Klenteng Guang Thai Pecatu, Wisata Religi Tempat Pemujaan Dewa Mabuk

Klenteng Guang Thai Pecatu

via Bali Berkarya

Menengok keberadaan bangunan klenteng di Bali memang cukup jarang. Namun, bukan berarti Anda tak bisa menemukannya. Bahkan, di sini, ada sebuah klenteng yang secara memiliki keunikan, karena keberadaannya digunakan sebagai tempat pemujaan untuk Dewa Mabuk. Namanya, Klenteng Guang Thai Pecatu.

Klenteng Guang Thai Pecatu 2 1024x576 » Klenteng Guang Thai Pecatu, Wisata Religi Tempat Pemujaan Dewa Mabuk

via Fajar Bali

Dewa Chikung yang dikenal sebagai sosok Dewa Mabuk dalam kepercayaan orang-orang Tionghoa memang secara khusus dipuja di klenteng ini. Bahkan, pengelola klenteng ini merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang dulunya berasal dari Taiwan, bernama Suhu Chuang Chung Hsing.

Keunikan Klenteng Guang Thai Pecatu

Suhu Chuang mengatakan kepada media di tanah air, bahwa kedatangannya ke Indonesia semata-mata memang bertujuan untuk membangun klenteng ini. Bahkan, Suhu Chuang mengatakan kalau dirinya secara misterius mendapatkan tuntunan dari Dewa Mabuk untuk datang ke lokasi berdirinya Klenteng Guang Thai Pecatu.

baca juga: Kutuh Manak Guest House Pecatu, Tempat Menginap Murah dan Berfasilitas Lengkap untuk Liburan Bersama Keluarga

Klenteng Guang Thai Pecatu 1 1024x576 » Klenteng Guang Thai Pecatu, Wisata Religi Tempat Pemujaan Dewa Mabuk

via Bali Berkarya

Tak ada perencanaan awal untuk membangun klenteng. Semuanya datang secara spontan. Namun, karena memperoleh tuntunan dari Dewa Mabuk secara langsung, Suhu Chuang mengatakan kalau lokasi dari klenteng ini begitu spesial. Dianggap spesial karena lokasinya berada tepat di bukit yang dianggap sebagai perut perbukitan naga.

Untuk proses pembangunannya sendiri, klenteng ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Butuh durasi 7 tahun untuk mendirikan klenteng dengan nuansa Tiongkok yang khas ini. Dalam masa pembangunannya itu, banyak warga Tionghoa yang memberian donasi agar bangunan klenteng bisa terselesaikan. Salah satunya adalah Kheng Ing Suan yang juga dikenal dengan nama George Alexander.

baca juga: Puncak Karang Boma Pecatu, Menyaksikan Keindahan Bali dari Pinggir Tebing secara Menakjubkan

Klenteng Guang Thai Pecatu Jadi Pilihan Pengobatan Alternatif

Ada hal menarik lain yang bisa ditelusuri dari klenteng yang didedikasikan untuk Dewa Chikung ini. Fakta menarik tersebut adalah tingginya minat kunjungan wisatawan asing ke sana, khususnya wisatawan yang berasal dari Taiwan dan Tiongkok. Bahkan, rombongan dari klenteng tertua yang ada di Taiwan, yakni Thai Tu Chong, pernah menyempatkan waktunya untuk datang ke sini.

Kedatangan para wisatawan mancanegara ke Klenteng Guang Thai Pecatu tersebut tak hanya untuk melaksanakan aktivitas sembahyang. Di waktu yang sama, klenteng ini juga dipercayai oleh para pengunjungnya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang sebelumnya sulit disembuhkan dengan cara medis. Mereka yang datang dengan tujuan pengobatan ini pun tak hanya dari wisatawan mancanegara, tapi juga masyarakat lokal.

Konon, banyak penderita sakit yang memperoleh kesembuhan setelah memperoleh penanganan alternatif dari klenteng ini. Menariknya lagi, pengobatan alternatif yang diberikan oleh pengelola Klenteng Guang Thai Pecatu, diperoleh secara cuma-cuma. Anda pun tak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun untuk mendapatkan perawatan ini.

Lokasi Klenteng Guang Thai Pecatu

baca juga: Pantai Balangan Uluwatu Bali, Pantai Indah yang Wajib Dikunjungi di Pulau Dewata

Untuk menuju ke lokasi Klenteng Guang Thai juga cukup mudah. Bangunan klenteng ini bisa Anda temukan di Jl. Melati yang berada tak jauh dari Pantai Balangan. Nah, saat berwisata ke Pantai Balangan, Anda bisa menyempatkan waktu untuk melihat keunikan klenteng ini. Hanya saja, pastikan ketika berkunjung ke klenteng ini, Anda tak mengganggu prosesi ibadah pengunjung lain, ya. Selain itu, gunakan pakaian yang sopan, sehingga terlihat menghormati bangunan ibadah ini.