Layang-Layang Khas Bali, Bukti Keunikan Tradisi dan Budaya Pulau Dewata

Layang-Layang Khas Bali

Layang-layang menjadi salah satu tradisi unik yang dimiliki oleh warga Bali. Apalagi, mereka juga punya beberapa jenis layang-layang khas Bali yang bentuknya unik. Karena keunikan layang-layang yang ada di Bali tersebut, tidak heran kalau masyarakat setempat memiliki acara khusus berupa festival layang-layang yang tak hanya menjadi cara melestarikan tradisi, tapi juga hiburan untuk menarik wisatawan.

Tradisi layang-layang khas Bali dimulai dari kebiasaan para anak petani yang menghabiskan waktunya ketika bermain di area persawahan. Untuk menghilangkan kebosanan, mereka menaikkan layang-layang. Oleh masyarakat Bali, tradisi ini disebut dengan nama rare angon yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh pewayangan dan merupakan wujud dari putra Dewa Siwa yang memiliki penampilan anak-anak.

Layang Layang Khas Bali 1 1024x683 » Layang-Layang Khas Bali, Bukti Keunikan Tradisi dan Budaya Pulau Dewata

via Brenda Agustina

Tradisi membuat layang-layang khas Bali pun terus berlangsung hingga sekarang. Tradisi tersebut tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, tapi juga oleh orang dewasa. Tidak hanya itu, seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat Bali mengembangkan beragam bentuk layangan yang memiliki desain unik berbeda dengan layangan dari tempat lain.

baca juga: Festival Layang-Layang Bali, Suasana Seru Penuh Kreativitas Masyarakat Bali

Desain Unik Layang-Layang Khas Bali

Ada beberapa jenis layang-layang tradisional yang selama ini menjadi bentuk layangan yang dibuat oleh masyarakat Bali. Jenis-jenis tersebut adalah:

1. Layangan bebean

Layang Layang Khas Bali 3 » Layang-Layang Khas Bali, Bukti Keunikan Tradisi dan Budaya Pulau Dewata

via Seruji

Jenis layangan khas Bali yang pertama adalah layang-layang babean. Layangan ini memiliki bentuk yang mirip dengan ikan. Apalagi, namanya, yakni berasal dari kata “be” yang punya makna ikan. Layangan ini juga bisa dikenali dengan bentuknya yang sengaja orientasi pada arah delapan mata angin. Selain itu, di bagian tengah, layangan ini juga memiliki titik pada bagian tengah.

2. Layangan Janggan
Jenis layang-layang khas Bali berikutnya adalah layangan janggan. Layangan ini memiliki bentuk khas dengan adanya ekor yang berukuran sangat panjang. Bentuk tersebut diambil dari bentuk naga. Hanya saja, kreasi layangan janggan yang ada di era modern saat ini lebih bervariasi, tidak hanya hadir dengan bentuk kepala naga. Anda juga akan mendapati layangan janggan yang berbentuk kepala garuda, macan, dan lain-lain.

3. Layangan Pecuk
Jenis layang-layang khas Bali berikutnya adalah pecuk atau kadang ada yang menyebutkan pacukan. Layangan ini memiliki bentuk ibarat seperti daun, yang terlihat begitu meliuk-liuk ketika jatuh dari pohon. Oleh karena itu, ketika mengendalikan layang-layang ini, seseorang harus memiliki kemampuan yang mumpuni agar bisa terbang secara stabil.

4. Layangan kreasi
Terakhir, merupakan layang-layang khas Bali yang lahir dari kreativitas masyarakat Pulau Dewata. Layangan ini dibuat secara bebas tanpa ada patokan bentuk yang khusus. Oleh karena itu, tidak heran kalau terkadang layangan di bali memiliki bentuk unik seperti orang yang tengah naik motor, layangan berbentuk raksasa, layangan dengan desain kapal pinisi, ataupun layangan berbentuk bayi.

Waktu Terbaik Melihat Layang-Layang Khas Bali

Wisatawan bisa secara langsung melihat masyarakat Bali yang menerbangkan layang-layang uniknya di momen-momen yang tepat. Biasanya, kegiatan melayangkan layang-layang itu berlangsung dalam rentang antara bulan Juli dan Agustus. Pada momen tersebut, Anda juga bisa mendapati adanya pelaksanaan beragam jenis festival layang-layang, di antaranya adalah Festival Layangan Internasinal Padang Galak di Sanur, Festival Layangan Pantai Mertasari di Sanur, ataupun Festival Layangan Tanah Lot.

baca juga: Pantai Mertasari Sanur, Pantai dengan Pemandangan Sunset dan Sunrise Indah

Ketika menyaksikan festival tersebut, pastikan untuk membawa kamera yang bagus, sehingga bisa mengabadikan momen yang berharga.