Pendakian Gunung Agung, Pilihan Aktivitas Penuh Petualangan di Tempat Suci Puncak Para Dewa

Pendakian Gunung Agung

Tak hanya pantai indah yang bisa Anda temukan ketika liburan ke Bali. Di pulau ini, Anda juga bisa mencoba aktivitas menantang seperti pendakian Gunung Agung. Apalagi, gunung yang satu ini dikenal sebagai gunung suci oleh masyarakat Hindu Bali. Tidak heran kalau para pendaki yang ingin menaiki gunung ini harus menerima beragam pantangan selama aktivitas pendakian.

Gunung ini dikenal sebagai gunung tertinggi di yang bisa Anda jumpai di Pulau Bali. Puncak dari Gunung Agung memiliki ketinggian mencapai 3.142 meter di atas permukaan laut (MDPL). Puncak gunung ini pun bisa Anda saksikan dari berbagai lokasi di Bali. Bahkan, bisa pula dilihat dari Puncak Gunung Rinjani yang ada di Lombok.

Pendakian Gunung Agung 1 » Pendakian Gunung Agung, Pilihan Aktivitas Penuh Petualangan di Tempat Suci Puncak Para Dewa

via Aswapala

Lokasi Gunung Agung Bali

Gunung tertinggi di Bali ini berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali. Selama melakukan aktivitas pendakian Gunung Agung Bali, para wisatawan bisa menemukan beberapa puncak, termasuk di antaranya adalah puncak 1 yang berada di ketinggian 2.800 mdpl, puncak kedua di ketinggian 3.140 mdpl, serta puncak ketiga di ketinggian 3.142 mdpl.

Tidak hanya itu, sebagai gunung yang disakralkan oleh masyarakat setempat, tidak mengherankan kalau di sini juga terdapat banyak pura. Pura Besakih yang dikenal sebagai pura terbesar di Bali, berada di lereng gunung ini. Selain itu, ada pula Pura Pasar Agung yang bisa disaksikan ketika melintasi jalur pendakian Gunung Agung.

baca juga: Batur Mountain View, Penginapan Murah di Kintamani dengan Sajian Pemandangan Gunung Batur

Hal yang Harus Diperhatikan saat Mencoba Aktivitas Pendakian Gunung Agung

Saat ingin melakukan aktivitas pendakian Gunung Agung, Anda harus memperhatikan beberapa hal, di antaranya adalah:

Pendakian Gunung Agung 2 » Pendakian Gunung Agung, Pilihan Aktivitas Penuh Petualangan di Tempat Suci Puncak Para Dewa

via Kompas

1. Gunung Agung merupakan gunung aktif
Hal yang penting adalah faktor keamanan. Perlu diketahui, Gunung Agung ini merupakan sebuah gunung aktif yang bisa meletus kapan saja. Bahkan, pada tahun 2017, gunung ini sempat mengeluarkan lahar panas yang mengancam masyarakat di sekitar.

2. Pantangan selama pendakian Gunung Agung
Secara khusus, para pendaki yang ingin menaklukkan puncak gunung suci ini juga harus mengikuti pantangan yang ditetapkan oleh masyarakat setempat. Secara khusus, ada 4 pantangan, yaitu haid, membawa makanan berbahan daging sapi, perhiasan emas serta ketika ada keluarga yang meninggal dalam waktu dekat.

baca juga: Pura Gunung Lebah, Wisata Religi di Tengah Keindahan Alam Ubud

Pantangan itu dipercaya bisa mempengarui pengalaman para pendaki selama melakukan aktivitas pendakian Gunung Agung. Masyarakat setempat percaya, ketika ada pendaki yang tidak mengindahkan pantangan tersebut, akan ada pengalaman mistis yang menimpa. Tak heran kalau masyarakat setempat mewanti-wanti kepada para pendaki setiap akan melakukan pendakian.

Pilihan Jalur Pendakian Gunung Agung

Bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman mendaki Gunung Agung, terdapat 2 jalur pendakian yang kerap digunakan oleh para pendaki. Dua jalur tersebut adalah jalur Pura Besakih dan Pura Pasar Agung. Kedua jalur ini terbuka dan bisa digunakan selama kondisi memungkinkan.

Jalur Pura Besakih bisa Anda temukan ketika menuju ke Desa Besakih yang ada di Kecamatan Rendang. Sementara itu, Jalur Pura Pasar Agung bisa dilewati ketika datang ke Desa Selat yang ada di Kecamatan Sebudi. Titik awal jalur Pura Besakih berada di ketinggian 1.250 mdpl, sementara jalur Pura Pasar Agung punya ketinggian 1.750 mdpl.

Kedua jalur ini juga punya medan yang berbeda. Jalur Pura Pasar Agung memiliki jalur bebatuan yang panjang. Sebaliknya, jalur bebatuan di Pura Besakih lebih pendek. Hanya saja, jalur ini memiliki jalur pendakian yang jauh lebih panjang.