Keunikan Rumah Adat Bali yang Memiliki Nilai Filosofi Tersendiri


1
1 point

Rumah adat Bali mempunyai daya tarik untuk diketahui sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan. Ditambah lagi dengan filosofi yang terdapat pada bangunan rumah adat masyarakat Bali. Bukan hanya dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari saja. Akan tetapi, ditujukan juga sebagai sarana untuk pelaksanaan aktivitas ibadah dan upacara adat. 

Keunikan dan filosofi yang terdapat dalam rumah adat suku Bali dibawa oleh bangunan yang memang dibangun dengan mementingkan berbagai aspek. Adapun aspek di dalamnya diambil dari filosofi masyarakat Bali. hidup dinamis akan tercapai dengan hubungan harmonis antar aspek Palemahan, Pawongan, dan Parahyangan. 

Aspek tersebut pada filosofi Bali disebut Tri Hita Karana. Ketiga aspek itu mempunyai arti yaitu Palemahan berarti hubungan baik antara penghuni rumah dan lingkungan. Pawongan artinya hubungan harmonis penghuni rumah dengan lainnya. Parahyangan artinya hubungan seimbang antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. 

Keunikan Arsitektur Rumah Adat Bali yang Menarik Diketahui

rumah adat bali
(sumber gambar: artikel.rumah123.com)

Dalam buku Rumah Adat Indonesia (2010), D.C. Tyas mengatakan bahwa rumah adat Bali dibangun menggunakan aturan asta kosala kosali. Sebuah aturan yang kurang lebih hampir sama dengan penggunaan fengshui pada budaya Tionghoa. Dengan begitu, tidak boleh sembarangan dalam pembangunan rumahnya. 

Pembangunan rumah adat di Bali memakai aturan Asta Kosala Kosali yang dijadikan sebagai pedoman. Aturan tersebut dipergunakan mulai dari teknik pengukuran luas bangunan sampai sesajen yang dipakai ketika upacara bangunan. Seorang undagi atau arsitek tradisional di Bali harus mengetahui dengan jelas pedoman tersebut. 

Asta kosala kosali melansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia diterapkan menggunakan anatomi tubuh manusia. Yaitu, pemilik rumah atau tanah untuk penataan lahan tempat tinggal. Menggunakan anatomi tubuh pemilik rumah dihitung dengan ukuran tubuh dan tidak memakai satuan internasional. 

Membangun rumah adat Bali dengan mengukurnya menggunakan anatomi tubuh bisa dilakukan saat acengkang atau alengkat. Pengukurannya dari ujung telunjuk hingga ibu jari tangan yang direntangkan, dan lainnya. Terdapat ukiran atau hiasan pada bangunan rumah adat di Bali yang membuat semakin unik dan punya ciri khas tersendiri. 

Di dalam arsitektur rumah adat masyarakat Bali banyak terdapat nilai-nilai agama Hindu yang tercermin. Beberapa keunikan rumah adat Bali dan bagaimana bentuknya yang menarik sebagai berikut : 

  1. Rumah adat di Bali mempunyai banyak bangunan yang terpisah-pisah sesuai fungsinya.
  2. Ukuran yang terdapat pada rumah adat masyarakat Bali punya banyak makna
  3. Bentuk rumah adat masyarakat di Bali persegi panjang atau persegi
  4. Ada tiga aspek yang terdapat pada rumah adat di Bali, yakni Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan. 
  5. Arsitektur rumah adat suku Bali berdasarkan aturan asta kosala kosali yang mirip fengshui
  6. Pada pintu masuk rumah adat di Bali menggunakan gapura yang dinamakan Gapura Bentar. Bentuk seperti dua candi kembar yang saling berhadapan disertai ukiran dan relief. 

