Menelisik Jejak Kerajaan Majapahit di Tanah Bali

Kerajaan Majapahit di Tanah Bali

Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal nama Kerajaan Majapahit. Kerajaan yang berpusat di Mojokerto berhasil menyatukan wilayah nusantara. Jejak keberadaannya pun bisa ditelusuri di berbagai wilayah tanah air, termasuk di antaranya adalah di Pulau Bali. Bahkan, karena sejarah kehadiran Majapahit di Bali, budaya yang dimiliki oleh masyarakat Bali punya kemiripan dengan tradisi di Jawa.

Penaklukan bali oleh majapahit 1 » Menelisik Jejak Kerajaan Majapahit di Tanah Bali

Keberadan para prajurit dari Kerajaan Majapahit di Pulau Bali tidak sekadar menginjakkan kaki. Melalui pasukan yang dipimpin secara langsung oleh Patih Gajah Mada, Majapahit berhasil menaklukkan wilayah Pulau Dewata secara utuh. Hanya saja, masyarakat Bali memiliki kegigihan tinggi dan tidak takluk begitu saja ke tangan Majapahit. Bahkan, Gajah Mada melakukan berbagai cara termasuk, metode yang licik.

baca juga: Sejarah Desa Pejeng Gianyar, Pusat Pemerintahan Kerajaan Bali Kuno

Kedatangan Pasukan Majapahit ke Pulau Bali

Kakawin Nagarakertagama menceritakan secara cukup lengkap peristiwa penaklukkan Bali oleh Majapahit. Dalam lontar ini memang tidak disebutkan kapan kedatangan pertama kali pasukan Majapahit di Bali. Hanya terdapat informasi yang menyebutkan kalau pada tahun 1343, Bali sudah jatuh ke tangan Majapahit. Di sisi lain, Gajahmada diangkat sebagai Patih Amangkubumi pada 1334.

Penaklukan bali oleh majapahit 2 » Menelisik Jejak Kerajaan Majapahit di Tanah Bali

Penaklukkan Bali merupakan invasi pertama yang dilakukan oleh Majapahit ke wilayah di luar Jawa. Sebelumnya, Majapahit hanya melakukan penaklukkan di wilayah sekitar Jawa Timur, termasuk Madura. Dalam lontar ini, proses penaklukkan Bali oleh Majapahit diceritakan dengan penuh kepahlawanan, memperlihatkan sosok Gajah Mada yang sulit dikalahkan.

baca juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Raja Udayana, Penguasa Bali dari Wangsa Warmadewa

Cerita lebih lengkap dituliskan dalam Babad Arya Kutawaringin. Di sini, diceritakan kalau proses penaklukan Bali tidak berlangsung secara mulus. Rakyat Bali melakukan perlawanan dengan sangat sengit. Bahkan, karena berbagai pemberontakan tersebut, Bali disebutkan mengalami kekacauan. Patih Gajah Mada pun mengalami kesulitan untuk menanggulangi berbagai pemberontakan tersebut.

Para penguasa tersebut sengaja dipilih oleh Gajah Mada dari golongan orang arya atau kepala pasukan Majapahit. Mereka ditunjuk untuk menetap di beberapa wilayah di Bali dan mengendalikan stabilitas daerah kekuasaannya masing-masing. Para penguasa tersebut adalah Arya Kenceng di Tabanan, Arya Kutawaringin di Gelgel, Arya Dalancang di Kapal, Arya Belog di Kaba-Kaba, Arya Sentong di Crangsari, dan lain-lain.

baca juga: Sejarah dan Asal-usul Kota Denpasar Bali

Versi Lain Sejarah Penaklukan Bali oleh Majapahit

Namun, cerita yang agak berbeda dituliskan dalam Babad Dalem. Dalam lontar ini disebutkan kalau Patih Gajah Mada menunjuk satu orang sebagai penguasa dari Pulau Bali. Sosok yang ditunjuk oleh Gajah Mada tersebut adalah Sri Aji Kresna Kepakisan. Selanjutnya, Sri Aji Kresna yang merupakan bangsawan dari Tanah Jawa, mendirikan puri di daerah Samprangan, Gianyar.

Pada masa kepemimpinan Sri Aji Kresna Kepakisan, Bali masih tetap berada dalam kekacauan. Masyarakat Bali Aga yang merupakan penduduk asli Bali, mengecam keras kebijakan yang ditetapkan oleh Sri Aji Kresna Kepakisan. Apalagi, setelah adanya pasukan yang memaksa masuk ke wilayah yang ditinggali oleh masyarakat Bali Aga di daerah dataran tinggi.

Dalam menanggulangi pemberontakan Bali Aga, Sri Aji Kresna Kepakisan mengalami kerepotan besar. Bahkan, penguasa ini dikabarkan tidak betah dan ingin kembali ke Jawa. Akhirnya, Gajah Mada mengirimkan bantuan untuk mengatasi krisis di Bali. Berkat bantuan ini, Sri Aji Kresna Kepakisan dapat mengatasi masalah pemberontakan yang dilakukan oleh Bali Aga.