Mencicipi Urutan Usus Babi, Sosis Tradisional Khas Bali

urutan usus babi

via Babi Guling Bali

Sosis menjadi jenis olahan daging yang begitu banyak dijumpai di pasaran. Keberadaan sosis di Indonesia diawali kedatangan Kompeni Belanda. Dalam perjalanannya, sosis hadir dalam beragam jenis bentuk. Menariknya, Anda bisa menemukan sosis tradisional yang berasal dari Bali. Namanya adalah urutan usus babi.

urutan usus babi 1 » Mencicipi Urutan Usus Babi, Sosis Tradisional Khas Bali

via Aneka Olahan Daging Babi

Cara pembuatan urutan memiliki perbedaan dibandingkan dengan sosis pada umumnya. Sosis tradisional dari Bali ini dibuat dari usus babi. Pembuatan sosis ini pun bergantung dengan ukuran usus yang tersedia. Anda bisa menemukan urutan usus Babi yang berukuran mencapai 2 meter dengan berbentuk spiral.

baca juga: Sate Babi Bawah Pohon, Kuliner Jalanan Favorit di Pulau Bali

Jenis Urutan Usus Babi

Proses pembuatan urutan usus babi dilakukan dengan mencampurkan beragam jenis bumbu. Bahan utama yang dipakai dalam pembuatan urutan tentu saja adalah usus babi. Di dalamnya, Anda perlu memasukkan bahan tambahan berupa daging serta lemak babi. Nah, ada 2 proses pembuatan yang bisa digunakan, yakni urutan dengan fermentasi dan nonfermentasi.

urutan usus babi 2 1024x1024 » Mencicipi Urutan Usus Babi, Sosis Tradisional Khas Bali

via Babi Guling Bali

Urutan usus babi yang mengalami proses fermentasi, mengalami proses pengeringan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari. Sementara itu, urutan yang tanpa mengalami fermentasi, memiliki proses pembuatan yang lebih singkat. Urutan nonfermentasi bisa langsung digoreng tanpa ada penjemuran. Penggorengan urutan biasa dilakukan sampai berwarna kuning kecokelatan.

baca juga: Warung Babi Guling Candra, Kuliner Babi Terenak di Seantero Bali

Perbedaan Urutan Usus Babi dengan Sosis

Meski kerap disebut sebagai sosis tradisional Bali, urutan memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan sosis. Perbedaan tersebut mencakup banyak faktor, mulai dari tampilan fisik, proses pembuatan, hingga dari rasa yang dimiliki. Meski, cara penyajiannya tidak jauh berbeda. Anda bisa menemukan sosis ataupun urutan disajikan dengan cara digoreng ataupun dipanggang.

baca juga: Warung Naughty Nuri Bali, Pilihan Kuliner Iga Babi Lezat di Pulau Dewata

Tampilan fisik antara sosis dan urutan punya perbedaan yang mencolok. Sosis bisa dijumpai dengan permukaan yang halus. Namun, urutan punya permukaan dengan tekstur yang kasar. Rasa urutan juga lebih lengkap, karena proses pembuatannya menggunakan base genep.

Cara Membuat Urutan Usus Babi Khas Bali

Bahan utama yang perlu disiapkan untuk pembuatan urutan adalah usus babi dengan daging babi. Tak lupa, Anda juga harus menyediakan lemak babi sebagai campuran. Mengenai bumbu, Anda dapat menyediakan bumbu base genep khas Bali.

Tahap pertama, Anda harus memastikan bahwa usus dalam kondisi bersih. Selanjutnya, daging serta lemak babi yang dipersiapkan, dirajang sehingga berukuran kecil-kecil. Potongan daging dan lemak babi tersebut kemudian bisa Anda campur dengan bumbu dan diaduk sampai merata.

Setelah rata, tahap berikutnya adalah memasukkan adonan ke dalam usus babi. Ketika penuh, pastikan untuk mengikat bagian ujung urutan usus babi menggunakan serabut kelapa. Anda pun bisa secara langsung menggoreng urutan atau bisa pula memilih untuk menjemurnya di bawah sinar matahari.

Urutan khas Bali memiliki tingkat ketahanan yang cukup tinggi. Kuliner tradisional ini bisa bertahan mencapai 10 hari kalau proses penyimpanannya dilkaukan dengan merendam di dalam minyak. Sementara itu, urutan fermentasi yang telah dijemur, punya tingkat ketahanan mencapai 2 minggu.

Mengenai cara menikmatinya, Anda bisa menyantap urutan dalam beragam cara. Urutan bisa saja dinikmati dengan disertai lawar ataupun beragam jenis lauk tradisional khas Bali lainnya.