Pura Agung Pulaki Buleleng, Pura Terbesar dengan Suasana Asri di Bali Utara

Pura Agung Pulaki Buleleng

via 17 Sekians

Pura Agung Pulaki Buleleng merupakan salah satu Pura terbesar di Bali Utara. Pura ini juga dikenal dengan nama Pura Petirtaan. Pura ini, didominasi dengan ornamen batu yang berwarna hitam. Suasana di sekitar pura juga sangat asri dan indah.

Terletak di kaki bukit tentu banyak tanaman hijau yang memanjakan mata serta dekat dengan tebing yang akan membuat liburan Anda ditemani deburan ombak.

Pura Agung Pulaki Buleleng 2 » Pura Agung Pulaki Buleleng, Pura Terbesar dengan Suasana Asri di Bali Utara

via balibalibeach

Lingkungan Pura Agung Pulaki Buleleng sebenarnya merupakan satu kompleks yang terdiri dari lingkungan Pura Agung Pulaki dengan beberapa “pesanakannya” yaitu Pura Melanting, lingkungan Pura Kertha Kawat, Pura Pabean dan Pura Pemuteran.

baca juga: Pura Taman Ayun Bali, Pura Bersejarah dengan Pemandangan yang Memukau

Daya Tarik Pura Agung Pulaki Buleleng

Bukit terjal yang berbatu dan kering serta laut membentang di depan pura. Sedangkan bukit berada di sebelah barat dan berbentuk tanjung kecil memberikan suasana yang menarik. Kera-kera yang hidup di sekitar pura ini, sering berkumpul di halaman pura karena adanya makanan yang sering diberikan oleh para pengunjung.

Pura Agung Pulaki Buleleng 1 » Pura Agung Pulaki Buleleng, Pura Terbesar dengan Suasana Asri di Bali Utara

via 17 Sekians

Di Teluk Pulaki yang dekat dengan pura, memiliki sejumlah mata air tawar yang dapat diminum oleh pengunjung. Namun sebab mata air ini disucikan oleh warga, maka Anda harus tetap menjaga perkataan dan perbuatan selama di area mata air maupun area Pura Pulaki.

baca juga: Pura Tirta Empul Tampak Siring dan Keunikan Tradisi Melukat

Di lokasi yang tak terlalu jauh, ada Pura Melanting. Meski berlokasi agak ke dalam hutan, pura ini juga tak kalah cantik. Fungsi pura ini adalah pasar tradisional warga setempat. Sehingga Anda yang ingin merasakan sensasi pasar tradisional Bali dapat berkunjung ke sini.

Sejarah Pura Agung Pulaki Buleleng

Pura Pulaki ini dikaitkan dengab perjalanan Danghyang Nirartha. Pada waktu itu, istri Danhyang Nirartha dalam keadaan lelah dari perjalanan dan memohon kepada suaminya agar diizinkan istirahat disini sampai keadaan kesehatannya pulih. Dan Hyang Nirartha mengijinkan istrinya tinggal di Pulaki ditemani putri dan putranya. Sedangkan Danhyang Nirartha tetap melanjutkan perjalanannya.

Karena frustrasi lama menunggu kedatangan suaminya, istri Danhyang Nirartha memohon kepada Dewata agar dirinya bersama seluruh warganya kesabaran sampai waktu yang tidak terbatas tanpa termakan usia. Dewata mengabulkan permintaan beliau dengan persyaratan wujudnya tidak tampak oleh manusia. Kilat menyambar dan guruh menggelegar, di saat itu rombongan menjadi lenyap karena telah menjadi suci dan menjadi orang halus (wong gamang).

Tempat moksa istri Danhyang Nirartha kemudian dibangun sebuah Pura yang diberi nama Pura Pulaki sebagai tempat memuliakan dan memuja Hyang Widhi Wasa.

Ada beberapa peneliti yang berpendapat bahwa Pura Pulaki sebenarnya berada di dalam hutan. Lokasi pura yang sekarang diperkirakan sebagai tempat pengayatan karena warga tak berani masuk ke dalam hutan karena sudah dihuni binatang buas, sehingga tak mungkin masuk ke pedalaman.

Lokasi Pura Agung Pulaki Buleleng

Pura ini terletak di Desa Banyu Poh, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng, sekitar 50 kilometer dari Kota Singaraja atau sekitar 1 jam perjalanan ke arah Giliamanuk.

Untuk diketahui, jika hendak masuk lakukan persembahyangan di Pura Pulaki, banten persembahyangan dijaga dengan baik, karena monyet atau kera disini sangat nakal dan usil, sering mencuri barang bawaan pengunjung. Untuk itulah tempat persembahyangan atau pelinggih dipagari dengan jaring kawat, sehingga sarana upakara tidak diganggu kera.