Dana Punia dan Implementasinya Dalam Agama Hindu


Dana punia merupakan salah satu ajaran agama Hindu. Ajaran ini sendiri memiliki arti pemberian yang baik dan suci yang dilakukan dengan tulus ikhlas sebagai salah satu pengamalan ajaran dharma. Jika diartikan berdasarkan asal katanya, dana memiliki pemberian dan punia berarti selamat, bahagia, indah, baik dan suci.

Arti Dana Punia

dana punia
(sumber gambar: Infopublik .id)

Ajaran ini adalah sarana dalam meningkatkan sradha dan bhakti kepada Tuhan yang Maha Esa. Selain itu dengan mengamalkan ajaran ini, juga akan membangun sikap kepedulian terhadap sesama.

Jenis-Jenis Dana Punia

Pemberian dana punia dapat berupa makanan (Kanista Dana), pakaian (Madyama Dana), pelayanan (Utama Dana), dan pemberian berupa ilmu pengetahuan (Vidya Dana). Tidak hanya terbatas pada materi saja, Dana Punia juga bisa berbentuk non-materi. Terpenting berlandaskan rasa tulus dan ikhlas. Berikut ini tiga jenis Dana punia Hindu menurut Swami Wiwekananda:

  • Dharmadana, bermakna memberikan / menyampaikan budi pekerti luhur untuk merealisasikan ajaran dharma.
  • Widyadana, yakni memberikan ilmu pengetahuan.
  • Arthadana, bermakna memberikan harta benda yang diperoleh melalui jalan dharma  dengan tulus dan ikhlas.
  • Dharmadana dan wdyadana memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan materi (arthadana). Berdasarkan buku sederhana pelaksanaan agama Hindu dalam masa pembangunan (1986:136-137):
  • Brahmadana, yaitu mengamalkan ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada orang lain, terutama ilmu pengetahuan agama.
  • Abdhanyadana, yaitu menyelamatkan orang atau makhluk hidup dari mara bahaya atau memberi perlindungan kepadanya.
  • Atidana, yakni mengikhlaskan istri, anak dan keluarga untuk melaksanakan dharma agama dan dharma negara apabila diperlukan.
  • Mahtidana, yakni berderma sebagai donor darah, ginjal, mata dan mengorbankan jiwa sendiri bila perlu.

Waktu Untuk Berdana Punia

dana punia
(sumber gambar: Wikakhrisna.wordpress.com)

Jika dilihat secara umum, tidak ada batasan waktu untuk berdana punia. Ajaran ini dapat dilakukan kapan saja, asalkan didasari ketulusan dan keikhlasan. Sedangkan dalam Sarasamuscaya, disebutkan waktu yang tepat untuk berdana punia, yaitu:

  • Daksinayana : waktu matahari mulai ke arah Selatan, tepatnya purnama dan tilem.
  • Uttarayana : waktu matahari mulai ke arah utara, tepatnya purnama dan tilem.
  • Saat gerhana bulan atau gerhana matahari.
  • Wisuwakala : waktu matahari berada tepat di khatulistiwa, tepatnya purnama dan tilem.

Berdasarkan ajaran Hindu, Berdana punia pada waktu-waktu tersebut, maka pahalanya akan lebih utama daripada hari biasa. Maka, sangat dianjurkan untuk melakukannya di hari-hari itu. Meskipun berdana punia bisa dilakukan kapan saja yang diinginkan.

Pelaksanaan Dana Punia

Dalam kehidupan di zaman seperti sekarang ini, banyak yang merasakan dampak pandemi. Sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di samping mereka yang kesulitan, banyak pula yang masih dalam taraf hidup yang sejahtera dan serba berkecukupan.

Oleh sebab itulah, manusia perlu untuk melakukan dana punia. Ajaran ini selain bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan yang Esa, juga untuk mensejahterakan sesama manusia. Sebagai wujud bakti kepada Tuhan, tentu melakukan dana punia harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas.

Setiap orang yang memiliki kemampuan, wajib berdana punia. Berikut yang berkewajiban berdana punia. Coba perhatikan apakah Anda masuk ke dalam salah satu di antaranya:

  • Penyelenggara Yadnya
  • Pengusaha negara atau pemerintah
  • Pemuka agama
  • Saudagar atau usahawan
  • Orang-orang yang memiliki kemampuan – Semua umat yang memiliki kemampuan dalam hal materi, maka diwajibkan berdana punia. Bagi umat yang mempunyai penghasilan tetap atau berpenghasilan tinggi. Sedangkan, orang-orang yang berhak menerimanya, di antaranya, yaitu :
  • Guru rohani /Nabe
  • Dangacarya/ Sulinggih
  • Orang cacat
  • Orang miskin terlantar
  • Orang terkena musibah
  • Tempat suci / Parahyangan
  • Lembaga-lembaga sosial
  • Rumah sakit
  • Pendidikan / Pasraman

Manfaat Berdana Punia

dana punia
(sumber gambar: Masbroo.com)

Memberikan sesuatu kepada yang membutuhkan sangat dianjurkan dalam ajaran agama Hindu. Dalam beberapa sastra dianjurkan untuk berdana punia dengan berlandaskan keikhlasan. Berikut manfaat berdana punia:

  • Kekayaan yang didermakan dalam rangka tujuan luhur tidak akan pernah hilang.
  • Memperoleh pahala yang setinggi-tingginya.
  • Mensejahterakan masyarakat
  • Dihargai masyarakat
  • Memperoleh keabadian. rahmat-Nya, kekayaan dan panjang usia.
  • Tuhan Yang Maha Kuasa akan mengambil kekayaan dari orang-orang taman dan menganugerahkannya kepada orang-orang yang dermawan.

Demikianlah ulasan mengenai apa itu Dana Punia serta implementasinya. Berdana punia secara tulus dan ikhlas akan memberikan manfaat yang luar biasa. Selain itu juga akan meningkatkan sradha dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.


Like it? Share with your friends!

Jarot Triguritno
Jarot is a content writer at Kintamani. He keeps on pursuing opportunities to engage with more people through articles about travel

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *