Pelinggih Meru, Bangunan Suci di Bali Simbol Persemayaman Bhatara Siwa

Pelinggih Meru

Desain arsitektur tradisional Bali memiliki bentuk unik yang beda dengan bangunan di wilayah lain. Salah satu keunikan itu bisa dijumpai pada bangunan suci yang disebut sebagai pelinggih meru. Bangunan ini biasanya dapat Anda temukan di pura. Terkadang, bangunan ini dibentuk dengan tumpang berundak yang cukup tinggi.

pelinggih meru » Pelinggih Meru, Bangunan Suci di Bali Simbol Persemayaman Bhatara Siwa

Bangunan pelinggih meru yang ada di dalam pura memang memiliki makna penting bagi masyarakat Hindu Bali. Bahkan, bentuk meru pada pelinggih tersebut dipercaya sebagai salah satu simbol tempat bersemayamnya Bhatara Siwa. Di Bali, Anda pun bisa menjumpai banyak pura yang memiliki pelinggih meruk, termasuk di antaranya adalah Pura Ulun Danu dan Pura Taman Ayun.

baca juga: Sulis Beach Hotel Kuta, Penginapan Tepi Pantai Murah yang Cocok untuk Liburan Keluarga

Makna Pelinggih Meru dalam Kepercayaan Masyarakat Hindu Bali

Meru yang dijadikan pelinggih berasal dari nama Gunung Meru di Swargaloka. Gunung Meru, menurut kepercayaan masyarakat Hindu Bali, memiliki puncak bernama Kailasa yang dikenal sebagai lokasi bersemayamnya Bhatara Siwa. Selanjutnya, gunung ini diturunkan oleh dewa ke dunia, sehingga terbentuklah Gunung Agung, Gunung Mahameru, serta Himalaya.

baca juga: Link Costel Denpasar, Penginapan Murah dengan Lokasi Strategis di Pusat Bisnis

Pelinggih Meru, merupakan replika dari keberadaan Gunung Meru tersebut. Di Bali, Anda akan menjumpai bangunan Meru dibuat dengan cara tumpang yang bertingkat-tingkat menggunakan atap berbahan daun pohon aren atau daun ijuk. Karena dianggap sebagai bangunan suci, Meru pun menjadi tempat penyimpanan dari berbagai benda suci.

Di Bali, Anda akan mendapati kalau Pelinggih Meru ditempatkan di bagian paling dalam dari sebuah pura. Meru yang didirikan secara individual memiliki fungsi yang beragam. Selain ditujukan untuk tempat bersemayamnya dewa tertentu dalam kepercayaan Hindu, juga bisa pula disimbolkan untuk roh leluhur serta tokoh yang disucikan oleh masyarakat lokal.

Ciri Khas Bangunan Pelinggih Meru di Bali

Karena memiliki desain arsitektur unik dan mencolok, pelinggih meru bisa dikenal dengan sangat mudah saat berada di Bali. Pelinggih ini biasanya dibentuk dengan tumpang yang bertingkat-tingkat. Pelinggih meru yang paling rendah memiliki sebanyak tiga tingkatan tumpang. Sementara itu, ada pula pelinggih meru tertinggi yang memiliki 11 tingkatan.

pelinggih meru 1 » Pelinggih Meru, Bangunan Suci di Bali Simbol Persemayaman Bhatara Siwa

baca juga: Warung Sate Babi Nyoman Bledor, Pilihan Kuliner Khas Sangeh yang Murah dan Enak

Ketinggian dari masing-masing pelinggih meru memperlihatkan status dari bangunan suci tersebut. Umumnya, pelinggih meru didesain dengan jumlah tingkatan yang ganjil. Selain itu, pelinggih meru dengan tingkat yang rendah, biasanya ditujukan untuk dewa lokal. Sementara itu, pelinggih meru yang tinggi, ditujukan untuk dewa besar.

Contohnya bisa Anda temukan di berbagai pura terkenal di Bali. Pura Taman Ayun memiliki meru dengan 3 tingkat, yang didedikasikan untuk raja terdahulu dari Kerajaan mengwi. Selain itu, ada pula meru tiga tingkat untuk Bhatara Danu yang dikenal sebagai dewa Gunung Lebak. Selanjutnya, meru dengan 5 tingkat didedikasikan untuk dewa dari Gunung Agung, yaitu Bhatara Mahajaya.

Bali juga memiliki meru dengan tingkatan tertinggi, yakni 11 tingkat. Pelinggih meru seperti ini bisa Anda temukan di Pura Ulun Danu. Meru ini dibangun sebagia dedikasi untuk Dewi Parwati dan Bhatara Siwa. Selain itu, ada pula Pura Meru di Lombok yang didedikasikan untuk Trimurti.

Itulah informasi menarik yang bisa Anda ketahui terkait keberadan bangunan suci Meru yang ditemukan di Bali. Semoga bermanfaat, ya!