Kain Tenun Endek Khas Bali, Kain Tradisional yang Menjadi Busana Para Bangsawan

Kain Tenun Endek Khas Bali

via Tetamian

Kerajaan Gelgel di Klungkung menjadi salah satu bukti peran besar Klungkung di masa lalu. Kerajaan ini pun memiliki banyak peninggalan, tidak hanya bangunan bersejarah, tetapi juga warisan budaya berupa kain tenun endek khas Bali. Pada masa Kerajaan Gelgel, kain tenun endek merupakan kain yang secara khusus dikenakan oleh para bangsawan.

Selain itu, kain tenun juga menjadi jenis kain istimewa yang hanya dipakai untuk acara-acara khusus. Beberapa aktivitas yang kerap mengharuskan masyarakat Bali mengenakan kain tenun endek di antaranya adalah upacara potong gigi, kremasi, perkawinan, hari raya, serta beragam upacara keagamaan Hindu lain.

baca juga: Taman Gili Kerta Gosa, Tempat Wisata Bersejarah Peninggalan Kerajaan Klungkung

Sejarah kemunculan kain tenun endek khas Bali bisa ditelusuri pada abad ke 18 Masehi. Masyarakat Bali pun masih tetap mempertahankan tradisi pembuatan kain tradisional ini. Bahkan, pemakaian tari tenun endek kini tak hanya terbatas ketika berada di pura atau hanya dipakai bangsawan. Tak sedikit masyarakat biasa yang menggunakan kain endek untuk aktivitas sehari-hari.

Kain Tenun Endek Khas Bali 1 » Kain Tenun Endek Khas Bali, Kain Tradisional yang Menjadi Busana Para Bangsawan

via Kompas

Pelestarian Kain Tenun Endek Khas Bali oleh Masyarakat Klungkung

Masyarakat Bali terus berupaya untuk melestarikan keberadaan kain tenun endek, khususnya masyarakat Klungkung. Desa Sulang di Klungkung menjadi kawasan yang dikenal sebagai sentra produksi kain tenun endek khas Bali. Pemerintah juga terus berupaya mendukung aktivitas warga.

Produksi kain tenun endek di Bali dilakukan menggunakan alat tenun bukan mesin. Selain itu, ada pula para pengrajin kain tenun endek yang memproduksi kain dengan alat tenun tradisional yang disebut dengan nama cagcag. Cara penggunaan kedua jenis alat ini berbeda. Ketika menggunakan cagcag, penenun harus menempatkan diri duduk di lantai.

Kain Tenun Endek Khas Bali 2 1024x538 » Kain Tenun Endek Khas Bali, Kain Tradisional yang Menjadi Busana Para Bangsawan

via Tetamian

Upaya pelestarian kain tenun endek juga begitu masif dilakukan oleh anak-anak muda. Mereka memang tidak terlibat secara langsung dalam aktivitas penenunan. Para penenun utamanya adalah mereka yang berusia sekitar 30 sampai 40 tahun. Sebagai gantinya, anak-anak muda usia sekolah mendesain polanya.

baca juga: Threads of Life Ubud, Tempat Berburu Oleh-Oleh Kain Tradisional Alami

Selain di Klungkung, Anda juga bisa menemukan pusat produksi kain tenun khas Bali di Karangasem. Lokasi tepatnya adalah di kawasan Sidemen yang menjadi tempat berkumpulnya para penenun tradisional.

Proses Pembuatan Kain Tenun Endek Khas Bali

Cara pembuatan kain tradisional ini diawali dengan pemintalan benang. Benang yang digunakan sengaja dibentangkan ke alat perentang. Selanjutnya, helaian benang diikat menggunakan tali rafia dengan menyesuaikan pola serta warna yang akan digunakan. Tak lupa, benang juga harus diwarnai, dipilah, lalu bisa ditenun.

baca juga: Menelusuri Wisata Budaya Bali di Desa Adat Tenganan Pegringsingan

Cara pembuatan kain tenun juga sudah bisa dilakukan dengan peralatan yang modern. Proses pembuatan kain tenun yang modern, biasa dilakukan pada skala yang lebih besar di lingkup pabrik. Dengan begitu, hasil produksi yang bisa didapatkan juga bisa lebih banyak dan biaya produksi yang murah.

Dengan metode pembuatan yang lebih efisien, kain tenun endek khas Bali kini bisa didapatkan dengan harga murah. Motif kain tenun endek juga bervariatif. Anda dapat memilih kain tenun ini sebagai salah satu oleh-oleh yang unik dan menarik saat liburan ke Bali.

Mengenai harganya, kain tenun ini bisa didapatkan cukup dengan mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah. Harga ini terbilang cukup murah, karena kain tenun endek memiliki kualitas yang bagus dan tampilan yang menarik.