Mengetahui Perbedaan Pura Desa, Puseh, dan Pura Dalem

pura desa puseh dan pura dalem

Mencoba aktivitas wisata religi di Bali merupakan kegiatan liburan yang hampir tidak ada habisnya. Apalagi, Anda akan menemukan begitu banyak pura menarik yang bisa dikunjungi selama di Bali. Dari kunjungan ke pura-pura di Bali, Anda bisa mengetahui bahwa masing-masing pura punya jenis serta karakteristiknya masing-masing.

Dalam artikel sebelumnya, Anda sudah mengetahui bahwa ada 4 jenis pura yang bisa ditemukan di Bali. Pembagian jenis pura tersebut didasarkan pada fungsi serta karakteristik dari pura. Dari pengenalan ini, Anda juga akan mengetahui bahwa cukup banyak nama pura di Bali yang menggunakan nama pura desa, paseh, serta pura dalem.

pura desa puseh dan pura dalem 2 » Mengetahui Perbedaan Pura Desa, Puseh, dan Pura Dalem

via Indo Holiday Tour Guide

Mendengar begitu banyak nama pura desa, paseh, dan pura dalem, Anda tentu bertanya-tanya. Apalagi, menurut catatan sejarah di Bali, ada sekitar lebih dari 4 ribu pura yang menggunakan ketiga nama ini. Karakteristik seperti apa yang membedakan antara ketiga pura tersebut?

baca juga: Mengenal Jenis Pura di Bali Berdasarkan Fungsi serta Karakteristiknya

Pura Desa, Paseh, dan Pura Dalem Termasuk Pura Tiga Kahyangan

Sebelum melangkah lebih jauh, Anda harus tahu bahwa tiga pura, yakni pura desa, pura paseh, serta pura dalem merupakan pura yang termasuk dalam satu kategori. Ketiganya adalah sama-sama pura kahyangan tiga. Kenapa disebut pura kahyangan tiga, karena keberadaannya ditujukan sebagai tempat persembahyangan kepada 3 Dewa dalam Agama Hindu, yang kerap disebut Trimurti.

1. Pura Desa
Pura Desa merupakan tempat pemujaan sekaligus stana dari Dewa Brahma. Menurut kepercayaan umat Hindu Bali, Dewa Brahma merupakan dewa yang bertugas sebagai pencipta alam semesta.

Dalam pembangunannya, pura desa kerap ditempatkan pada area tengah di salah satu sudut caturpatra atau yang dikenal sebagai perempatan agung. Anda pun akan menjumpai keberadaan bale wantilan atau bale desa, pasar dengan Pura Melanting, serta rumah pejabat desa di dekat pura ini.

baca juga: Tradisi Ngurek Bali, Tradisi Ekstrem Menusuk Diri dengan Keris yang Sakral

2. Pura Puseh
Pura Puseh menjadi tempat suci berikutnya yang masuk dalam kategori pura kahyangan tiga. Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa pura puseh merupakan pura yang berfungsi sebagai pemelihara. Apalagi, mereka beranggapan bahwa pura ini menjadi stana dari Dewa Wisnu.

Pura puseh umumnya ditempatkan di bagian selatan dari sebuah desa. Pura ini juga kerap dibangun dengan cara menghadap ke pantai. Di Bali Utara, Anda akan menjumpai bahwa masyarakat setempat menyebut pura puseh sebagai pura segara.

3. Pura Dalem
Terakhir adalah pura dalem yang merupakan pura khusus untuk pemujaan Dewa Siwa. Terkadang, Anda juga akan menjumpai Dewa Siwa dalam wujud Dewi Durga di pura dalem. Keberadaan pura dalem punya fungsi tak kalah pentingnya, yakni sebagai pelebur.

Berbeda dengan pura desa dan pura puseh, pura dalem dibangun dengan cara menghadap ke arah barat daya. Alasan dari pembangunan ini adalah karena barat daya merupakan arah mata angin yang menjadi kuasa dari Dewa Rudra, yang tak lain adalah aspek dari Dewa Siwa.

Ketiga pura ini memiliki peran dan fungsi yang berbeda dalam sebuah desa. Biasanya, Anda akan menemukan ketiga jenis pura ini dalam satu desa. Namun, ada pula desa yang tidak secara lengkap memiliki pura desa, puseh, dan pura dalem. Sebagai gantinya, mereka menggabungkan pura puseh dan pura desa, disebut dengan nama pura puseh desa bale agung.