Mengenal Apa Itu Angkul-Angkul, Bangunan Tradisional Khas Bali yang Kaya Makna

angkul-angkul gerbang tradisional khas Bali

Budaya yang dimiliki oleh masyarakat Bali selalu dihadirkan dalam berbagai hal. Oleh karena itu, tidak heran kalau Anda bakal menemukan bahwa benda-benda yang terlihat sederhana, punya makna mendalam. Angkul-angkul adalah salah satu contohnya. Angkul-angkul merupakan bangunan tradisional khas Bali yang memiliki fungsi utama sebagai pintu gerbang. Ketika berkunjung ke Bali, Anda akan menemukan deretan rumah tradisional yang masih menggunakan keberadaan angkul-angkul.

angkul angkul gerbang tradisional khas Bali 2 1024x1024 » Mengenal Apa Itu Angkul-Angkul, Bangunan Tradisional Khas Bali yang Kaya Makna

Desain angkul-angkul memiliki bentuk yang beda dibandingkan dengan pintu gerbang yang menjadi ciri khas daerah lain. Pintu gerbang tradisional khas Bali ini selalu disertai dengan atap yang disebut dengan kori. Biasanya, angkul-angkul memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, biasa digunakan pada rumah yang sejak awal tidak menggunakan delman ataupun jenis kendaraan tradisional di zaman dulu. Namun, saat ini ukuran angkul-angkul terkadang disesuaikan dengan jenis kendaraan yang dimiliki.

Desain Tradisional Angkul-Angkul Khas Bali

Gerbang tradisional angkul-angkul oleh masyarakat Bali juga kerap disebut dengan nama kori. Tidak ada konsep secara pasti yang mengatur bagaimana desain dari angkul-angkul yang bisa digunakan oleh masyarakat Bali. Oleh karena itu, Anda dapat menemukan angkul-angkul di Bali memiliki perbedaan desain dari satu rumah dengan rumah lain. Hal itu karena disesuaikan dengan selera masing-masing pemilik rumah.

angkul angkul gerbang tradisional khas Bali 1 1024x839 » Mengenal Apa Itu Angkul-Angkul, Bangunan Tradisional Khas Bali yang Kaya Makna

Di zaman dulu, angkul-angkul kerap disertai dengan anak tangga. Anda dapat menemukan kori dengan anak tangga naik ataupun turun, disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, saat ini hampir sangat jarang ada kori yang memiliki anak tangga. Lagi-lagi, kondisi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pemilik rumah. Apalagi, saat ini banyak masyarakat yang memiliki sepeda motor yang kemudian diparkir di dalam rumah.

Berdasarkan fungsinya, kori memiliki peran sebagai pintu masuk utama menuju bangunan rumah. Ketika Anda berkunjung ke rumah yang berukuran sangat besar, terkadang pemilik rumah bakal sengaja membangun kori lebih dari satu. Selain pada bangunan rumah, Anda juga dapat menemukan keberadaan kori pada bangunan lain, termasuk pura yang menjadi tempat ibadah umat Hindu Bali.

Makna Pintu Gerbang Angkul-Angkul

angkul angkul gerbang tradisional khas Bali 3 860x1024 » Mengenal Apa Itu Angkul-Angkul, Bangunan Tradisional Khas Bali yang Kaya Makna

Masyarakat Bali memang tidak punya standar mengenai bentuk angkul-angkul yang harus dibangun. Namun, dalam pendiriannya, orang-orang Bali percaya kalau angkul-angkul punya makna penting dalam keberadaan sebuah bangunan. Ada 3 makna utama yang bisa didapatkan dari keberadaan sebuah kori di dalam bangunan rumah, yakni:

1. Estetika
Keberadaan angkul-angkul memberikan nilai estetika tambahan pada desain rumah tradisional di Bali. Bahkan, masyarakat Bali sebenarnya memiliki desain angkul-angkul atau kori yang berbeda untuk masyarakat pada kasta tertentu. Semakin tinggi kasta seseorang, maka semakin mewah pula desain angkul-angkul yang digunakan. Selain itu, angkul-angkul yang ada pada bangunan pura juga memiliki bentuk spesial, yang disebut dengan kori agung.

2. Magis
Pembangunan angkul-angkul di Bali tidak dilakukan secara serampangan. Pendiriannya dilakukan dengan memperhitungkan asta bumi serta asta kosala kosali. Berdasarkan konsep ini, masyarakat Bali melakukan penataan angkul-angkul dengan memperhatikan arah mata angin. Di waktu yang sama, masyarakat Bali percaya kalau angkul-angkul ibaratnya adalah mulut dari rumah. Ketika mulut dalam kondisi tertutup, maka tidak ada benda apapun yang bisa masuk, termasuk segala sesuatu yang berbau gaib.

3. Keamanan
Keberadaan angkul-angkul juga punya peran penting untuk menjaga keamanan. Setiap angkul-angkul selalu disertai dengan apit lawang di bagian depannya. Apit lawang itu punya makna sebagai penjaga keamanan dari segala ancaman kepada pemilik rumah. Biasanya, apit lawang bisa berbentuk patung druapala, yang bertubuh raksasa dan tengah membawa senjata berupa gada.