Mengenal Lebih Jauh Keberadaan dan Peran Kasta Brahmana di Bali

kasta brahmana di Bali

via Bali Kini

Sebagai pulau yang mayoritas dihuni oleh masyarakat Hindu, tak heran kalau
Bali menggunakan sistem kasta dalam kehidupan bermasyarakat. Ada 4 kasta
yang berlaku. Dari empat kasta tersebut, kasta brahmana di Bali merupakan
tingkatan yang tertinggi.

Fakta terkait sistem kasta di Bali, ternyata pada zaman dulu sistem seperti ini tak digunakan di Bali. Penggunaan sistem kasta baru dijumpai pada akhir pemerintahan Kerajaan Majapahit di akhir abad ke 14. Sebagai buktinya, Mpu Sendok yang punya anak kasta ksatrya. Lalu, damar wulan seorang tukang angon kuda yang bisa menjadi raja dan merupakan bagian dari kasta ksatrya.

kasta brahmana di Bali 1 » Mengenal Lebih Jauh Keberadaan dan Peran Kasta Brahmana di Bali

via Kemenag

Kasta dalam masyarakat Hindu Bali, direpresentasikan dalam catur warna,
yakni putih, merah, kuning, serta hitam. Nah, kasta brahmana di Bali
merupakan perwakilan dari warna putih. Sementara itu, ksatya, wesya, dan
sudra masing-masing diwakili oleh warna merah, kuning, serta hitam.

baca juga: Mengenal Lebih Lanjut Sistem Kasta Masyarakat Bali

Warna-warna tersebut merepresentasikan fungsi dari masing-masing kasta.
Warna putih pada kasta brahmana di Bali, ditujukan untuk orang-orang yang
berkecimpung dalam bidang kerohanian agama. Mereka yang termasuk kasta
brahmana, melakukan aktivitasnya dengan mengabdi kepada masyarakat.

Sistem Penamaan Anggota Kasta Brahmana di Bali

Satu hal yang begitu membedakan kasta brahmana di Bali dengan kasta lain
adalah pada gelar yang mereka miliki. Masyarakat Bali yang masuk dalam
golongan brahmana, akan memperoleh gelar masing-masing Ida Bagus dan Ida Ayu untuk laki-laki dan perempuan.

kasta brahmana di Bali 2 1024x683 » Mengenal Lebih Jauh Keberadaan dan Peran Kasta Brahmana di Bali

via Bali Kini

Selain itu, kasta brahmana di Bali ternyata juga terjadi menjadi beberapa
jenis. Pembagian kasta brahmana tersebut di antaranya adalah Kayusunia,
Keniten, Kemenuh, Mas, Manuaba, Bujangga, Siwa, serta Patapan. Khusus di
wilayah Karangasem, Anda juga akan mendapati seorang anggota kasta brahmana yang turun kasta.

baca juga: Fakta Unik Tentang Nama-Nama Khas Warga Bali

Seorang anggota kasta Brahmana yang turun kasta di Karangasem bisa Anda
ketahui dari penggunaan namanya. Mereka tetap menggunakan gelar kasta
Brahmana, tetapi disertai dengan nama kasta yang dimilikinya, baik Waisya
ataupun Sudra. Sebagai contoh, Ida Wayan Roni Artanadi.

Pandita Sebagai Bagian dari Kasta Brahmana di Bali

Pandita merupakan gelar yang ditujukan kepada seorang anggota kasta Brahmana di Bali yang bertugas untuk memimpin upacara keagamaan. Gelar seorang pandita bisa beragam, seperti Bhujangga, Bhagawan, Pedanda, Rsi, mpu, ataupun dukuh. Gelar tersebut didasarkan pada golongan asalnya.

Sebagai contoh, gelar Rsi Bhujangga ditujukan untuk pandita dari golongan
brahmana. Sementara itu, Sri MPU merupakan pandita yang berasal dari
kalangan pande yang dulunya punya kemampuan membuat senjata. Selanjutnya, pandita dukuh adalah mereka yang asalnya dari golongan pasek yang sudah menjalani proses dwijati.

baca juga: Tradisi Megibung Karangasem, Wajah Keunikan Budaya Tradisional Bali

Pemangku Sebagai Kasta Brahmana di Bali

Selain pandita, ada pula gelar pemangku yang diberikan untuk anggota kasta
brahmana di Bali. Contoh, pemangku nilarta, pemangku pandita, ataupun
pemangku tukang. Secara total, ada 12 jenis pemangku yang dijelaskan dalam
lontar Raja Purana Gama. Pembagian tersebut dilakukan berdasarkan tugasnya sehari-hari.

Seperti halnya pandita, pemangku merupakan gelar yang diberikan untuk pemimpin agama. Hanya saja, gelar ini hanya untuk mereka yang sudah dikenal sebagai ekajati dalam memimpin sebuah upacara keagamaan.

Nah, itulah informasi mengenai keberadaan serta fungsi dari seorang anggota dari kasta brahmana yang ada di tengah-tengah masyarakat Hindu Bali. Keberadaan mereka punya fungsi penting yang sulit untuk dilepaskan.