Nasi Sela dengan Lauk Sate Babi Bumbu Kacang, Kuliner Khas dari Desa Sangeh

Sate Babi Bumbu Kacang

via Saskia Yura

Mendengar nama Desa Sangeh, hal yang terlintas pertama kali adalah keberadaan kawasan hutan wisata yang dipenuhi dengan monyet liar seperti halnya suasana di Monkey Forest. Kawasan Hutan Sangeh memang sudah sangat terkenal dan selalu ramai pengunjung. Selain menikmati suasana hutan yang alami, Anda juga perlu mencicipi kuliner setempat, yakni nasi sela dengan diserta lauk sate babi bumbu kacang.

Sate Babi Bumbu Kacang 2 » Nasi Sela dengan Lauk Sate Babi Bumbu Kacang, Kuliner Khas dari Desa Sangeh

via Bali Express

Nasi sela sendiri merupakan salah satu bentuk nasi tradisional yang biasa disantap oleh masyarakat Bali. Nasi sela memang beda kalau dibandingkan dengan nasi biasa. Nasi sela dibuat dengan campuran ketela rambat atau ubi. Anda pun bisa menjumpai keberadaan para penjual nasi sela dengan lauk sate daging babi yang sudah dalam bentuk bungkusan di sepanjang daerah sekitar Hutan Sangeh.

Sate Babi Bumbu Kacang yang Memiliki Rasa Khas

Sate babi yang ada di Desa Sangeh memiliki cita rasa berbeda kalau dibandingkan dengan sate babi di tempat lain. Bumbu kacang yang digunakan di Desa Sangeh mempunyai tingkat kepedasan lebih tinggi dibandingkan dengan bumbu kacang yang biasa dipakai untuk sate di tempat lain. Dalam penyajiannya, sate tersebut sudah dibentuk dalam bentuk tusukan dan paling enak disajikan dalam kondisi hangat.

Sate Babi Bumbu Kacang 1 » Nasi Sela dengan Lauk Sate Babi Bumbu Kacang, Kuliner Khas dari Desa Sangeh

via Saskia Yura

Dalam proses pembuatannya, sate babi dengan disertai bumbu kacang yang menjadi ciri khas dari Desa Sangeh tidak sekadar dibakar. Daging babi yang digunakan untuk membuat sate dipilih dari daging dengan kualitas yang bagus. Tidak hanya itu, Anda juga akan menemukan adanya lemak yang membuat rasa daging babi terasa kian gurih. Sebagai pelengkap, daging akan direndam selama beberapa jam dengan bumbu khusus.

Proses perendaman daging dengan bumbu khusus memberi cita rasa tambahan pada sate daging babi. Daging akan memiliki cita rasa manis dan pedas. Perendaman daging babi yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk membuat rasa lebih meresap. Proses ini juga sangat bermanfaat untuk bisa menghambat pembusukan daging. Dengan adanya perendaman ini, daging bisa tahan selama 12 jam tanpa perlu ditaruh di dalam kulkas.

Sate Daging Babi dengan Kuah Bumbu Kacang yang Mudah Didapatkan

Untuk memperoleh sajian kuliner berupa nasi sela yang disertai daging babi khas Desa Sangeh caranya cukup mudah. Di sepanjang jalan desa menuju lokasi Hutan Wisata Sangeh, Anda bisa menemukan deretan kedai penjual sate babi yang dijalankan oleh masyarakat setempat. Dengan kondisi seperti itu, Anda tidak akan mengalami kesulitan kalau ingin mencicipi makanan khas Desa Sangeh.

Sajian yang biasa didapatkan di kedai-kedai tersebut tidak melulu hanya berupa nasi sela dan lauk sate babi yang disertai kuah bumbu kacang. Anda juga bisa menjumpai menu tak kalah enak lainnya seperti pepes telengis, pepes kakul, tum ayam, pepes ikan lele, tum babi, dan sebagainya. Selain disajikan dengan nasi sela, Anda juga bisa memilih memesan menu-menu tersebut dengan nasi putih biasa ataupun ketupat.

Harga sate babi khas Desa Sangeh dengan bumbu kacang di Bali juga bisa didapatkan dengan harga cukup terjangkau. Apalagi, warung-warung sate tersebut juga menawarkan suasana ruangan yang sederhana. Anda dapat menikmati sajian dengan suasana lesehan nyaman dan udara yang alami. Keberadaan kuliner ini juga menjadi lokasi yang tepat ketika Anda lelah menjelajahi kawasan Hutan Sangeh yang sering digunakan sebagai lokasi berburu foto asyik dan seru.