Kampung Loloan Jembrana, Perkampungan Muslim yang Unik, Perpaduan Budaya Bugis, Melayu, dan Bali

Kampung Loloan Jembrana

via Kompas

Ada cukup banyak wilayah perkampungan muslim yang bisa ditemukan di Pulau Bali. Selain Kampung Jawa di Kota Denpasar, Anda juga bisa menemukan Kampung Loloan Jembrana. Kampung ini dikenal sebagai kampung muslim terbesar di Kabupaten Jembrana, Bali.

Kampung Loloan Jembrana menjadi bukti toleransi umat beragama di Pulau Bali sejak dulu. Bahkan, keberadaan kampung muslim yang satu ini, dapat ditelusuri sejak 400 tahun lalu. Keberadaan kampung ini tidak lepas dari kedatangan suku Bugis dan Melayu yang datang ke Pulau Dewata. Bahkan, banyak yang menyebut kalau Loloan merupakan kampung Islam tertua di Bali.

Kampung Loloan Jembrana 2 » Kampung Loloan Jembrana, Perkampungan Muslim yang Unik, Perpaduan Budaya Bugis, Melayu, dan Bali

via Koran Juri

Sejarah Kampung Loloan Jembrana

Pada awal kedatangannya, pasukan dari Suku Bugis yang berkunjung ke Bali menetap di sekitar muara yang ada di Perancak. Bukti domisili pasukan bugis di sana, bisa dijumpai dengan keberadaan sumur bajo yang lokasinya berada di tepi pantai.

Setelah menetap cukup lama di sana, orang-orang Bugis tersebut kemudian memutuskan pindah dan bermukim di area sepanjang jalur Sungai Ijo Gading. Mereka pun mampu menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat Hindu Bali.

Kampung Loloan Jembrana 1 » Kampung Loloan Jembrana, Perkampungan Muslim yang Unik, Perpaduan Budaya Bugis, Melayu, dan Bali

via Kompas

baca juga: Wisata Pulau Serangan Denpasar, Pilihan Tempat Wisata Asyik dengan Beragam Aktivitas di Bali

Keberadaan suku Bugis di jalur sepanjang Sungai Ijo Gading kemudian menarik kedatangan suku Melayu ke Bali. Bahkan, karena hubungan baik yang mampu dijalin dengan masyarakat Hindu Bali, penguasa Jembrana I Gusti Arya Pancoran kemudian memberikan izin untuk menempati wilayah di daerah Loloan.

Inisiatif pemberian izin tinggal tersebut menjadi cikal bakal berdirinya Kampung Loloan Jembrana yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Bahkan, kawasan ini kemudian menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Kabupaten Jembrana.

Hal ini dibuktikan dengan kedatangan ulama besar dari Melayu bernama Buyut Lebai. Keberadaan ulama Buyut Lebai juga menjadi indikator hubungan baik antara suku Bugis dengan suku Melayu di Bali. Makam beliau pun bisa dijumpai di alamat Jl. Gunung Agung, Loloan Timur.

baca juga: Melihat Keunikan Kampung Jawa Denpasar, Komunitas Muslim Terbesar di Pulau Bali

Keunikan Kampung Loloan Jembrana

Ketika berkunjung ke Kampung Loloan Jembrana, Anda akan menemukan suasana yang begitu unik. Keunikan tersebut merupakan wujud akulturasi budaya antara Suku Melayu, Bugis, serta Bali. Salah satu keunikan ini bisa Anda temukan pada penggunaan bahasa pengantar.

Bahasa yang dipakai oleh masyarakat Kampung Loloan Jembrana bukanlah bahasa Bali. Bukan pula bahasa Melayu ataupun Bugis. Mereka menyebut bahasa tersebut sebagai Base Loloan. Pelafalan bahasa ini memiliki kemiripan dengan Bahasa Melayu. Oleh karena itu, tak jarang kalau bahasa ini disebut Bahasa Melayu Bali.

baca juga: Pura Langgar Bunutin, Keunikan Pura dengan Akulturasi Budaya Hindu dan Islam

Kentalnya budaya Melayu di Kampung Loloan cukup normal. Mengingat, masyarakat yang hidup di dalam kampung, sehari-hari menggunakan adat istiadat Melayu. Bahkan, pakaian sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat, merupakan pakaian khas Melayu.

Lokasi Kampung Loloan Jembrana

Kampung ini terletak di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Untuk menuju ke kampung ini, Anda perlu melakukan perjalanan sekitar 90 km dari pusat Kota Denpasar.

Tempat ini secara khusus bakal menawarkan keramahan yang begitu besar kepada para wisatawan. Apalagi, wisatawan muslim akan dapat menjumpai tempat makan halal yang murah meriah. Oleh karena itu, tak heran kalau Kampung Loloan selalu ramai saat menjelang bulan puasa.