Berbagai Fakta Menarik Pura Dasar Bhuana Di Gelgel, Bali


Pura Dasa Bhuana merupakan sebuah pura besar yang terletak di desa Gelgel, kabupaten Klungkung, Bali. Dahulu, Di wilayah ini ada kerajaan yang diperintah oleh raja bergelar Dalem Waturenggong. Ada beberapa peninggalan sejarah yang masih lestari di wilayah ini. Salah satunya adalah pura tersebut yang berada sekitar tiga kilometer di arah selatan Klungkung.

Fakta Menarik Tentang Pura Peninggalan Kerajaan Di Gelgel

Pura yang berukuran cukup besar ini terjaga dengan baik hingga saat ini. Keberadaan pura ini tergolong bangunan sentral karena merupakan tempat persembahyangan seluruh umat Hindu yang ada di Bali. Bahkan, dapat dikatakan bahwa pura ini merupakan ikon pemersatu bagi seluruh masyarakat Bali. Berikut ini adalah fakta menarik yang dimilikinya.

1. Berasal Dari Pemujaan Pra Hindu

pura dasar buana 1 1 » Berbagai Fakta Menarik Pura Dasar Bhuana Di Gelgel, Bali
(sumber: Thebalibible.com)

Pada awalnya, lokasi di pura ini merupakan tempat pemujaan yang tergolong sederhana, yaitu berupa Batu Madengdeng yang memiliki nama Sila Majemuh. Batu ini merupakan tempat Empu Ghana melakukan pertapaan. Tujuannya adalah agar tercipta ketentraman jagat alit dan jagat agung.

Pada perkembangannya, untuk menghormati Mpu Ghana, dibangunlah pura tersebut oleh Mpu Dwijaksara yang berasal dari kerajaan Majapahit. Oleh sebab itu, pura ini juga dikenal sebagai pura Dang Kahyangan. Ini merupakan wujud penghormatan bagi jasa para Mpu, Maha Resi, juga Pandita. Masyarakat menghormati jasa para tokoh tersebut dalam mengajarkan Hindu.

2. Direstorasi Pada Era Pemerintahan Kerajaan Gelgel

Pembangunan Pura Dasar Bhuana ternyata menyimpan sejarah yang cukup panjang. Perbaikan dan penambahan unsur bangunan terus dilakukan pada pura yang dibangun di lokasi Sila Majemuh ini. Restorasi besar-besaran terjadi pada masa pemerintahan Raja Dalem Ketut Ngulesir sekitar tahun 1380-1460. 

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Gelgel, Bukti Kejayaan Bali di Masa Lampau

Pembangunan pura ini dipercayakan kepada warga Pasek yang memegang mal, juga ukuran perundagian. Adapun berbagai senjata dan peralatan diserahkan kepada warga pande. Itulah sebabnya dalam pura ini terdapat pelinggih Ratu Pasek dan juga ratu Pande di sisi selatan dan utara.

Penyempurnaan terhadap bangunan pura juga dilakukan pada masa pemerintahan raja berikutnya. Saat itu, raja yang memerintah adalah Dalem Waturenggong. Penyempurnaan itu dilakukan pada kisaran tahun 1550-1560. Dang Hyang Niratha, pandita kerajaan, juga melengkapi pura kerajaan Gelgel tersebut dengan pelinggih Padma Tiga.

3. Areal Pura Terdiri Dari Tiga Bagian Utama

pura dasar buana 2 1 » Berbagai Fakta Menarik Pura Dasar Bhuana Di Gelgel, Bali
(sumber: Balimeduetaksu.blogspot.com)

Pura dengan struktur bangunan yang kompleks ini berdiri di areal yang cukup luas, di pinggir sebelah selatan jalan raya yang merupakan akses utama desa Gelgel. Pura besar yang tampak megah ini memiliki halaman yang dibagi dalam tiga bagian. Pembagian halaman tersebut disebut Tri Mandala, yaitu bagian Nista, Madya, dan Utama.

Dua pohon beringin besar tumbuh di bagian halaman Nista Mandala, dan menjadi peneduh yang membuat halaman tampak asri dan sejuk. Adapun di bagian Madya Mandala, yaitu halaman wilayah tengah. Keunikannya, ada pelinggih bale agung yang cukup panjang, sekitar dua belas meter.

Bagian halaman utama pura ini, disebut Utama Mandala, cukup mencolok. Sebuah pelataran utama terdapat di bagian ini, sebagai tempat masyarakat dalam melakukan upacara-upacara keagamaan. Contohnya upacara Pujawali yang dilakukan setiap 210 hari. Selain itu, ada juga upacara Pemacekan Agung yang dilakukan lima hari setelah perayaan Galungan.

4. Keistimewaan Pura

Sesuai dengan namanya, pura ini dianggap sebagai dasar jagatnya (landasan persatuan) Bali. Keunikannya, pura yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Kota Semarapura ini merupakan satu-satunya pura dasar yang ada di Bali. Selain itu, pura ini bahkan pernah dijadikan sebagai sebuah objek penelitian oleh seorang peneliti yang berasal dari Belanda.

Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahawa ada kemiripan antara Pura Dasar Bhuana di desa Gelgel ini dengan situs peninggalan kerajaan Majapahit. Selain itu, pura ini terletak di bagian hulu keraton, pusat pemerintahan kerajaan Suwecapura. Karena adanya keterkaitan erat dengan kerajaan Suwecapura, hingga kini sejumlah peninggalannya masih dijaga di pura.

5. Sebagai Pura Pemersatu

pura dasar buana 3 1 » Berbagai Fakta Menarik Pura Dasar Bhuana Di Gelgel, Bali
(sumber: thebalibible.com)

Sejarah mencatat bahwa sebelum adanya pura tersebut, di Bali sering terjadi pertikaian antar sekte keagamaan yang dianut masyarakat. Oleh sebab itu, raja yang memerintah saat itu mendatangkan Mpu Ghana beserta ketiga Empu lainnya, untuk membantu penyelesaian perseteruan tersebut.

Semenjak kedatangan para Empu, perseteruan yang terjadi antara beragam sekte tersebut berangsur mereda. Ajaran yang dibawa para Empu mampu kembali memperkokoh persatuan masyarakat yang ada di Bali. Tak heran jika masyarakat sangat menghormati jasa para Empu tersebut.

Itulah sebabnya, di dalam pura tersebut ada beberapa pelinggih (bangunan suci) dari Ksatrya Dalem, Pande, Pasek, dan Brahmana Siwa. Penyatuan caturwarga ini juga tampak pada ritual Pemacekan Agung yang hingga kini masih dilakukan di pura yang berada di desa Gelgel tersebut.

Kelima poin tersebut adalah fakta menarik tentang Pura Dasar Bhuana yang terletak di desa Gelgel kabupaten Klungkung. Pelestarian pura ini tidak lepas dari penghormatan yang ditujukan kepada para leluhur. Selain itu, juga merupakan penghormatan kepada semangat persatuan yang dijunjung masyarakat Bali.


Like it? Share with your friends!

Jarot is a content writer at Kintamani. He keeps on pursuing opportunities to engage with more people through articles about travel