Larangan Pemakaian Tas Kresek di Denpasar, Wujud Rasa Cinta Lingkungan Warga Bali

larangan tas kresek di Bali

via Nusa Bali

Pulau Bali memiliki keindahan alam yang memukau. Di pulau ini, wisatawan bisa menyaksikan deretan pantai yang begitu indah. Tak hanya itu, kawasan dataran tinggi di Kintamani juga menawarkan pesona yang tak kalah memukau. Dengan keindahan alam yang dimilikinya, tak heran kalau masyarakat Bali berupaya untuk menjaga kelestarian alam di sana.

Ada berbagai upaya yang dilakukan oleh warga setempat. Menariknya lagi, upaya menjaga kelestarian alam di Bali ternyata juga didukung secara positif oleh pemerintah setempat. Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan aturan pelarangan tas kresek, sedotan plastik, serta styrofoam di Bali pada Desember 2018.

Aturan yang tercantum pada Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 itu memang masih belum berlaku secara maksimal. Penerapan di lapangan masih terganjal oleh beberapa faktor. Namun, Anda akan menemukan bahwa aturan ini telah dijalankan di berbagai kota, terutama di kota-kota besar di Bali, termasuk di antaranya adalah Denpasar.

larangan tas kresek di Bali 1 » Larangan Pemakaian Tas Kresek di Denpasar, Wujud Rasa Cinta Lingkungan Warga   Bali

via Detik

baca juga: Pasar Seni Kumbasari Denpasar, Pilihan Tempat Berburu Oleh-Oleh Kesenian Khas Bali

Pusat Perbelanjaan di Denpasar Tak Lagi Menyediakan Tas Kresek

Penerapan aturan pelarangan tas kresek di Kota Denpasar berlaku secara menyeluruh. Pemerintah Kota Denpasar melarang adanya penggunaan kantong kresek bagi warga yang belanja tak hanya di pasar modern ataupun supermarket. Aturan ini juga ditetapkan untuk warga yang belanja ke pasar tradisional.

larangan tas kresek di Bali 2 » Larangan Pemakaian Tas Kresek di Denpasar, Wujud Rasa Cinta Lingkungan Warga   Bali

via Nusa Bali

Sebagai gantinya, masyarakat Bali yang belanja kebutuhan sehari-hari, diimbau membawa tas kantong ramah lingkungan. Pihak penjual tidak akan memberikan tas kresek kepada para pembeli. Sebagai gantinya, ada outlet yang menyediakan tas kantong ramah lingkungan. Hanya saja, tas kantong itu tak diberikan secara gratis. Untuk mendapatkannya, tas ini bisa dibeli dengan harga sekitar 17 ribu.

Sebagai pelengkap, pihak pengelola pusat perbelanjaan juga melakukan upaya sosialisasi agar para pembeli bisa bersiap-siap. Mereka menampilkan pamflet yang menginformasikan larangan penggunaan kantong kresek. Selain itu, mereka juga mengusahakan agar pamflet tersebut bisa terbaca secara jelas oleh para calon pembeli.

baca juga: 5 Tips Belanja Oleh-Oleh Hemat Khas Bali di Pasar Sukawati

Pemerintah Kota Denpasar juga kerap melakukan razia agar aturan ini diterapkan dan ditaati oleh para pedagang. Dalam informasi yang beredar beberapa waktu lalu, masih ada sebagian kecil pedagang yang masih menyediakan tas kresek. Selain itu, ada pula beberapa yang tak memasang pamflet sosialisasi aturan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, aturan ini bakal dikenal luas oleh masyarakat Bali.

Larangan Pemakaian Tas Kresek Disambut Baik Masyarakat

Upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan aturan pelarangan tas kresek di Kota Denpasar ternyata juga memperoleh sambutan positif dari masyarakat. Para pembeli mengaku tidak terlalu keberatan kalau diharuskan untuk membeli tas kantong ramah lingkungan saat belanja.

Menariknya, aturan ini tidak hanya mengikat kepada pembeli yang berasal dari masyarakat lokal. Para wisatawan domestik ataupun mancanegara juga harus mengikuti aturan ini. Oleh karena itu, ketika melakukan aktivitas belanja di Bali, pastikan Anda untuk mempersiapkan diri untuk tidak menggunakan tas kresek.

baca juga: Warung Tekor Denpasar, Sajikan Kuliner Legendaris Khas Bali Nasi Tekor

Aturan ini juga berlaku secara menyeluruh. Anda tidak hanya akan dilarang menggunakan tas kresek saat belanja di supermarket. Anda juga akan memperoleh perlakuan serupa saat belanja makanan di warung makan. Demikian pula ketika belanja online menggunakan layanan antar jemput makanan.

Nah, buat Anda yang bersiap liburan ke Bali, pastikan untuk menaati aturan ini, ya!