Menjelajahi Wisata Kota Tua Denpasar, Kawasan Heritage yang Menyimpan Banyak Sejarah

Wisata Kota Tua Denpasar

via Instagram/Dede Yulianto

Dibandingkan dengan kota lain, Denpasar memang bukan kota yang menyimpan sejarah panjang. Apalagi, pada masa lalu, status sebagai kota terpenting bukan dimiliki Denpasar, tetapi dipunyai oleh Kota Singaraja di Buleleng. Namun, hal ini tidak membuat Denpasar sebagai kota yang minim peninggalan sejarah.

kota tua denpasar 1 » Menjelajahi Wisata Kota Tua Denpasar, Kawasan Heritage yang Menyimpan Banyak Sejarah

Anda bisa menelusuri perjalanan sejarah perkembangan Kota Denpsar dengan mendatangi area yang dikenal dengan kawasan heritage Jl. Gajah Mada. Kawasan ini dikenal dengan sebutan Kota Tua Denpasar. Di sini, Anda bisa menemukan berbagai bangunan tua yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Sekelumit Sejarah Kota Tua Denpasar

Kawasan Kota Tua Denpasar di Jl. Gajah Mada menjadi bukti kalau kawasan ini sudah lama dikenal sebagai pusat bisnis. Di sini, Anda memang tidak akan terlalu banyak menemukan bangunan klasik bergaya kolonial yang merupakan gedung peninggalan penjajah Belanda.

kota tua denpasar 3 1024x862 » Menjelajahi Wisata Kota Tua Denpasar, Kawasan Heritage yang Menyimpan Banyak Sejarah

via Instagram/Dede Yulianto

Hal ini cukup masuk akal. Apalagi, Denpasar baru ditunjuk sebagai Ibu Kota Provinsi Bali pada tahun 1958. Sebelum masa kemerdekaan dan awal-awal tahun perjuangan mempertahankan kemerdekaan, status kota penting dan Ibu Kota Provinsi Sunda Kecil, berlokasi di Kota Singaraja, Buleleng.

Hanya saja, sumber sejarah terkait keberadaan Jl. Gajah Mada sebagai kawasan Kota Tua Denpasar masih sangat minim. Saat berkeliling kawasan heritage di Bali ini, Anda tidak akan menemukan sumber tulisan atau informasi mengenai spot-spot tertentu di Jl. Gajah Mada.

baca juga: Sejarah Bali Pada Masa Peperangan Melawan Penjajah Belanda

Kawasan bersejarah di Denpasar ini berukuran tidak terlalu luas. Jl. Gajah Mada sendiri hanya memiliki panjang sekitar 1,5 km. Namun, kawasan ini menyimpan relik penting yang membuktikan betapa krusialnya peran Denpasar di masa lalu. Sebagai buktinya, Anda bisa menemukan titik nol Kota Denpasar berlokasi di wilayah ini.

Kawasan Heritage Denpasar yang Menjadi Area Multietnis

kota tua denpasar 2 1024x646 » Menjelajahi Wisata Kota Tua Denpasar, Kawasan Heritage yang Menyimpan Banyak Sejarah

via Instagram/Dede Yulianto

Dikenal sebagai kawasan bisnis penting di masa lalu, Jl. Gajah Mada Denpasar menjadi tempat berkumpulnya para pedagang. Mereka yang mendirikan bangunan di wilayah ini, tidak hanya masyarakat lokal Bali. Namun, seiring dengan perkembangannya, Kawasan Heritage Denpasar menjadi daerah yang ditinggali oleh orang-orang dari berbagai etnis.

baca juga: Pelinggih Meru, Bangunan Suci di Bali Simbol Persemayaman Bhatara Siwa

Di kiri kanan, Anda akan mendapati keberadaan bangunan bergaya Tionghoa serta Arab yang sangat kental. Sesekali, ada pula gedung tua dengan desain arsitektur kolonial. Banyak tempat menarik yang bisa Anda temukan di sini. Salah satunya adalah kedai kecil yang dikenal dengan nama Bhineka Djaja.

Kedai Bhineka Djaja ini merupakan sebuah kedai kopi. Bentuknya cukup sederhana. Namun, kedai ini selalu ramai oleh para pengunjung. Apalagi, Bhineka Djaja punya reputasi dan status yang spesial, dikenal sebagai kedai kopi paling tua di seantero Bali.

baca juga: Mengenal Konsep Catur Wana, Pemanfaatan Alam yang Menjadi Rahasia Warga Jatiluwih Bali

Kota Tua Denpasar Jadi Destinasi Wisata Kekinian di Bali

Seiring dengan berkembangnya industri pariwisata di Pulau Dewata Bali, masyarakata semakin mengenal sejarah Kota Tua Denpasar. Bahkan, Pemerintah Kota Denpasar kini juga secara aktif mempopulerkan kawasan ini sebagai destinasi wisata.

Anda bisa menemukan berbagai spot foto menarik dengan latar belakang gedung tua yang menghadirkan kesan vintage. Selain itu, Taman Kumbasari yang kini terlihat cantik dan terjaga dengan baik juga menimbulkan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.