Fenomena Kesurupan Massal di Bali dan Cara Mengatasinya

Fenomena Kesurupan Massal di Bali

(Foto/Berita Bali)

Fenomena kesurupan massal di Bali cukup sering terjadi. Bahkan, masyarakat Bali memiliki sebuah tradisi yang mereka sebut dengan nama Tradisi Ngerebong. Pada tradisi ini, mereka yang berpartisipasi di dalamnya akan mengalami kerasukan secara massal, baik laki-laki ataupun perempuan. Selanjutnya, mereka akan melakukan tindakan yang di luar akal manusia.

Terjadinya fenomena kesurupan massal di Bali tidak hanya terjadi pada pelaksanaan Tradisi Ngerebong. Anda juga akan menemukan fenomena ini pada aktivitas sehari-hari. Biasanya, fenomena ini terjadi menimpa pada korban yang berada di satu kalangan. Sebagai contoh, ketika fenomena kesurupan massal terjadi di sekolah dan menimpa seorang murid, kejadian ini tidak akan menular kepada guru.

Fenomena Kesurupan Massal di Bali 1 » Fenomena Kesurupan Massal di Bali dan Cara Mengatasinya

(Foto/Berita Bali)

Apa yang Menyebabkan Fenomena Kesurupan Massal di Bali

Dulu, fenomena kesurupan massal di Bali hanya terjadi di area sekitar tempat yang angker atau suci. Namun, Anda akan menjumpai fenomena ini juga sering terjadi di lingkungan lainnya. Anda bisa saja menemukan fenomena kesurupan massal di lingkungan sekolah, tempat kerja, dan deretan tempat umum lain.

Fenomena kesurupan massal dapat diketahui dengan begitu mudah. Apalagi, tanda dari fenomena ini biasanya tampak secara jelas. Mereka yang menjadi korban kerasukan, biasanya melakukan hal yang tak biasa. Tak jarang, korban berteriak tidak jelas, mengamuk, dan bahkan ada yang mendadak menjadi pribadi yang lebih pintar.

Ahli spiritual Bali mengungkapkan bahwa kesurupan terjadi ketika roh memasuki tubuh seseorang. Hal tersebut dilakukan oleh roh karena mereka ingin menyampaikan sebuah pesan tertentu. Pesan itu tak hanya ditujukan kepada korban, tetapi juga untuk masyarakat sekitar.

Apakah Fenomena Kesurupan Massal di Bali Memang Benar-Benar Terjadi?

Melihat tingkah aneh saat terjadinya fenomena kesurupan massal di Bali, Anda tentu bertanya-tanya, apakah kejadian itu memang benar-benar terjadi? Apalagi, tak menutup kemungkinan kalau kesurupan yang menimpa seseorang ternyata pura-pura belaka. Motifnya bisa beragam, termasuk di antaranya adalah motif kejahatan.

baca juga: Tradisi Ngerebong Bali, Tradisi Unik Turun Temurun yang Dilakukan Warga Bali

Fenomena Kesurupan Massal di Bali 2 » Fenomena Kesurupan Massal di Bali dan Cara Mengatasinya

(Foto/Edwin Sanjaya)

Ada cara mudah bagi Anda dalam membedakan kesurupan asli dengan pura-pura. Caranya, Anda tinggal mencubit tubuh korban kesurupan sekeras-kerasnya. Kalau perlu, Anda juga bisa membakar kulit korban dengan korek api. Kalau mereka ternyata kesakitan, bisa dipastikan itu merupakan kesurupan pura-pura. Perlu Anda ketahui, mereka yang benar-benar kesurupan, tahan terhadap rasa sakit dan bahkan bisa kebal senjata.

Cara Mengatasi Fenonema Kesurupan Massal di Bali

Lalu, bagaimana cara mengatasi fenomena kesurupan massal di Bali? Orang Hindu Bali punya cara tersendiri dalam mengatasinya. Biasanya, mereka memanggil orang pintar atau orang suci yang telah berpengalaman. Orang pintar tersebut, kemudian bertugas untuk melakukan komunikasi dengan roh halus. Mereka yang punya kemampuan ini, biasa disebut sebagai juru natakin baos.

baca juga: Uniknya Tradisi Ngelawang Bali, Tradisi Mengusir Roh Jahat dan Tolak Balak

Selain itu, proses pemulihan korban kerasukan juga dapat dilakukan dengan memercikkan tirta pada tubuh korban. Kalau mereka masih belum siuman, Anda bisa menggunakan setangkai daun kelor atau bisa juga daun pulau. Sebagai tambahan, gunakan seikat daun ilalang yang kemudian bisa dipukulkan pada bagian punggung serta tengkuk korban.

Pada saat memukul punggung, pastikan Anda untuk melantunkan doa. Doa atau mantra yang dilafalkan adalah Gayatri Mantram atau bait pertama Mantram Tri Sandya yang diucapkan dalam jumlah ganjil, bisa 3 kali, 7 kali, 9 kali, ataupun 11 kali.