Nama Rumah Adat Bali dan Fungsinya 

rumah adat bali
(sumber gambar: 99.co)

Terkenal dengan bangunan atau arsitektur yang unik dengan mengikutkan aspek serta nilai filosofi membuat rumah adat suku Bali menarik untuk diketahui. Karakteristik dan keunikan setiap bagian rumah adat di Bali tentu memiliki nama dan fungsi yang berbeda-beda. Berikut ulasan dan pembahasan mengenai nama dan fungsi dari arsitekturnya : 

1. Bangunan Angkul-Angkul 

Berkunjung ke Bali pasti akan melihat dan menemukan bangunan angkul-angkul yang identik dengan rumah-rumah pada masyarakat Bali. Berbentuk mirip dengan Candi Bentar atau Gapura Candi Bentar. Letak bangunan berada di depan bangunan rumah dan mempunyai fungsi sebagai pintu masuk atau gapura untuk masuk. 

Mempunyai atap penghubung yang dibuat dari rumput kering. Tetapi, seiring berjalannya waktu dan kemajuan. Maka, banyak yang mengganti dengan genteng disertai dengan ukiran yang terdapat pada dindingnya. Hal itu menambah kesan menarik dan menakjubkan. 

2. Bangunan Bale Gede 

Bale Gede memiliki fungsi sebagai tempat berkumpul dan tempat menyajikan makanan khas Bali ketika melaksanakan upacara adat. Berada di sebelah timur rumah utama dan posisi lantai lebih tinggi dari Bale Manten. Berbentuk persegi panjang dengan ukuran lebih besar dari bangunan rumah adat dan terdapat 12 tiang penyangga yang disebut sakarosa. 

3. Bangunan Bale Dauh 

Posisi dari Bale Dauh ada di bagian barat dan sering disebut dengan Loji dan Tiang Sanga. Fungsi utamanya sebagai tempat tidur anak muda serta remaja serta digunakan juga sebagai tempat menerima tamu. Berbentuk persegi panjang dengan tiang kayu, apabila jumlah enam (sakenem), delapan (sakutus atau astasari), dan sembilan (sangasari)

4. Bangunan Bale Manten 

Bangunan Bale Manten mempunyai fungsi sebagai tempat untuk tidur anak gadis yang belum menikah. Letaknya ada di sebelah utara bagian rumah adat dan berbentuk persegi panjang serta ada bale di bagian kanan kirinya. Khusus ditinggali oleh kepala keluarga dan anak perempuannya. 

5. Bangunan Bale Sekapat

Bale Sekapat merupakan rumah adat suku Bali yang difungsikan sebagai tempat untuk para anggota keluarga bersantai bersama-sama. Memiliki ciri khas pada empat tiang yang menyangga atap rumah sebanyak empat buah. Berbentuk seperti sebuah gazebo. 

6. Bangunan Pura Keluarga 

Pura keluarga sebagai bangunan yang dipergunakan untuk tempat beribadah dan berdoa. Bangunan ini disebut juga dengan Sanggah atau Pamerajan. Terletak berada di bagian sudut timur laut dari bangunan rumah adat dan setiap rumah adat di Bali pasti memilikinya. 

7. Bangunan Klumpu Jineng

Bangunan bentuk panggung dengan atap dan dinding luar yang tertutup jerami kering disebut Klumpu Jineng. Berfungsi untuk tempat penyimpanan bahan makanan pokok (padi, sagu, jagung, dan sebagainya). Bangunan ini terdapat di beberapa daerah saja dan penanda pemilik rumah seorang petani. Sekarang sudah dibangun dengan bahan yang lebih kokoh. 

Rumah adat Bali sebagai warisan budaya yang patut diapresiasi dan dilestarikan. Dengan mengetahui keunikan dan fungsi dari setiap bagian rumah adat suku Bali diharapkan bisa menghargai dan menghormatinya. Nah, ulasan di atas sebagai bahan untuk terus meningkatkan wawasan dan pengetahuan kamu ya! 


Like it? Share with your friends!

1
1 point
Jarot Triguritno
Jarot is a content writer at Kintamani. He keeps on pursuing opportunities to engage with more people through articles about travel

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *