Melihat Pesona Bali Era 70-an yang Masih Alami dan Penuh Nostalgia

bali era 70an

Bali memang menjadi tempat liburan yang sangat menarik. Popularitas Bali sebagai destinasi wisata sudah tinggi sejak dulu. Hanya saja, suasana Bali zaman sekarang dengan Bali Era 70-an sangat jauh berbeda. Suasananya masih sangat alami. Meski begitu, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali juga sangat tinggi.

Untuk memenuhi rasa penasaran Anda terhadap situasi Bali zaman dulu, jepretan kamera dari fotografer luar negeri Clifford White bisa memberi gambaran. Clifford melakukan petualangan ke Bali pada tahun 1970-an. Lewat akun media sosial pribadinya, Clifford mengungkapkan betapa jauh perbedaan Bali pada kedua zaman tersebut.

Kuta yang Terlihat Eksotis dan Menawan Sejak Dulu

bali era 70an.jpg 2 » Melihat Pesona Bali Era 70-an yang Masih Alami dan Penuh Nostalgia

Pada tahun 1970, Bali identik dengan Pantai Kuta. Di sini, Clifford menggambarkan kalau banyak wisatawan yang datang untuk mencoba tantangan menaklukkan ombak besar Kuta. Terlihat hasil jepretan Clifford yang memperlihatkan aksi para peselancar mencoba menaiki gulungan ombak Pantai Kuta. Tak hanya itu, pemandangan matahari terbenam Kuta juga terlihat jauh lebih cantik.

bali era 70an.jpg 3 » Melihat Pesona Bali Era 70-an yang Masih Alami dan Penuh Nostalgia

Jalan Kartika yang saat ini merupakan area wisata populer masih belum terlihat popularitasnya. Kondisi jalanan ini tak ubahnya seperti sebuah jalan raya biasa. Situasi jalan memang sudah diaspal. Hanya saja, di sekelilingnya masih berupa wilayah yang asri. Pohon kepala yang tumbuh secara rapi masih bisa dijumpai di pinggir jalan.

bali era 70an 3 » Melihat Pesona Bali Era 70-an yang Masih Alami dan Penuh Nostalgia

Bandara Internasional Ngurah Rai yang Masih Berukuran Kecil

bali era 70an » Melihat Pesona Bali Era 70-an yang Masih Alami dan Penuh Nostalgia

Bandara I Gusti Ngurah Rai yang menjadi pintu masuk utama menuju ke Bali masih terlihat begitu sederhana. Tak jauh dari bandara, terdapat wilayah Kuta yang masih berupa sebuah desa nelayan tradisional. Sementara itu, Seminyak masih belum terlihat keberadaannya. Selain itu, suasana bandara juga masih sangat sepi. Saat mendarat, pesawat Garuda yang ditumpanginya merupakan satu-satunya pesawat yang ada.

bali era 70an 2 » Melihat Pesona Bali Era 70-an yang Masih Alami dan Penuh Nostalgia

Bemo Menjadi Sarana Transportasi Terbaik

bali era 70an 4 » Melihat Pesona Bali Era 70-an yang Masih Alami dan Penuh Nostalgia

Untuk keperluan berkeliling Bali, sarana transportasi yang bisa dimanfaatkan masih sangat terbatas. Bemo menjadi opsi kendaraan umum yang digunakan oleh Clifford sebagai sarana untuk berkunjung ke berbagai tempat menarik di Bali. Situasi bemo pada masa lalu masih sangat aman. Dia pun tak keberatan menitipkan beberapa benda berharga kepada sopir bemo.

baca juga: Keindahan Pantai Kuta, Pesona Pantai yang Tak Lekang Waktu

bali era 70an 6 » Melihat Pesona Bali Era 70-an yang Masih Alami dan Penuh Nostalgia

Untuk memperoleh transportasi bemo, Clifford juga harus berjuang ekstra. Dia perlu berjalan kaki cukup jauh menuju stasiun pemberhentian bemo. Demikian pula ketika turun dari bemo. Namun, perjuangan itu didapatkannya dengan senang. Apalagi, dia disambut suara tawa dan senyum anak-anak Bali yang terlihat begitu lucu dan imut.

baca juga: Beachwalk Shopping Mall , Wisata Belanja Dekat Pantai Kuta Bali

Uluwatu yang Masih Berupa Pantai Liar

uluwatu » Melihat Pesona Bali Era 70-an yang Masih Alami dan Penuh Nostalgia

Pantai Uluwatu menjadi pantai yang disinggahi oleh Clifford berikutnya. Hanya saja, kondisi Uluwatu masih berupa pantai yang liar dan perawan. Anda jangan mengharapkan ada jalur nyaman yang bisa dimanfaatkan untuk menuju ke sana. Bahkan, Clifford perlu melalui jalur yang menantang untuk bisa menikmati pemandangan indah ketika kondisi perairan tengah surut.

baca juga: Pantai Balangan Uluwatu Bali, Pantai Indah yang Wajib Dikunjungi di Pulau Dewata

bali era 70an 5 » Melihat Pesona Bali Era 70-an yang Masih Alami dan Penuh Nostalgia

Selain harus dihadapkan dengan jalur yang sulit, dia juga diharuskan untuk membawa beban yang cukup banyak. Apalagi, tujuan untuk berkunjung ke Uluwatu adalah bermain ombak. Namun, perjalanan itu dinikmati oleh Clifford bersama rekan-rekannya. Suasana seperti ini, memunculkan nostalgia yang menyenangkan. Hanya saja, pengalaman seperti ini, bakal sulit untuk diulangi kembali di Bali.