Nama Khas Bali Ketut dan Nyoman, Terancam Punah. Ini Penyebabnya!

Nama Khas Bali Ketut dan Nyoman

via Pexels

Seperti halnya daerah lain, Bali memiliki nama khas yang banyak digunakan masyarakat setempat. Nama-nama seperti Ketut, Made, Nyoman, Wayan, dan sebagainya, menjadi nama yang paling sering Anda temukan ketika liburan ke Bali. Namun, siapa sangka kalau nama khas Bali seperti Ketut dan Nyoman, ternyata eksistensinya terancam punah. Ancaman punahnya nama Ketut dan Nyoman tidak lain karena disebabkan oleh menurunnya laju pertambahan penduduk.

nama khas bali nyoman dan ketut 1 » Nama Khas Bali Ketut dan Nyoman, Terancam Punah. Ini Penyebabnya!

via Pexels

Fakta ini diungkapkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster beberapa waktu lalu. Dia mengungkapkan, bahwa dalam 5 tahun terakhir, laju pertumbuhan penduduk di Bali dalam kondisi yang stagnan. Kondisi itu terjadi karena jumlah kematian setara dengan jumlah kelahiran. Koster pun menyebutkan bahwa program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu penyebab stagnansi tersebut.

Hubungan Stagnansi Pertumbuhan Laju Penduduk dengan Nama Khas Bali yang Terancam Punah

Lebih lanjut, program KB di Bali memang berlangsung sukses. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya keluarga yang memilih untuk memiliki dua orang anak. Hanya saja, di waktu yang sama program ini juga mengancam keberadaan nama-nama khas Bali. Oleh karena itu, Koster menyebut program ini sebagai salah satu bahaya yang mengancam budaya masyarakat Bali.

nama khas bali nyoman dan ketut 2 » Nama Khas Bali Ketut dan Nyoman, Terancam Punah. Ini Penyebabnya!

via Pexels

baca juga: Mengenal Lebih Lanjut Sistem Kasta Masyarakat Bali

Lalu, apa hubungan program KB dengan terancamnya nama-nama khas seperti Ketut dan Nyoman? Relasi antara keduanya bisa dilihat dari arti nama yang biasa digunakan oleh masyarakat Bali. Anda perlu tahu bahwa penggunaan nama orang-orang Bali bukan dilakukan secara sembarangan. Penamaan tersebut mereka lakukan dengan memperhatikan urutan kelahiran anak.

Arti Nama Khas Bali, Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut

Dalam masyarakat Bali, anak tertua biasanya memiliki nama Wayan. Nama ini berasal dari wayahan yang memiliki arti lebih tua. Selain Wayan, nama anak tertua di Bali juga bisa menggunakan Putu serta Gede. Putu punya makna cucu. Sementara itu, Gede berarti besar. Gede biasa digunakan untuk anak laki-laki. Untuk penggunaan pada nama perempuan, biasanya ditambahkan dengan nama Luh.

baca juga: Fakta Unik Tentang Nama-Nama Khas Warga Bali

nama khas bali nyoman dan ketut 3 » Nama Khas Bali Ketut dan Nyoman, Terancam Punah. Ini Penyebabnya!

via Pinterest

Selanjutnya, Made menjadi nama anak kedua. Nama Made punya asal dari kata madya yang memiliki makna tengah. Terkadang, Anda dapat pula menjumpai anak kedua yang dinamai Nengah. Sebagai tambahan, ada pula nama anak kedua yang menggunakan Kade atau Kadek.

Untuk anak ketiga, masyarakat Bali biasa menggunakan nama Nyoman atau Komang. Kata Nyoman memiliki asal dari anom yang punya arti muda. Nama Komang merupakan variasi dari Nyoman. Selain itu, ada pula yang menyebut kalau nama Nyoman berasal dari kata nyeman merupakan perumpamaan pada lapisan terakhir pohon pisang yang tawar.

Nah, nama yang terakhir atau yang keempat adalah Ketut. Nama ini memiliki asal dari ketuwut yang punya arti membuntuti. Ada pula yang menyebut kalau nama Ketut merupakan kata yang punya keterkaitan dengan kitut, artinya pisang kecil yang ada di ujung terluar sisir pisang. Untuk anak kelima dan seterusnya, orang-orang Bali biasa menggunakan perulangan.

Pada program KB, masyarakat hanya didorong untuk memiliki dua anak saja. Dalam kondisi seperti ini, maka bakal banyak orang yang memiliki nama Wayan atau Made. Di sisi lain, nama Nyoman serta Ketut menjadi nama yang bakal terancam punah. Hal ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Apalagi, kedua nama ini sudah digunakan secara turun-temurun dan merupakan warisan leluhur.