Masjid Nurul Huda Gelgel, Masjid Pertama dan Tertua di Pulau Bali

Masjid Nurul Huda Gelgel

via Deklarasi Sancang

Agama Islam memang bukan agama mayoritas yang ada di Pulau Bali. Jumlah muslim di Bali begitu kontras dibandingkan dengan penganut Agama Hindu. Meski begitu, perkembangan jumlah muslim di Bali ternyata telah ada sejak dulu. Hal ini bisa dibuktikan Masjid Nurul Huda Gelgel yang merupakan masjid tertua di Bali.

Masjid Nurul Huda Gelgel 1 768x1024 » Masjid Nurul Huda Gelgel, Masjid Pertama dan Tertua   di Pulau Bali

via Edy Raguapo

Eksistensi Masjid Nurul Huda Gelgel telah ada sejak masa Pemerintahan Kerajaan Gelgel di abad ke 14 saat Raja Ketut Dalem Ngulesir memerintah kerajaan tersebut. Masjid ini pun menjadi pusat perkembangan umat Islam di masa lalu. Bahkan, kawasan di sekitar masjid saat ini dikenal dengan sebutan Kampung Muslim Gelgel.

baca juga: Pura Langgar Bunutin, Keunikan Pura dengan Akulturasi Budaya Hindu dan Islam

Sejarah Pendirian Masjid Nurul Huda Gelgel di Bali

Keberadaan Masjid Nurul Huda Gelgel sebagai masjid pertama di Bali ternyata tidak lepas dari peran Kerajaan Majapahit di masa lalu. Pada waktu itu, Raja Gelgel, yakni Raja Ketut Dalem Ngulesir melakukan perjalanan menuju ke Ibu Kota Majapahit di Pulau Jawa. Perjalanan itu dilakukannya untuk menghadiri pertemuan akbar raja se-Nusantara.

Sepulang dari pertemuan tersebut, Raja Gelgel ternyata ditemani oleh sebanyak 40 orang pengawal dari Majapahit. Tak disangka, ada beberapa pengawal yang beragama Islam. Hal yang cukup mengejutkan lagi, sebagian besar pengawal ternyata memilih untuk menetap di Gelgel, tidak kembali ke Jawa.

baca juga: Menelusuri Peran Wali Pitu di Bali Sebagai Sosok Penyebar Agama Islam di Pulau Dewata

Masjid Nurul Huda Gelgel 2 1024x528 » Masjid Nurul Huda Gelgel, Masjid Pertama dan Tertua   di Pulau Bali

via Deklarasi Sancang

Selanjutnya, Raja Gelgel memberi izin kepada para prajurit Majapahit yang beragama Islam itu untuk tinggal di Gelgel. Bahkan, Raja Gelgel juga memberikan izin bagi para prajurit untuk menyebarkan Agama Islam tanpa adanya paksaan sedikitpun. Peristiwa ini kemudian menjadi cikal bakal pendirian Masjid Nurul Huda Gelgel.

baca juga: Pantai Seseh Bali, Pantai Pasir Hitam Wujud Kerukunan Umat Beragama di Pulau Dewata

Desain Arsitektur Masjid Nurul Huda Gelgel

Sebagai masjid tertua yang ada di Bali, Masjid Gelgel ini memiliki desain arsitektur menarik. Di bagian luar, Anda bisa menemukan keberadaan menara berusia tua yang masih berdiri tegak dengan ketinggian mencapai 17 meter. Selain itu, masjid ini juga masih menyimpan mimbar masjid dari bahan kayu jati dengan motif ukiran daun serta tumbuhan.

Mimbar yang ada di Masjid Nurul Huda ini, kalau ditelusuri lebih lanjut memiliki kemiripan motif dengan mimbar kuno yang ada di Pulau Jawa. Tak hanya itu, mimbar ini juga memberikan informasi bahwa pernah terjadi renovasi pada bangunan masjid yang dilakukan bertepatan dengan tahun 1280 Hijriah atau sekitar 1863 Masehi.

Hanya saja, tidak ada informasi secara pasti mengenai tahun pendirian dari Masjid Nurul Huda Gelgel. Namun, para peneliti bisa meyakinkan bahwa pendirian masjid jauh sebelum tahun 1863, kemungkinan pada abad ke-14. Selanjutnya, proses renovasi berlangsung selama beberapa kali. Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 2010, dengan penambahan lantai 2 tanpa mengubah desain asli bangunan.

Nama masjid ini juga tidak pernah mengalami perubahan. Pada awalnya, masjid ini sudah menggunakan nama Masjid Nurul Huda yang memiliki arti cahaya petunjuk. Sementara itu, keturunan para leluhur yang berperan penting dalam pendirian masjid, bisa ditemukan menetap di Kampung Islam Gelgel. Selain itu, ada pula yang memilih pindah ke Kusamba, Kampung Lebah, serta Kampung Toyapakeh.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk mengetahui sejarah perkembangan Islam di Bali, masjid ini wajib menjadi destinasi liburan.