Pura Negara Gambur Anglayang, Pura Pancasila Wujud Toleransi di Bali

Pura Negara Gambur Anglayang

via hindu-akuntansi-1i-undiksha

Pura memang dikenal sebagai tempat ibadah yang secara khusus ditujukan bagi umat Hindu. Sebagai pulau dengan mayoritas penduduk beragama Hindu, Anda bisa menemukan begitu banyak pura di Bali. Namun, kalau ingin melihat pura unik yang menjadi wujud keberagaman di Indonesia, Anda bisa memilih datang ke Pura Negara Gambur Anglayang.

Keberagaman yang ada di Pura Negara Gambur Anglayang bisa Anda lihat dari keberadaan berbagai bentuk pelinggih di dalamnya. Pelinggih yang ada di dalam pura, memiliki fungsi yang begitu penting, karena menjadi stana para dewa. Nah, pelinggih yang ada di pura ini memiliki bentuk yang disesuaikan dengan latar belakang suku serta agama yang ada di Indonesia.

Pura Negara Gambur Anglayang 1 » Pura Negara Gambur Anglayang, Pura Pancasila Wujud Toleransi di Bali

via Bali Express

Pura Pancasila Pura Negara Gambur Anglayang

Keberadaan beragam jenis pelinggih dengan latar belakang suku dan agama berbeda itu membuat banyak orang menyebut Pura Negara Gambur Anglayang sebagai Pura Pancasila. Apalagi, hampir sebagian besar suku mayoritas yang ada di Indonesia terwakili di pura ini.

Pura Negara Gambur Anglayang 4 » Pura Negara Gambur Anglayang, Pura Pancasila Wujud Toleransi di Bali

via hindu-akuntansi-1i-undiksha

Dari Suku Sunda, Anda akan menemukan pelinggih Ratu Bagus Sundawan. Dari suku Melayu, ada pelinggih Ratu Bagus melayu. Sementara itu, Ratu Ayu Syahbandar dan Ratu Manik Mas mewakili unsur Buddha dan Cina. Selanjutnya, ada pelinggih Ratu Pasek, Ratu Gede Siwa, dan Dewi Sri yang menjadi simbol unsur Hindu.

baca juga: Pura Dalem Dukun Sakti, Pura Unik dengan Pelinggih Mirip Kubah Masjid

Pura Negara Gambur Anglayang 3 » Pura Negara Gambur Anglayang, Pura Pancasila Wujud Toleransi di Bali

via hindu-akuntansi-1i-undiksha

Tak ketinggalan, Anda juga bisa menjumpai beragam pelinggih yang mewakili beragam unsur agama di Pura Negara Gambur Anglayang. Sebagai contoh, pelinggih Ratu Gede Dalem Mekah merupakan perwakilan dari unsur Islam. Sementara itu, perwakilan unsur agama Kristen secara bersamaan ada dalam pelinggih Ratu Bagus Sundawan.

Peristiwa Misterius di Pura Negara Gambur Anglayang

Ketika berkunjung ke Pura Pancasila di Bali ini, wisatawan berkesempatan untuk mendengar beragam cerita yang misterius. Kejadian yang kerap terjadi di antaranya adalah wastra pelinggih Ratu Bagus Sundawan yang hilang secara tiba-tiba. Ajaibnya, ketika akan dilakukan piodalan, wastra tersebut muncul secara misterius. Padahal, penempatan wastra itu berada di area tertutup.

Pura Negara Gambur Anglayang 2 » Pura Negara Gambur Anglayang, Pura Pancasila Wujud Toleransi di Bali

via hindu-akuntansi-1i-undiksha

Peristiwa misterius lainnya adalah ketika terjadi fenomena kerauhan atau nglingsenin di pelinggih Ratu Ayu Syahbandar. Saat terjadi kerauhan, orang yang mengalaminya akan berbicara dalam bahasa Melayu atau Cina. Padahal, orang tersebut sejatinya tidak memiliki kecakapan dalam berbahasa Melayu ataupun Cina.

Hal yang cukup menarik lainnya di sini adalah terkait keberadaan pelinggih Ratu Agung Dalem Mekah. Pelinggih yang mewakili unsur Agama Islam ini kerap menjadi tujuan kedatangan umat Islam yang ingin bersembahyang. Mereka yang datang pun tidak hanya berasal dari Pulau Bali, tetapi juga dari Jawa.

baca juga: Pura Dalem Purwa Pengastulan, Pura Bersejarah yang Memiliki Patung Unik di Bali

Hal yang tak kalah misteriusnya adalah terkait keberadaan bendera merah putih di Pura Negara Gambur Anglayang. Bendara merah putih di sini bukan bendera merah putih biasa. Alasannya, karena bendera dengan ukuran 100 x 120 cm tersebut tidak memiliki jahitan pada persambungan antara kain merah dan putihnya.

Pura ini memiliki lokasi yang tidak begitu sulit untuk dijangkau. Anda dapat berkunjung ke pura yang berlokasi di kawasan Pantai Kota Banding ini dengan begitu mudah. Cukup dengan mengarahkan kendaraan ke Desa Kutu Tambahan yang ada di Kabupaten Buleleng.