasana Romantis ala Stonehenge Tepi Pantai

Restoran dengan suasana tepi pantai sudah sangat biasa di Bali. Namun, kalau suasana tepi pantai yang dipercantik dengan konsep ala Stonehenge yang ada di Inggris, Anda […]
15 September 2018
tipat blayag khas Buleleng

Tipat Blayag Khas Buleleng, Kuliner Ketupat yang Enak dari Bali

Ketupat menjadi jenis kuliner yang umum dijumpai di Pulau Jawa. Apalagi, ketika memasuki lebaran, bisa dipastikan kuliner ini menjadi sajian wajib di rumah-rumah. Di Bali, Anda […]
15 September 2018
serombotan khas Klungkung

Serombotan Khas Klungkung, Kuliner Sehat, Murah, dan Halal dari Bali

Orang Sunda memiliki kebiasaan memakan makanan yang terbuat dari dedaunan dan sayuran. Kebiasaan itu tertuang secara nyata dengan banyaknya pilihan lalapan pada menu khas Sunda. Namun, […]
15 September 2018
nasi lawar kuwir khas Bali

Nasi Lawar Kuwir, Kuliner Halal Khas Bali dengan Tanpa Campuran Babi

Nasi lawar kuwir khas Bali, namanya memang kurang begitu familier. Apalagi, kalau dibandingkan dengan kuliner Pulau Dewata lainnya seperti ayam betutu, sate lilit, ataupun babi guling. […]
13 September 2018
Lumbung Restaurant Ubud

Lumbung Restaurant Ubud, Tawarkan Suasana Kuliner Romantis yang Memanjakan Pasangan

Mencari restoran romantis di Bali, khususnya Ubud bisa jadi sangat menyulitkan. Alasan utamanya adalah, karena begitu banyak pilihan yang bisa Anda tuju. Lumbung Restaurant Ubud adalah […]
13 September 2018
Upacara Ngedeblag di Bali

Upacara Ngedeblag di Bali, Tradisi Unik Mirip Halloween Khas Pulau Dewata

Halloween menjadi tradisi yang kini banyak dilakukan di berbagai negara, tampil dengan kostum yang mengerikan. Namun, tahukah Anda bahwa di Bali, ada pula tradisi serupa, namanya […]
13 September 2018
Ulang tahun menjadi perayaan yang biasa dilakukan setiap tahun. Namun, di Bali, ada perayaan lain yang pelaksanaannya dilakukan lebih awal, tepatnya setiap 6 bulan sekali. Namanya adalah Upacara Otonan di Bali. Upacara ini pun memiliki makna yang tak kalah pentingnya dibandingkan dengan perayaan ulang tahun. Upacara Otonan di Bali dalam pelaksanaannya merupakan bukti rasa syukur manusia kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pelaksanaannya dilakukan berdasarkan dari hitungan weton yang ada dalam budaya Jawa. Masuk ke Bali, kata weton pun berubah menjadi oton yang memiliki arti secara literal kelahiran atau bisa pula diartikan menjelma ke dunia. Tata Cara Pelaksanaan Upacara Otonan di Bali Otonan sendiri, menurut warga Hindu Bali, merupakan hari kelahiran yang kedatangannya harus dirayakan setiap 210 hari sekali. Upacara ini tak sekadar menjadi wujud rasa syukur terhadap kelahiran dan segala nikmat yang diberikan. Di waktu yang sama, Otonan juga dianggap berpengaruh pada perilaku dan jalan hidup yang dimiliki seseorang. Pelaksanaan upacara ini harus dilakukan sejak bayi berusia 210 hari. Selanjutnya, upacara tersebut dilakukan secara rutin hingga ajal menjemput. Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan upacara keagamaan yang penting bagi umat Hindu Bali ini, yaitu: 1. Pemujaan yang dilakukan oleh pendeta dalam rangka memohon kesaksian terhadap Hyang Widhi 2. Tahapan pemujaan yang ditujukan kepada Siwa Raditya (Suryawastawa) 3. Tahapan pemberian hormat kepada para leluhur yang telah tiada 4. Pemujaan yang dilakukan ketika pelaksanaan potong rambut 5. Pemujaan yang dilakukan sebagai inti dari upacara otonan dan bersembahyang Upacara ini bisa dilakukan dengan cara yang sederhana ataupun dengan begitu meriah. Dapat disesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing. Hanya saja, pada pelaksanaan Upacara Otonan di Bali yang pertama kali, biasanya dilakukan secara besar-besaran. Apalagi, keberadaan upacara yang pertama tersebut merupakan upaya penting menyambut kedatangan anggota keluarga baru. Selain itu, perlu diketahui bahwa tahapan pemotongan rambut yang dilakukan dalam Upacara Otonan, hanya dilakukan sekali seumur hidup. Tahapan acara ini dilakukan ketika Otonan dilakukan pertama kali. Selain itu, ada hal penting yang harus diperhatikan. Upacara Otonan biasanya dilakukan ecara meriah ketika pelaksanaannya bersamaan dengan bulan purnama. Upacara Otonan di Bali Sebagai Bentuk Rasa Syukur Kepada Tuhan Pelaksanaan Upacara Otonan memang terlihat begitu membebani, karena harus dilakukan seumur hidup. Namun, bagi masyarakat Bali, hal ini dianggap dengan pandangan yang berbeda. Upacara Otonan merupakan wujud rasa syukur mereka atas segala karunia yang telah mereka peroleh sepanjang hidup. Upacara Otonan mengajarkan masyarakat Bali untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang didapatkan. Oleh karena itu, keberadaan upacara ini sejatinya jauh lebih penting dibandingkan perayaan ulang tahun di mata pemeluk agama Hindu di Bali.

Upacara Otonan di Bali, Tradisi Penting yang Dilaksanakan 6 Bulan Sekali

Ulang tahun menjadi perayaan yang biasa dilakukan setiap tahun. Namun, di Bali, ada perayaan lain yang pelaksanaannya dilakukan lebih awal, tepatnya setiap 6 bulan sekali. Namanya […]