Mencicipi Es Waneng Khas Tabanan yang Legendaris Sejak Tahun 1938

Es Waneng Khas Tabanan

via Sebut Saja Sastra

Wisata kuliner ke Pulau Bali memang tidak pernah terasa membosankan. Ada begitu banyak makanan dan minuman enak yang bisa Anda temukan. Bahkan, beberapa di antaranya telah bertahan selama puluhan tahun. Es Waneng khas Tabanan merupakan salah satunya. Siapa yang menyangka kalau minuman sederhana yang bisa didapatkan dengan harga murah meriah ini, telah berdiri sejak tahun 1938?

Melihat tampilan dari Es Waneng, sebenarnya tak jauh berbeda dibandingkan dengan es lain. Namun, cita rasa serta kesegaran yang dimiliki oleh Es Waneng, membuat kedai Es Waneng selalu ramai oleh para pengunjung. Bahkan, mereka yang datang ke kedai sederhana ini tidak hanya masyarakat lokal. Banyak pula wisatawan yang sengaja menyempatkan waktu untuk mencicipi kesegaran Es Waneng murah meriah ini.

Sejarah Es Waneng Khas Tabanan Telah Ada Sejak 1938

Es Waneng Khas Tabanan 1 » Mencicipi Es Waneng Khas Tabanan yang Legendaris Sejak Tahun 1938

Sejarah keberadaan Es Waneng bisa ditelusuri sejak tahun 1938. Sosok I Nengah Waneng merupakan kreator dari usaha ini. Oleh karena itu, nama dari usahanya dibuat sederhana, dengan menggunakan embel-embel namanya sendiri. Saat pertama kali berjualan Es Waneng, Nengah Waneng masih berusia 18 tahun. Saat itu, dia memasarkan es dengan berjualan di pinggir jalan di Banjar Gerokgak Gede.

Cara berjualannya juga sangat sederhana, menggunakan termos es yang ada dalam pikulan. Karena kondisi jalanan yang sepi, Nengah Waneng kerap harus menjanjakan dagangannya dengan cara berkeliling. Kalau sudah begini, Nengah Waneng akan membunyikan lonceng untuk menarik kedatangan para calon pembeli. Usaha ini terus dijalankan oleh Nengah Waneng sampai tahun 1998. Hanya saja, usaha tersebut sudah diteruskan oleh anak kandungnya yang bernama Jumartini atau Mek Eka.

Sosok Jumartini merupakan anak bungsu dari Nengah Waneng. Meski begitu, Jumartini sudah mengenal betul seluk-beluk usaha Es Waneng yang dikerjakan oleh orang tua kandungnya. Apalagi, semasa kecil Jumartini kerap diajak menemani orang tuanya berkeliling jualan es. Di tangan Jumartini, usaha Es Waneng terus berkembang. Bahkan, tercatat sejak tahun 1998, Jumartini telah menyewa kedai sederhana yang digunakan sebagai tempat berjualan Es Waneng.

Es Waneng Khas Tabanan 3 683x1024 » Mencicipi Es Waneng Khas Tabanan yang Legendaris Sejak Tahun 1938

via Paonwimas

Hanya saja, pengalaman menjalankan usaha Es Waneng yang dilakukan oleh Jumartini harus dipenuhi duka. Apalagi, setahun setelah Jumartini mengambil alih usaha Es Waneng, Nengah Waneng meninggal dunia. Dengan usia yang sudah sangat tua, tubuh Nengah Waneng memang sudah sulit untuk bisa menjalankan usahanya dengan baik. Meski begitu, usaha Es Waneng di tangan Jumartini terus berjalan dan bahkan berkembang dengan pesat.

Resep Es Waneng Khas Tabanan yang Terus Terjaga

Sosok Nengah Waneng memang telah tiada. Namun, Es Waneng yang menjadi eksistensi Nengah Waneng masih tetap bisa dinikmati oleh para pencinta kuliner. Apalagi, Jumartini berupaya untuk membuat es dengan tetap mempertahankan resep dari orang tuanya. Es waneng dibuat dengan mencampurkan santan kelapa, es serut, dan gula pasir. Selain itu, ada pula tambahan berupa parutan kemiri yang menjadi ciri khas es waneng.

Es Waneng Khas Tabanan 2 » Mencicipi Es Waneng Khas Tabanan yang Legendaris Sejak Tahun 1938

via Sebut Saja Sastra

Selain itu, ada hal lain yang menjadi ciri khas Es Waneng yang dibuat berdasarkan resep turun-temurun ini. Ciri tersebut adalah kelapa yang sebelumnya dibakar sebelum dibuat santan. Selain itu, kemiri juga terlebih dahulu disangrai, dihaluskan, lalu dicampur dengan es. Dengan resep seperti ini, Es Waneng menawarkan cita rasa yang segar dan khas. Harganya juga murah. Dulu, Nengah Waneng menjual es waneng dengan harga Rp2.00. Kini, Jumartini menjualnya cuma dengan harga Rp2 ribu.

Biasanya, cara paling enak menikmati es waneng adalah dengan disertai roti yang harganya cuma Rp1 ribu. Anda bisa minum es waneng sambil mencocol roti tersebut. Kalau penasaran, lokasi Kedai Es Waneng bisa Anda temukan berada di alamat Jl. Mawar No.25, Delod Peken, Tabanan, Bali. Kedai ini buka setiap hari, mulai dari pukul 10 pagi sampai pukul 6 sore.