Monumen Perang Puputan Jagaraga, Destinasi Wisata Bersejarah di Buleleng

Monumen Perang Puputan Jagaraga

via Che Yasa

Monumen Perang Puputan Jagaraga kini jadi destinasi wisata baru yang bisa ditemukan di Kabupaten Buleleng. Monumen ini merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan melawan penjajah yang dilakukan oleh para pejuang Buleleng. Apalagi, pertempuran yang dikenal dengan nama Puputan Jagaraga, secara khusus terjadi di Desa Jagaraga, Buleleng.

Monumen Perang Puputan Jagaraga 1 » Monumen Perang Puputan Jagaraga, Destinasi Wisata Bersejarah di Buleleng

via Bali Post

Monumen Perang Puputan Jagaraga ini dibangun pada tahun 2016. Proses pembangunannya pun memakan waktu yang cukup singkat, hanya butuh sekitar 180 hari. Pembangunan tersebut berlangsung pada tanggal 31 Juni dan berakhir pada tanggal 26 Desember 2016. Peresmiannya pun dilakukan oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

Latar Belakang Pembangunan Monumen Perang Puputan Jagaraga

Puputan Jagaraga merupakan peperangan yang begitu fenomenal di mata masyarakat Bali. Peristiwa ini pun tak kalah pentingnya dibandingkan dengan Puputan Margarana yang membuat nama pahlawan I Gusti Ngurah Rai dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

baca juga: Tradisi Megoak-goakan Buleleng, Permainan Tradisional Unik dari Bali yang Seru

Perang Puputan Jagaraga berlangsung pada rentang antara tahun 1846 sampai 1849. Perang ini dipimpin oleh 2 tokoh yang begitu masyhur dikenal oleh masyarakat Buleleng, yakni I Gusti Ketut Djelantik dan Jro Jempiring.

Monumen Perang Puputan Jagaraga 2 » Monumen Perang Puputan Jagaraga, Destinasi Wisata Bersejarah di Buleleng

via Che Yasa

Untuk menggambarkan peristiwa perang yang bersejarah itu, para pengunjung bisa melihat reliefnya di Monumen Perang Puputan Jagaraga. Relief tersebut, ditempatkan di area museum yang berada di kompleks monumen.

Wisata Edukasi Sejarah di Monumen Perang Puputan Jagaraga

Pembangunan monumen ini, secara khusus menjadi sarana edukasi sejarah untuk para kawula muda Bali. Di sini, para wisatawan pun bisa mempelajari lebih dalam mengenai peristiwa bersejarah yang dialami oleh I Gusti Ketut Jelantik dan Jro Jempiring. Tak ketinggalan, wajah dari kedua pejuang tersebut juga digambarkan secara jelas di monumen ini.

baca juga: Little Pond Homestay Sanur, Penginapan Murah Meriah di Bali. Cuma Rp100 Ribuan Per Malam!

Penggambaran kedua sosok pejuang Buleleng itu pun diperlihatkan begitu heroik. Anda bisa melihat posisi patung kedua tokoh itu tengah dalam posisi tengah menghunus keris. Karena bentuk patung yang terlihat heroik tersebut, para wisatawan yang datang ke tempat ini kerap menjadikannya sebagai sarana berfoto selfie. Aktivitas ini secara khusus banyak dilakukan oleh para wisatawan berusia muda yang tengah datang.

Tidak hanya terdapat patung I Gusti Ketut Djelantik dan Jro Jempiring, monumen ini juga memperlihatkan patung pejuang lain yang turut berperang dalam Perang Puputan Jagaraga. Patung-patung tersebut diperlihatkan tengah mengangkat berbagai jenis senjata sebagai bentuk perlawanan kepada Belanda.

baca juga: Munti Gunung Karangasem, Transformasi Desa Gepeng Menjadi Dewa Wisata

Sebagai tambahan, di sini juga terdapat diorama yang memperlihatkan gambaran terjadinya peperangan bersejarah tersebut. Diorama ini memiliki desain yang cukup detail, disertai dengan patung-patung berukuran kecil yang didesain menyerupai bentuk asli.

Lokasi Monumen Perang Puputan Jagaraga

Untuk bisa menuju tempat wisata terbaru di Buleleng ini, caranya juga tak terlalu sulit. Monumen ini berlokasi di Dusun Dauh Teben yang berada di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Lokasi ini berada sangat dekat dengan pusat Kota Singaraja, hanya berjarak sekitar 30 menit berkendara.

Selagi berada di tempat wisata ini, Anda juga bisa menyempatkan waktu untuk berkunjung ke destinasi terkenal lain di Buleleng. Apalagi, Pantai Lovina yang namanya sudah begitu dikenal luas wisatawan, berjarak hanya sekitar 45 menit berkendara dari lokasi Monumen Perang Puputan Jagaraga.