Desa Wisata Taro, Wisata Budaya ke Desa Tertua di Pulau Dewata

Desa Wisata Taro

via Panduan Wisata

Desa Wisata Taro ini merupakan desa tua di Bali yang kaya akan kisah dan peninggalan budaya masa lampau. Keberadaan desa ini berkaitan erat dengan lawatan seorang yang sakti di masa lalu dari Jawa Timur ke Bali sekitar abad ke 8.

Desa Wisata Taro ini memiliki alam yang hijau dan asri. Udara yang sejuk serta pepohonan membuat suasana menjadi rindang. Serta rumah penduduk dengan ciri khas rumah tradisional Bali. Selain menikmati suasana alam, para pengunjung juga dapat belajar banyak hal dari desa ini.

Desa Wisata Taro 3 » Desa Wisata Taro, Wisata Budaya ke Desa Tertua di Pulau Dewata

via Panduan Wisata

Potensi Alam Desa Wisata Taro

Desa Taro terletak 6 km utara Pujung, memiliki pesona alam yang indah karena teras-teras sawah hijau dan udaranya yang sejuk. Selain persawahan ada pula areal perkebunan yang ditanami buah-buahan serta sayuran. Dan ada hutan adat yang memiliki jalur tracking yang cukup menantang.

Sejarah Singkat Desa Wisata Taro

Konon, desa ini ada berkat Rsi Markandya yang datang dari Jawa Timur dan dalam tapanya melihat sinar di kawasan ini. Sinar inilah yang membuat beliau datang ke desa dan membuat pemukiman disini.

baca juga: Desa Wisata Blimbingsari, Wisata Budaya Sekaligus Bukti Toleransi Beragama di Bali

Sejarah Desa Taro tak lepas dari keberadaan sapi putih di desa tersebut. Penduduk desa menganggap sapi putih sebagai hewan yang sakral. Biasanya, sapi putih menjadi sarana pelengkap ketika dilaksanakannya upacara keagamaan.

Desa Wisata Taro 1 » Desa Wisata Taro, Wisata Budaya ke Desa Tertua di Pulau Dewata

via Obyek Wisata Terlengkap

Apabila lembu ternak warga lahir lembu putih maka ketika berusia 6 bulan harus diserahkan kepada desa untuk dipelihara bersama. Selain disucikan, sapi putih ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pelengkap saksi upacara di Bali.

Daya Tarik Desa Wisata Taro

Desa Taro menjadi tempat tinggalnya lembu putih. Warna putih tersebut bukan putih biasa, tetapi putih albino, sehingga bola mata lembu pun warnanya putih. Lembu putih ini sangat jarang ditemui dan mungkin hanya ditemukan di Desa Taro.

Di Desa Taro terdapat kebun tanaman obat. Ide ini bermula dari warga yang kesulitan mencari beberapa jenis tumbuhan saat mempersiapkan upacara adat. Mereka pun memutuskan untuk mulai menanam bibit tanaman langka. Dengan kebun tanaman ini selain di manfaatkan oleh warga juga dapat menjadi edukasi bagi pengunjung.

baca juga: Desa Wisata Baha Mengwi, Pilihan Liburan Edukasi dengan Nilai Sejarah Tinggi

Selain kebun tanaman obat, ada agrowisata yang berisi berbagai tanaman sayur dan buah-buahan. Setiap harinya Anda dapat memetik buah maupun sayur. Anda dapat memasak langsung atau membawa pulang buah maupun sayuran tersebut.

Apabila Anda ingin menikmati upacara adat bersama lembu putih sebagai pelengkap. Anda wajib membayar Rp. 600.000 untuk 15 orang. Sebab untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan.

Kini, Desa Taro tak lagi dikenal lembu putihnya saja. Kini, desa ini memiliki wisata gajah. Gajah tersebut dapat digunakan untuk mengelilingi desa. Tarif menaiki gajah serta menikmati atraksi gajah cukup Rp. 450.000.

Pantangan Bagi Para Pengunjung Desa Wisata Taro

Bagi pengunjung yang datang, ada beberapa pantangan yang wajib diperhatikan salah satunya berkata kasar atau menyakiti lembu putih, sebab lembu putih sangat disakralkan oleh penduduk desa.

Lokasi Desa Wisata Taro

Desa ini berjarak sekitar 40 km dari Ibukota Denpasar. Desa ini secara geografis menjadi bagian dari kawasan Munduk Gunung Lebah. Kawasan ini dikenal sebagai dataran tinggi yang membujur dari utara ke selatan dan terdapat 2 aliran sungai yang mengapitnya. Dua sungai tersebut adalah sungai Oos Ulu Luh di sebelah Barat dan sungai Oos Ulu Muami di sebelah timur.