Lawar Merah Khas Bali, Kuliner Ekstrem dengan Campuran Darah

lawar merah khas Bali

via traveletc

Ketika berkunjung ke Pulau Bali, Anda berkesempatan untuk melihat deretan menu tradisional khas masyarakat setempat. Lawar merupakan jenis makanan yang begitu banyak dijumpai. Bahkan, Anda akan menemukan begitu banyak jenis lawar yang ada di pasaran.

Lawar, sejatinya merupakan makanan yang dibuat dengan mencampurkan beragam jenis sayuran dan disertai dengan daging cincang di dalamnya. Bagi wisatawan muslim, Anda akan menemukan opsi lawar yang bisa dimakan dan halal. Namun, tak sedikit pula lawar yang di dalamnya menggunakan bahan-bahan haram.

Lawar Merah Khas Bali 3 1024x768 » Lawar Merah Khas Bali, Kuliner Ekstrem dengan Campuran Darah

via traveletc

Nah, salah satu jenis lawar yang harus dihindari oleh traveler muslim di Bali adalah lawar merah khas Bali. Sesuai dengan namanya, lawar ini memiliki tampilan warna merah yang begitu mendominasi. Warna merah yang ada di dalam makanan ini bukanlah dari pewarna makanan, melainkan karena di dalamnya terdapat bahan berupa darah.

Lawar Merah Khas Bali sebagai Bagian dari Budaya

Bagi umat Islam, darah yang digunakan sebagai bahan untuk pembuatan lawar merah mungkin terasa begitu menjijikkan. Apalagi, darah merupakan tempat berkumpulnya bakteri. Namun, anggapan serupa tidak berlaku bagi masyarakat Bali. Lawar merah khas Bali yang dibuat dengan bahan campuran berupa darah, merupakan bagian dari bumbu rempah.

Lawar Merah Khas Bali 1 » Lawar Merah Khas Bali, Kuliner Ekstrem dengan Campuran Darah

via Alitmd

Masyarakat Bali percaya kalau darah yang ada pada lawar merah khas Bali sudah tidak lagi mengandung bakteri. Bahkan, lawar merah dipercaya sebagai makanan yang mampu memberikan energi tambahan kepada siapapun yang menikmatinya.

Dalam proses pembuatannya, lawar merah khas Bali bisa dibuat dengan menggunakan darah babi, sapi, ayam, ataupun bebek. Hanya saja, Anda tidak bisa menggabungkan antara lawar merah dengan darah babi yang kemudian disertai dengan daging ayam. Jenis daging dan darah yang digunakan harus sama. Kalau Anda menggunakan darah ayam, maka daging cincangnya juga berupa daging ayam.

baca juga: Bulung Buni Kuah Pindang, Kuliner Khas Bali yang Begitu Menyehatkan

Manfaat Mengonsumsi Lawar Merah Khas Bali

Proses pembuatan lawar merah khas Bali dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis bumbu. Bumbu tersebut di antaranya adalah cabai, lada putih, lada hitam, cekuh, serta bangle. Bahan-bahan tersebut kemudian diaduk dan disiram dengan darah segar yang di dalamnya telah disertai dengan rempah.

Lawar Merah Khas Bali 2 » Lawar Merah Khas Bali, Kuliner Ekstrem dengan Campuran Darah

via Traveletc

Saat menikmati kuliner ekstrem lawar dengan bahan baku darah segar, Anda akan tetap merasakannya saat berada di dalam mulut. Darah yang meski sudah tercampur dengan mulut, akan terasa begitu memasuki tenggorokan. Meski terasa tidak nyaman, lawar merah ternyata dipercaya mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan.

baca juga: Fakta Unik dan Menarik Pawai Ogoh-Ogoh Saat Perayaan Nyepi di Bali

Bahkan, banyak masyarakat Bali yang menyebut lawar sebagai sarana untuk menghubungkan antara manusia dengan Tuhan. Apalagi, lawar merupakan jenis makanan yang dibuat dengan tanpa menggunakan bahan-bahan kimia. Konsumsi lawar, termasuk di antaranya adalah lawar merah khas Bali, dipercaya dapat menawar butha atau makhluk jahat yang ada di dalam tubuh.

Nah, itulah sekelumit informasi mengenai kuliner ekstrem berbahan darah segar dari Bali. Kuliner lawar merah khas Bali ini bisa Anda jumpai dengan begitu gampang di pasar tradisional Bali. Namun, hati-hati buat traveler muslim yak, karena kuliner ini bukanlah makanan yang halal.

Meski begitu, ada pula jenis lawar khas Bali lain yang tak menggunakan bahan-bahan haram. So, pastikan untuk bertanya terlebih dahulu sebelum memesan, ya!