I Gusti Ketut Pudja, Sosok Pahlawan Nasional dari Bali di Uang Pecahan Rp1.000

I Gusti Ketut Pudja

Ketika berbicara mengenai pahlawan nasional yang berasal dari Bali, nama pertama yang muncul kemungkinan besar adalah I Gusti Ngurah Rai. Namun, ada pula pahlawan nasional lain yang berjasa tak kalah besarnya, yakni I Gusti Ketut Pudja. Sebagai bentuk penghormatan, wajah beliau sengaja disematkan oleh pemerintah pada uang logam pecahan Rp1.000 yang baru.

Sosok I Gusti Ketut Pudja memang bukanlah pahlawan nasional yang melakukan peperangan melawan Belanda seperti yang dilakukan oleh I Gusti Ngurah Rai. Namun, pahlawan yang lahir di Singaraja pada 19 Mei 1908 ini punya peran yang tak kalah penting dalam masa sebelum dan setelah kemerdekaan.

I Gusti Ketut Pudja 1 » I Gusti Ketut Pudja, Sosok Pahlawan Nasional dari   Bali di Uang Pecahan Rp1.000

via Pos Bali

Gelar pahlawan nasional yang diberikan kepada Ketut Pudja sendiri terbilang masih baru. Pemberian penghargaan Bintang Mahaputera Utama tersebut dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2001. Sejak itu, Bali memiliki satu lagi tokoh sejarah yang mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional.

Peran Penting I Gusti Ketut Pudja dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Pahlawan yang meninggal dunia pada tanggal 4 Mei 1977 di Jakarta ini merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam perumusan dasar-dasar negara. Apalagi, beliau merupakan bagian dari anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai perwakilan dari Soenda Ketjil.

baca juga: Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja, Pelabuhan Terbesar Bali di Zaman Dulu

I Gusti Ketut Pudja 2 » I Gusti Ketut Pudja, Sosok Pahlawan Nasional dari   Bali di Uang Pecahan Rp1.000

Beliau tidak hanya berpartisipasi langsung dalam perumusan dasar negara. Di waktu yang sama, Mr. Pudja juga memiliki andil besar dalam perumusan naskah teks proklamasi yang kemudian dibacakan oleh Soekarno dan Hatta. Beliau adalah salah satu tokoh yang hadir secara langsung dalam perumusan teks proklamasi yang dilakukan di rumah milik Laksamana Maeda.

I Gusti Ketut Pudja Sebagai Gubernur Provinsi Soenda Ketjil Pertama dan Terakhir

Keberadaan pahlawan nasional I Gusti Ketut Pudja juga menandai pernah adanya Provinsi Soenda Ketjil di Indonesia. Provinsi ini sengaja dibentuk oleh Presiden Soekarno pada rentang antara 19 Agustus 1945 sampai 1958. Setelah itu, keberadaannya dipecah menjadi 3 provinsi, yakni Bali, NTB, dan NTT.

Keberadaan beliau dalam PPKI juga tidak lepas dari adanya Provinsi Soenda Ketjil. Hal itu terjadi karena I Gusti Ketut Pudja merupakan sosok yang ditunjuk oleh Presiden Soekarno sebagai Gubernur Provinsi Soenda Ketjil. Pada waktu penunjukannya, Pudja tidak ditunjuk sebagai gubernur, melainkan Wakil Pemimpin Besar Bangsa Indonesia Soenda Ketjil.

baca juga: Museum Soenda Ketjil Singaraja, Wisata Edukatif Mengenang Kejayaan Buleleng di Masa Lalu

Penunjukan Mr. Pudja sebagai gubernur membuktikan kepercayaan besar yang diberikan oleh Presiden Soekarno. Apalagi, beliau punya tugas besar untuk melakukan sosialisasi terkait kemerdekaan Indonesia ke berbagai wilayah terpencil di Soenda Ketjil. Dia juga melakukan upaya pelucutan terhadap tentara Jepang. Kebijakan ini kemudian berujung pada penangkapannya oleh Jepang.

Setelah tak lagi menjadi Gubernur Soenda Ketjil, I Gusti Ketut Pudja juga masih mengabdikan jasanya kepada negara. Beliau pernah menjadi salah satu pejabat yang bertugas untuk Departemen Dalam Negeri. Sementara itu, jabatan terakhir yang pernah diembannya sebelum pensiun pada tahun 1968 adalah sebagai Ketua BPK.

Sebagai jasa atas usahanya di masa lalu, didirikanlah Museum Soenda Ketjil yang menjadi salah satu eksistensi dari Mr. Pudja. Di situ, wisatawan dapat melihat berbagai benda-benda pribadi yang merupakan kepemilikan Mr. Pudja. Kalau ingin berkunjung ke museum tersebut, Anda bisa datang ke kawasan eks Pelabuhan Buleleng di Singaraja.

Itulah info menarik terkait keberadaan I Gusti Ketut Pudja sebagai salah satu pahlawan nasional dari Bali. Semoga bermanfaat, ya!