Mengenal Lebih Dekat Sosok Raja Udayana, Penguasa Bali dari Wangsa Warmadewa

Raja Udayana Bali

Nama Udayana sudah sangat melekat dengan Pulau Bali. Apalagi, Udayana disematkan sebagai salah satu nama universitas negeri yang ada di Bali. Namun, hanya sebagian kecil yang mengetahui siapa sebenarnya sosok Udayana? Beliau tidak lain adalah salah satu raja atau penguasa Bali yang berasal dari Wangsa Warmadewa, pendiri Kerajaan Bedulu.

Raja Udayana Bali 2 » Mengenal Lebih Dekat Sosok Raja Udayana, Penguasa Bali dari Wangsa Warmadewa

baca juga: Sejarah dan Asal-usul Kota Denpasar Bali

Raja Udayana juga memiliki peran penting dalam sejarah nusantara. Apalagi, beliau dikenal sebgai ayah kandung dari Airlangga, yang merupakan pendiri dari Kerajaan Kahuripan yang kemudian terpecah menjadi Kerjaaan Janggala dan kerajaan Kediri. Sebagai upaya mengabadikan namanya, tidak heran kalau Udayana digunakan sebagai nama perguruan tinggi.

Raja Udayana Sebagai Penguasa Bali dari Dinasti Warmadewa

Dinasti Warmadewa yang merupakan penguasa Pulau Bali pada abad ke 10. Prasasti Blanjong yang ada di kawasan Sanur menyebutkan kalau Wangsa Warmadewa didirikan oleh Sri Kesari Warmadewa. Kerajaan ini menganut agama Buddha Mahayana dan dikenal memiliki kedekatan dengan Kerajaan Medaeng yang ada di Jawa Timur. Hubungan dekat tersebut terjadi pada rentang antara abad ke 10 sampai 11 Masehi.

Raja Udayana sendiri memiliki nama lengkap Sang Ratu Maruhani Sri Dharmodayana Warmadewa, biasa disingkat Sri Udayana Warmadewa. Beliau dikenal penguasa generasi ketujuh dari Wangsa Warmadewa yang memerintah Bali pada rentang antara tahun 989 sampai 910 Masehi. Karena kedekatan hubungan dengan kerajaan di Pulau Jawa, Udayana memiliki permusuri yang berasal dari Jawa.

Raja Udayana Bali 1 1024x538 » Mengenal Lebih Dekat Sosok Raja Udayana, Penguasa Bali dari Wangsa Warmadewa

Permaisuri Raja Udayana bernama Mahendradatta yang memiliki gelar sebagai Sang Ratu Luhur Sri Gunapriya Dharmapatni. Dari perkawinan keduanya, lahirlah sosok Airlangga. Hanya saja, Airlangga tidak meneruskan tampuk kepemimpinan dari Raja Udayana, melainkan memilih untuk memerintah di Pulau Jawa, menggantikan peran Raja Dharmawangsa Teguh.

baca juga: Sejarah Universitas Udayana, Universitas Negeri Terbaik dan Tertua di Bali

Airlangga merupakan putra tertua dari Raja Udayana dan Mahendradatta. Selain Airlangga, ada pula Marakata serta Anak Wungsu yang kemudian meneruskan tampuk kepemimpinan Dinasti Warmadewa. Karena hubungan persaudaraan antara Airlangga dengan anak-anak lainnya dari Raja Udayana, hubungan antara Jawa dan Bali terjaga dengan sangat baik.

Jasa Raja Udayana Bagi Masyarakat Bali

Dalam tampuk kepemimpinannya, Raja Udayana memiliki peran besar dalam memajukan masyarakat Bali. Dalam menjalankan pemerintahannya, Raja Udayana didampingi oleh seorang mpu agung yang dikenal dengan nama Mpu Kuturan. Selain itu, melalui pemerintahannya pula, saat ini masyarakat Hindu Bali mengenal sistem pura yang dikenal dengan kahyangan tiga.

baca juga: Mengenal Sosok Ida Bagus Kompiang, Tokoh Pariwisata Pendiri Hotel Tertua di Bali

Tidak hanya itu, Raja Udayana dari Bali juga memperkenalkan sistem perekonomian yang maju pada zamannya. Umumnya, sistem perdagangan kuno dilakukan dengan sistem barter. Namun, Raja Udayana memperkenalkan sistem dengan memakai uang kartal. Penggunaan sistem ini memberi kemudahan dalam proses penarikan pajak kepada masyarakat.

Karena jasa besarnya itu, tidak heran kalau masyarakat Bali begitu menghormati peran serta sosok dari Raja Udayana. Namanya tidak hanya disematkan pada Universitas Udayana yang merupakan perguruan tinggi tertua sekaligus terbaik di Bali. Nama Udayana juga digunakan oleh TNI Angkatan Darat.

Penggunaan Udayana oleh TNI Angkatan Darat sebagai Komando Kewilayahan Pertahanan. Wilayah komando yang ada di bawahnya meliputi kawasan Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Nusa Tenggara Timur. Markas pusat dari komando kewilayahan ini terletak di Kota Denpasar, dan dikenal sebagai Komando Daerah Militer IX/Udayana.