Menikmati Suasana Tenang dan Asri Khas Pedesaan di Desa Sulangai Petang

Desa Sulangai Petang

via @@dode.aqs

Nama Desa Sulangai di Kecamatan Petang, Badung, Bali memang sangat tidak familier di telinga para wisatawan. Namun, Anda patut mencoba untuk memasukkan Desa Sulangai Petang dalam itinerary saat liburan ke Bali. Desa ini menawarkan suasana panorama yang benar-benar alami dan memberi rasa tenang kepada para pengunjungnya.

Desa Sulangai Petang 4 » Menikmati Suasana Tenang dan Asri Khas Pedesaan di Desa Sulangai Petang

via @arsyoga_

Desa Sulangai saat ini telah dikembangkan sebagai destinasi liburan berbasis ekowisata. Lewat kunjungan ke Desa Sulangai, Anda tidak hanya bisa menikmati keindahan alam yang dimiliki oleh Pulau Bali. Anda dapat pula mencoba lebih dekat mengenal budaya dan bahkan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat yang masih mempertahankan budaya leluhur.

Desa Sulangai yang Dikenal Sebagai Desa Penghasil Kunyit Terbesar Bali

Desa Sulangai Petang 3 » Menikmati Suasana Tenang dan Asri Khas Pedesaan di Desa Sulangai Petang

via @diksapermatasari

Reputasi Desa Sulangai memang bukan sebagai tempat wisata. Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Sulangai memiliki label sebagai daerah penghasil kunyit. Tidak tanggung-tanggung, produksi kunyit yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sulangai, membuat desa ini sebagai desa dengan jumlah panen kunyit paling banyak di seantero Bali.

Dengan reputasi tersebut, para pengunjung dapat mencoba belajar mengenai proses penanaman serta cara panen kunyit yang dilakukan oleh warga. Tidak hanya mencoba pengalaman bercocok tanam kunyit, Anda bisa pula mencoba untuk melakukan hal serupa dengan jenis tanaman lain, termasuk di antaranya adalah cabe, sayur, kopi, dan lain-lain.

Aktivitas Seru Liburan ke Desa Sulangai Petang

Mencoba pengalaman bercocok tanam hanyalah satu dari sekian banyak aktivitas mengasyikkan yang dapat dilakukan selama di Desa Sulangai. Anda bisa mencoba untuk berjalan-jalan mengelilingi area persawahan yang ada di Desa Sulangai. Aktivitas trekking berkeliling sawah tersebut akan membutuhkan waktu yang cukup panjang, dan benar-benar bisa membakar lemak.

Desa Sulangai Petang 2 » Menikmati Suasana Tenang dan Asri Khas Pedesaan di Desa Sulangai Petang

via @pebiktovis_

Selain itu, Anda dapat pula mencoba wahana permainan tradisional di area persawahan. Wahana permainan yang dimaksud adalah gebuk bantal. Di wahana ini, Anda akan menjumpai keberadaan bambu berukuran besar yang digunakan sebagai arena untuk perang bantal. Tidak lupa, di bagian bawah akan terdapat kolam lumpur. Jadi, bisa seru-seruan sambil bermain lumpur saat di sini.

baca juga: Ekowisata Mangrove Wanasari, Cara Berbeda Menikmati Liburan di Bali

Desa Sulangai Petang 1 » Menikmati Suasana Tenang dan Asri Khas Pedesaan di Desa Sulangai Petang

via @@dode.aqs

Selanjutnya, Anda tidak perlu khawatir karena kotoran lumpur yang sulit hilang. Di sini, Anda tidak akan kesulitan dalam mencari tempat untuk membersihkan diri. Tidak jauh dari arena gebuk bantal, Anda dapat menjumpai keberadaan sungai dengan aliran air yang bersih, yakni Sungai Sulangai. Anda dapat bermain air sambil berjalan menyisir sungai dengan tenang.

baca juga: Jogging sambil Menjelajahi Sawah Hijau di Ekowisata Subak Sembung Peguyangan

Dalam perjalanan menyisir sungai, Anda akan memperoleh suguhan pemandangan yang sangat cantik. Di sepanjang sungai ini, terdapat dua air terjun yang bakal membuat Anda terpesona. Air terjun yang pertama adalah Air Terjun Gong. Selain itu, ada pula Air Terjun Batulantang yang lokasinya sangat berdekatan.

Dengan keberadaan dua air tersebut tersebut, Anda dapat menghabiskan waktu lewat aktivitas berfoto-foto seru. Kegiatan bermain air dan membersihkan diri dari kotoran lumpur juga akan menjadi lebih seru karena keberadaan air terjun tersebut.

baca juga: Bali Alus, Produk Prawatan Wanita Asli Denpasar Sebagai Pilihan Oleh-Oleh Khas Bali

Lokasi Desa Sulangai

Desa Sulangai terbagi menjadi 6 banjar dinas dan lokasinya bersebelahan dengan Desa Petang. Kalau dari Denpasar, Anda perlu menempuh perjalanan sekitar 1 jam 20 menit naik kendaraan, dengan melintasi Jl. Raya Sangeh.