Mengenal Konsep Dewata Nawa Sanga dalam Kepercayaan Masyarakat Hindu Bali

Konsep Dewata Nawa Sanga

Kepercayaan yang dimiliki oleh mayoritas masyarakat Bali memang beda dengan sebagian besar orang Indonesia. Namun, ketika Anda melakukan aktivitas liburan ke Bali, menghormati kepercayaan mereka merupakan hal yang wajib. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui beberapa hal yang berkaitan erat dengan kepercayaan tersebut, salah satunya adalah konsep Dewata Nawa Sanga.

Konsep Dewata Nawa Sanga 1 1024x944 » Mengenal Konsep Dewata Nawa Sanga dalam Kepercayaan Masyarakat Hindu Bali

Dewata Nawa Sanga merupakan konsep yang berkembang dalam masyarakat Hindu Bali yang mempercayai Hindu Dharma. Dalam konsep ini, mereka menganggap bahwa terdapat sembilan penguasa yang masing-masing mendiami penjuru mata angin. Secara total, Anda akan menemukan delapan arah mata angin yang mengelilingi keberadaan Dewa Siwa di bagian tengah.

Sembilan Dewa dalam Konsep Dewata Nawa Sanga Masyarakat Bali

Dalam kepercayaan ini, masyarakat Hindu Bali percaya kalau setiap dewa punya stana tersendiri. Dewa-Dewa tersebut juga punya representasi dan ciri khas yang membedakannya dengan Dewa lain. Tak hanya itu, masing-masing Dewa juga punya tugas serta kewajiban masing-masing.

Konsep Dewata Nawa Sanga 2 » Mengenal Konsep Dewata Nawa Sanga dalam Kepercayaan Masyarakat Hindu Bali

1. Wisnu
Dewa Wisnu merupakan manifestasi dari Hyang Widhi yang bertugas sebagai sosok pemelihara. Wisnu dipercaya sebagai penguasa dari arah utara dan menggunakan senjata Chakra Sudarshana serta wahana Garuda. Dewa Wisnu dipuja di Pura Batur dan memiliki Shakti Dewi Sri.

2. Sambhu
Dewa Sambhu yang juga dikenal sebagai Sang Hyang Kawia merupakan sosok penguasa dari arah timur laut. Pura yang menjadi lokasi pemujaan dari Dewa Sambhu adalah Pura Besakih.

3. Iswara
Dewa Iswara adalah sosok Dewa yang menjadi penguasa dari arah timur laut. Sosok Dewa yang satu ini dikenal memiliki kendaraan berupa gajah dan senjata berupa bajra. Lokasi pemujaannya bisa ditemukan di Pura Lempuyang.

4. Maheswara
Sosok yang menguasai arah tenggara adalah Dewa Maheswara. Dewa yang satu ini terkenal dengan wahana berupa sosok merak dan lokasi pemujaannya dapat ditemukan di Pura Goa Lawah.

5. Brahma
Brahma yang merupakan salah satu sosok Dewa Tri Murti dikenal sebagai sosok dewa pencipta. Brahma digambarkan sebagai sosok yang bersenjatakan gada dengan wahana angsa. Pura yang menjadi stana dari Dewa Brahma adalah Pura Andakasa.

6. Rudra
Dewa Rudra dikenal sebagai sosok penguasa dari nairiti atau arah barat daya. Stana Dewa Rudra bisa ditemukan di Pura Uluwatu.

7. Mahadewa
Mahadewa adalah sosok dewa yang memiliki gelar Ratu Hyang Tumuwuh yang punya stana di Pura Batukaru. Warna yang menjadi representasi dari Mahadewa adalah warna kuning. Seorang masyarakat Hindu Bali yang ingin meraih kesentosaan serta kemajuan dalam hidupnya, biasanya akan melakukan persembahan kepada Mahadewa.

8. Sangkara
Dewa Sangkara merupakan sosok dewa yang menjadi penguasa dari segala jenis tumbuhan. Hari Raya Tumpek Wariga merupakan hari raya yang secara khusud ditujukan sebagai bentuk persembahan kepada Dewa Sangkara. Dewa ini dikenal memiliki wahana beurpa singa dan punya stana di Pura Puncak Mangu.

9. Siwa
Siwa merupakan sosok dewa yang sentral dalam konsep Nawa Dewa Sanga oleh masyarakat Hindu Bali. Dewa Siwa yang memiliki senjata berupa padma dikenal sebagai sosok penguasa dari arah tengah. Kendaraannya berupa lembu yang disebut dengan nama Nandini. Lokasi stana dari Dewa Siwa bisa Anda temukan di Pura Pusering Jagat.

Konsep Nawa Dewa Sanga ini kerap diaplikasikan oleh masyarakat Hindu Bali dalam melakukan berbagai aktivitas. Bahkan, proses pembuatan bangunan kerap dilakukan dengan mempertimbangkan faktor ini. Salah satu contohnya adalah adanya kesalahan dalam pendirian patung Dewa Wisnu GWK.